4 menit baca 783 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Long Position (Long)

  • Posisi Long berarti membeli aset dengan ekspektasi kenaikan harga di masa depan.
  • Tujuan utama membuka posisi Long adalah untuk meraih keuntungan dari selisih harga jual yang lebih tinggi dari harga beli.
  • Trader atau investor mengambil posisi Long ketika memprediksi pasar akan bullish atau harga aset akan menguat.
  • Posisi Long memberikan eksposur terhadap potensi kenaikan harga aset.
  • Ini adalah strategi fundamental yang umum digunakan di pasar yang cenderung naik.

📑 Daftar Isi

Apa itu Long Position (Long)?

Long Position (Long) adalah Posisi Long (Long Position) adalah strategi trading di mana investor membeli aset dengan harapan harganya akan naik, untuk dijual kembali dengan keuntungan.

Penjelasan Lengkap tentang Long Position (Long)

Dalam dunia trading dan investasi, Posisi Long, yang juga sering disingkat sebagai Long, merujuk pada sebuah kondisi di mana seorang pelaku pasar, baik itu trader maupun investor, melakukan pembelian terhadap suatu instrumen keuangan. Instrumen ini bisa berupa saham, pasangan mata uang (dalam forex), komoditas, atau aset finansial lainnya. Tindakan pembelian ini didasari oleh keyakinan atau ekspektasi bahwa harga dari aset tersebut akan mengalami kenaikan di masa mendatang.

Prinsip Dasar Posisi Long

Ketika seseorang membuka posisi long, secara inheren mereka menjadi pemilik dari aset yang dibeli. Niat utamanya adalah untuk dapat menjual kembali aset tersebut di kemudian hari, pada saat harganya telah meningkat. Keuntungan dalam strategi ini diperoleh dari selisih antara harga jual yang lebih tinggi dan harga beli yang lebih rendah.

Mekanisme Keuntungan

Misalnya, seorang trader forex memutuskan untuk membuka posisi long pada pasangan mata uang EUR/USD. Ini berarti mereka membeli Euro (mata uang dasar) dan menjual Dolar AS (mata uang kutipan), dengan harapan nilai Euro akan menguat terhadap Dolar AS. Jika nilai tukar EUR/USD naik dari 1.1000 menjadi 1.1200, trader tersebut dapat menutup posisinya (menjual kembali Euro dan membeli Dolar AS) dan mengantongi keuntungan dari selisih kenaikan tersebut.

Kapan Posisi Long Diambil?

Posisi Long umumnya diadopsi oleh para pelaku pasar ketika mereka memiliki pandangan yang positif terhadap kondisi pasar secara keseluruhan atau terhadap aset spesifik yang diperdagangkan. Prediksi bahwa pasar akan mengalami tren naik (bullish) menjadi pendorong utama pengambilan strategi ini. Dengan mengambil posisi Long, trader atau investor secara efektif mendapatkan eksposur terhadap potensi lonjakan harga, yang memungkinkan mereka untuk meraih profit jika analisis dan prediksi mereka terbukti benar.

Kesimpulan Strategi Long

Secara esensial, posisi long (long position) adalah tindakan strategis dalam membeli sebuah aset dengan harapan dapat merealisasikan keuntungan melalui penjualan kembali aset tersebut di masa depan dengan harga yang lebih tinggi. Strategi ini merupakan salah satu yang paling fundamental dan paling sering diterapkan dalam aktivitas trading dan investasi, terutama dalam kondisi pasar yang menunjukkan tren kenaikan.

Cara Menggunakan Long Position (Long)

Posisi Long digunakan ketika Anda memprediksi harga suatu aset akan naik. Anda membeli aset tersebut, menahannya, dan menjualnya kembali saat harganya lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan.

  1. 1Lakukan analisis pasar untuk memprediksi kenaikan harga pada aset tertentu.
  2. 2Buka posisi beli (Buy) pada aset tersebut melalui platform trading Anda.
  3. 3Tentukan level target profit (Take Profit) dan level kerugian maksimal (Stop Loss).
  4. 4Pantau pergerakan harga dan tutup posisi saat target profit tercapai atau jika harga bergerak berlawanan arah sesuai Stop Loss.

Contoh Penggunaan Long Position (Long) dalam Trading

Seorang trader forex percaya bahwa pasangan mata uang GBP/USD akan menguat karena data ekonomi Inggris yang positif. Trader tersebut kemudian membuka posisi Long pada GBP/USD di level 1.2500. Ia menetapkan target profit di level 1.2650 dan stop loss di 1.2450. Jika GBP/USD naik ke 1.2650, trader akan menutup posisinya dan mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, jika GBP/USD turun ke 1.2450, posisi akan otomatis tertutup untuk membatasi kerugian.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Short Position, Bullish Market, Take Profit, Stop Loss, Aset Keuangan, Pasar Forex, Trading Saham

Pertanyaan Umum tentang Long Position (Long)

Apa perbedaan utama antara Posisi Long dan Posisi Short?

Posisi Long adalah membeli aset dengan harapan harga naik, sedangkan Posisi Short adalah menjual aset (biasanya dengan meminjam) dengan harapan harga turun, untuk dibeli kembali lebih murah.

Apakah Posisi Long hanya berlaku untuk saham?

Tidak, Posisi Long dapat diterapkan pada berbagai instrumen keuangan seperti pasangan mata uang di forex, komoditas, obligasi, dan derivatif lainnya.

Kapan waktu terbaik untuk membuka Posisi Long?

Waktu terbaik adalah ketika analisis Anda menunjukkan potensi kenaikan harga yang kuat, biasanya dalam kondisi pasar yang sedang tren naik (bullish) atau ketika Anda mengidentifikasi aset yang undervalued.

Bagaimana cara menghitung potensi keuntungan dari Posisi Long?

Keuntungan dihitung dari selisih antara harga jual (saat posisi ditutup) dan harga beli awal, dikalikan dengan jumlah unit aset yang diperdagangkan. Jangan lupa memperhitungkan biaya transaksi seperti spread atau komisi.