4 menit baca 839 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Loan-to-Deposit Ratio (LDR)
- LDR mengukur seberapa banyak dana deposito nasabah yang digunakan bank untuk memberikan pinjaman.
- Rasio ini menjadi indikator penting untuk menilai kesehatan, risiko, dan efisiensi pengelolaan dana bank.
- LDR yang terlalu tinggi (di atas 100%) menunjukkan risiko pendanaan yang tinggi.
- LDR yang terlalu rendah mengindikasikan bank kurang optimal dalam memanfaatkan dana deposito untuk pendapatan.
- Investor menggunakan LDR untuk menganalisis stabilitas dan potensi keuntungan bank.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Loan-to-Deposit Ratio (LDR)
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Loan-to-Deposit Ratio (LDR)?
Loan-to-Deposit Ratio (LDR) adalah Loan-to-Deposit Ratio (LDR) mengukur persentase dana deposito nasabah yang disalurkan bank sebagai pinjaman. Rasio ini indikator kesehatan dan efisiensi bank.
Penjelasan Lengkap tentang Loan-to-Deposit Ratio (LDR)
Apa itu Loan-to-Deposit Ratio (LDR)?
Loan-to-Deposit Ratio (LDR) adalah sebuah rasio keuangan krusial yang digunakan untuk mengevaluasi seberapa efektif sebuah bank atau lembaga keuangan dalam menyalurkan dana simpanan nasabah (deposito) menjadi pinjaman kepada pihak lain. Rasio ini berfungsi sebagai alat ukur penting bagi para investor, analis keuangan, dan regulator untuk memahami tingkat likuiditas, solvabilitas, dan kesehatan finansial sebuah bank.
Cara Menghitung LDR
Perhitungan LDR sangatlah sederhana. Rasio ini diperoleh dengan membandingkan total jumlah pinjaman yang telah disalurkan oleh bank dengan total dana deposito yang berhasil dihimpun dari nasabah. Hasil perhitungan ini kemudian dikonversikan ke dalam bentuk persentase.
Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:
LDR = (Total Pinjaman / Total Dana Deposito) x 100%
Sebagai contoh, jika sebuah bank mencatat total pinjaman sebesar Rp 500 miliar dan berhasil menghimpun dana deposito sebesar Rp 1 triliun, maka LDR bank tersebut adalah:
LDR = (Rp 500 miliar / Rp 1 triliun) x 100% = 50%
Ini berarti bank tersebut telah menyalurkan 50% dari total dana deposito yang dimilikinya untuk diberikan sebagai pinjaman.
Interpretasi LDR
Nilai LDR memberikan gambaran mengenai strategi pengelolaan dana bank dan potensi risikonya:
- LDR Tinggi (di atas 100%): Jika LDR melebihi 100%, ini menandakan bahwa bank tidak hanya menggunakan dana deposito nasabah, tetapi juga mengandalkan sumber pendanaan eksternal lainnya (seperti pinjaman antarbank atau dari bank sentral) untuk membiayai pemberian pinjaman. Kondisi ini dapat mengindikasikan tingkat risiko yang lebih tinggi, karena bank mungkin mengalami kesulitan likuiditas jika dana deposito ditarik secara massal.
- LDR Rendah: LDR yang terlalu rendah, meskipun tampak aman, bisa berarti bahwa bank tidak secara optimal memanfaatkan dana yang dihimpun untuk menghasilkan pendapatan melalui penyaluran kredit. Bank mungkin menyimpan terlalu banyak dana tunai atau kurang agresif dalam ekspansi kredit.
- LDR Seimbang: LDR yang berada pada kisaran yang wajar (biasanya antara 80% hingga 92% menurut standar beberapa regulator) menunjukkan bahwa bank mampu mengelola dana deposito secara efisien untuk disalurkan sebagai pinjaman, sambil tetap menjaga tingkat likuiditas dan risiko yang terkendali. Keseimbangan ini mencerminkan kesehatan finansial dan operasional bank yang baik.
Relevansi LDR dalam Trading dan Investasi
Bagi para pelaku pasar, khususnya investor saham perbankan, LDR adalah salah satu metrik penting untuk menganalisis kesehatan keuangan sebuah bank. Investor cenderung mencari bank dengan LDR yang seimbang dan risiko yang rendah, karena ini mencerminkan kemampuan manajemen bank dalam mengelola aset dan liabilitasnya secara efektif. Bank yang sehat secara finansial dengan pengelolaan LDR yang baik berpotensi memberikan imbal hasil yang lebih stabil dan menguntungkan bagi para pemegang sahamnya.
Cara Menggunakan Loan-to-Deposit Ratio (LDR)
Investor dan analis menggunakan LDR untuk menilai kesehatan finansial, efisiensi pengelolaan dana, dan tingkat risiko sebuah bank sebelum membuat keputusan investasi.
- 1Identifikasi bank atau lembaga keuangan yang ingin dianalisis.
- 2Cari data laporan keuangan terbaru bank tersebut untuk menemukan Total Pinjaman dan Total Dana Deposito.
- 3Hitung LDR menggunakan rumus: (Total Pinjaman / Total Dana Deposito) x 100%.
- 4Interpretasikan hasil LDR: bandingkan dengan standar industri atau LDR bank pesaing untuk menilai apakah rasio tersebut terlalu tinggi, terlalu rendah, atau seimbang.
- 5Gunakan informasi LDR sebagai salah satu faktor dalam analisis fundamental untuk keputusan investasi.
Contoh Penggunaan Loan-to-Deposit Ratio (LDR) dalam Trading
Seorang investor yang sedang mempertimbangkan untuk membeli saham Bank ABC dan Bank XYZ melihat laporan keuangan mereka. Bank ABC memiliki LDR 95%, sementara Bank XYZ memiliki LDR 110%. Investor tersebut menilai bahwa LDR Bank ABC lebih sehat dan stabil karena berada dalam rentang yang direkomendasikan dan tidak mengindikasikan ketergantungan berlebih pada pendanaan eksternal, sehingga ia memutuskan untuk berinvestasi di Bank ABC.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Rasio Keuangan, Likuiditas Bank, Solvabilitas, Dana Pihak Ketiga (DPK), Kredit, Analisis Fundamental
Pertanyaan Umum tentang Loan-to-Deposit Ratio (LDR)
Berapa angka LDR yang ideal?
Angka LDR yang ideal bervariasi tergantung pada kebijakan bank, kondisi ekonomi, dan regulasi. Namun, secara umum, LDR antara 80% hingga 92% sering dianggap sebagai kisaran yang sehat dan efisien.
Apakah LDR hanya berlaku untuk bank umum?
Meskipun paling umum digunakan pada bank umum, prinsip pengukuran efisiensi penyaluran dana terhadap simpanan juga dapat diterapkan pada lembaga keuangan non-bank lainnya yang memiliki fungsi serupa.
Bagaimana LDR mempengaruhi keputusan trading saham perbankan?
Investor menggunakan LDR untuk mengukur kesehatan finansial bank. LDR yang terlalu tinggi bisa menjadi sinyal risiko, sementara LDR yang terlalu rendah bisa berarti kurangnya potensi pertumbuhan pendapatan. Investor cenderung memilih bank dengan LDR yang seimbang dan risiko yang terkendali.