6 menit baca 1123 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Long Put: Definition, Example, Vs. Shorting Stock
- Long Put memberikan hak, bukan kewajiban, untuk menjual aset pada harga kesepakatan (strike price).
- Strategi ini menguntungkan ketika harga aset dasar diprediksi akan turun.
- Keuntungan maksimal potensial dari Long Put adalah besar, sedangkan kerugian maksimal terbatas pada premi yang dibayarkan.
- Berbeda dengan shorting stock, Long Put tidak memerlukan kepemilikan aset dasar untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga.
- Ini adalah cara spekulatif untuk bertaruh pada penurunan pasar tanpa risiko tak terbatas.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Long Put: Definition, Example, Vs. Shorting Stock
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Long Put: Definition, Example, Vs. Shorting Stock?
Long Put: Definition, Example, Vs. Shorting Stock adalah Long Put adalah strategi opsi di mana investor membeli hak untuk menjual aset pada harga tertentu, memanfaatkan prediksi penurunan harga aset.
Penjelasan Lengkap tentang Long Put: Definition, Example, Vs. Shorting Stock
Apa itu Long Put?
Long Put, atau membeli opsi put, adalah sebuah strategi dalam dunia trading dan investasi, khususnya di pasar derivatif seperti opsi. Dalam strategi ini, seorang trader atau investor membeli sebuah kontrak opsi put. Opsi put memberikan hak, namun bukan kewajiban, kepada pembelinya untuk menjual aset dasar (seperti saham) pada harga yang telah ditentukan sebelumnya, yang dikenal sebagai harga kesepakatan atau strike price, pada atau sebelum tanggal kedaluwarsa tertentu.
Tujuan utama dari membeli Long Put adalah untuk mendapatkan keuntungan dari prediksi bahwa harga aset dasar akan mengalami penurunan. Jika harga aset dasar memang turun di bawah harga kesepakatan sebelum opsi kedaluwarsa, pemegang opsi put dapat mengeksekusi haknya untuk menjual aset tersebut pada harga kesepakatan yang lebih tinggi daripada harga pasar saat itu. Selisih antara harga kesepakatan dan harga pasar saat eksekusi, dikurangi premi yang dibayarkan untuk membeli opsi, akan menjadi keuntungan.
Bagaimana Long Put Bekerja?
Mari kita gunakan contoh dari konten asli untuk memperjelas:
- Seorang investor membeli sebuah opsi put untuk saham XYZ.
- Harga kesepakatan (strike price) opsi put tersebut adalah $50.
- Harga saham XYZ saat ini adalah $60.
- Investor membayar sejumlah premi untuk membeli opsi put ini.
Jika harga saham XYZ kemudian turun menjadi $40 sebelum opsi kedaluwarsa, investor memiliki hak untuk menjual saham XYZ seharga $50. Meskipun harga pasar hanya $40, investor dapat menjualnya pada harga $50. Keuntungan kotor per saham adalah $50 (harga kesepakatan) - $40 (harga pasar) = $10. Keuntungan bersihnya adalah $10 dikurangi premi yang telah dibayarkan.
Perbedaan dengan Shorting Stock
Penting untuk memahami perbedaan antara Long Put dan shorting stock (menjual saham kosong):
- Shorting Stock: Dalam strategi ini, investor meminjam saham dari broker, menjualnya di pasar terbuka dengan harapan harganya turun. Ketika harga turun, investor membeli kembali saham tersebut dengan harga lebih rendah untuk dikembalikan ke broker, dan keuntungannya adalah selisih harga jual dan beli. Kerugian potensial dalam shorting stock bisa tidak terbatas jika harga saham terus naik.
- Long Put: Investor tidak perlu meminjam atau memiliki saham dasar. Mereka hanya membeli hak untuk menjual. Keuntungan berasal dari penurunan harga, dan kerugian maksimal hanya sebatas premi yang dibayarkan untuk membeli opsi put.
Keuntungan dan Risiko Long Put
Keuntungan:
- Memungkinkan trader untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga aset tanpa harus memiliki aset tersebut.
- Potensi keuntungan bisa sangat besar jika pergerakan harga sesuai prediksi.
- Risiko kerugian maksimal diketahui dan terbatas pada premi yang dibayarkan.
Risiko:
- Jika harga aset dasar tidak turun atau bahkan naik, opsi put akan kedaluwarsa tanpa nilai, dan investor akan kehilangan seluruh premi yang dibayarkan.
- Opsi memiliki tanggal kedaluwarsa, sehingga pergerakan harga yang diinginkan harus terjadi dalam jangka waktu yang ditentukan.
Secara keseluruhan, Long Put adalah alat yang ampuh bagi trader yang ingin berspekulasi pada penurunan pasar atau melindungi portofolio mereka (sebagai lindung nilai atau hedging), namun memerlukan pemahaman mendalam tentang mekanisme opsi dan manajemen risiko.
Cara Menggunakan Long Put: Definition, Example, Vs. Shorting Stock
Long Put digunakan ketika Anda memprediksi penurunan harga aset dasar dan ingin memanfaatkan pergerakan tersebut dengan risiko yang terbatas.
- 1Langkah 1: Lakukan analisis pasar untuk memprediksi penurunan harga aset dasar (misalnya, saham, indeks).
- 2Langkah 2: Identifikasi opsi put yang tersedia untuk aset dasar tersebut, perhatikan harga kesepakatan (strike price) dan tanggal kedaluwarsa.
- 3Langkah 3: Beli opsi put dengan harga kesepakatan yang Anda yakini akan tercapai atau terlampaui oleh penurunan harga aset.
- 4Langkah 4: Tentukan strategi Anda: apakah akan mengeksekusi opsi jika menguntungkan, menjual opsi sebelum kedaluwarsa, atau membiarkannya kedaluwarsa jika prediksi salah.
Contoh Penggunaan Long Put: Definition, Example, Vs. Shorting Stock dalam Trading
Misalkan Anda memprediksi bahwa saham PT ABC, yang saat ini diperdagangkan di Rp 1.000 per lembar, akan turun dalam beberapa minggu ke depan karena berita negatif tentang perusahaan. Anda memutuskan untuk membeli opsi put dengan harga kesepakatan Rp 900 yang akan kedaluwarsa dalam satu bulan, dan Anda membayar premi sebesar Rp 30 per lembar saham.
- Skenario 1 (Harga Turun): Jika harga saham PT ABC turun menjadi Rp 800 sebelum kedaluwarsa, Anda dapat mengeksekusi opsi put Anda. Anda berhak menjual saham di Rp 900, padahal pasar hanya menawarkannya di Rp 800. Keuntungan kotor Anda adalah Rp 100 (Rp 900 - Rp 800). Setelah dikurangi premi Rp 30, keuntungan bersih Anda adalah Rp 70 per lembar saham.
- Skenario 2 (Harga Naik): Jika harga saham PT ABC naik menjadi Rp 1.100, opsi put Anda akan kedaluwarsa tanpa nilai (karena Anda tidak akan menjual di Rp 900 jika pasar menawarkannya di Rp 1.100). Kerugian maksimal Anda adalah premi yang telah Anda bayarkan, yaitu Rp 30 per lembar saham.
- Skenario 3 (Harga Stabil): Jika harga saham PT ABC tetap di sekitar Rp 1.000 atau sedikit turun namun tidak mencapai Rp 900, opsi put juga kemungkinan besar akan kedaluwarsa tanpa nilai, dan Anda kehilangan premi Rp 30.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Opsi Put, Opsi Call, Harga Kesepakatan (Strike Price), Premi Opsi, Tanggal Kedaluwarsa Opsi, Shorting Stock, Hedging, Spekulasi, Pasar Derivatif
Pertanyaan Umum tentang Long Put: Definition, Example, Vs. Shorting Stock
Apa keuntungan utama membeli Long Put?
Keuntungan utamanya adalah Anda dapat menghasilkan uang dari penurunan harga aset dasar tanpa harus benar-benar memiliki atau meminjam aset tersebut, dan kerugian Anda terbatas pada premi yang dibayarkan.
Kapan waktu terbaik untuk menggunakan strategi Long Put?
Strategi Long Put paling efektif digunakan ketika Anda memprediksi atau memiliki keyakinan kuat bahwa harga aset dasar akan mengalami penurunan signifikan sebelum tanggal kedaluwarsa opsi.
Bagaimana cara menghitung potensi keuntungan dari Long Put?
Potensi keuntungan dihitung dengan selisih antara harga kesepakatan (strike price) dan harga pasar aset dasar saat eksekusi, dikurangi total premi yang dibayarkan untuk membeli opsi put.
Apakah Long Put cocok untuk pemula?
Long Put bisa menjadi strategi yang menarik, namun memerlukan pemahaman yang baik tentang cara kerja opsi, risiko yang terlibat, dan manajemen modal. Pemula disarankan untuk mempelajari lebih lanjut atau memulai dengan instrumen yang lebih sederhana terlebih dahulu.