6 menit baca 1156 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Long Synthetic (Synthetic Put)

  • Long Synthetic, atau Synthetic Put, bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga aset.
  • Strategi ini melibatkan pembelian call option dan penjualan aset dasar (underlying asset) secara bersamaan.
  • Pembelian call option memberikan hak untuk membeli aset pada harga strike, sementara short selling aset dasar melindungi dari penurunan harga.
  • Strategi ini sering digunakan ketika trader memprediksi penurunan harga aset dalam jangka pendek.
  • Memungkinkan trader mendapatkan potensi keuntungan dari penurunan harga tanpa harus memiliki aset dasar.

📑 Daftar Isi

Apa itu Long Synthetic (Synthetic Put)?

Long Synthetic (Synthetic Put) adalah Strategi trading yang mensimulasikan posisi short pada aset dengan membeli call option dan menjual aset dasarnya.

Penjelasan Lengkap tentang Long Synthetic (Synthetic Put)

Long Synthetic, yang juga dikenal dengan istilah Synthetic Put, adalah sebuah strategi trading derivatif yang dirancang untuk meniru atau mensimulasikan posisi jual pendek (short position) pada aset dasar (underlying asset) tanpa harus melakukan short selling secara langsung pada aset tersebut. Strategi ini sangat berguna bagi trader yang memperkirakan akan terjadinya penurunan harga pada aset tertentu dalam waktu dekat.

Bagaimana Long Synthetic Bekerja?

Inti dari strategi Long Synthetic terletak pada kombinasi dua instrumen keuangan: opsi beli (call option) dan aset dasar itu sendiri. Strategi ini dijalankan melalui dua langkah utama:

  • Pembelian Call Option: Langkah pertama adalah membeli sebuah call option. Call option memberikan hak kepada pemegangnya, namun bukan kewajiban, untuk membeli aset dasar pada harga tertentu yang disebut harga strike (strike price) pada atau sebelum tanggal kedaluwarsa opsi. Dalam strategi Long Synthetic, call option yang dibeli biasanya memiliki harga strike yang sama atau sangat dekat dengan harga pasar aset dasar saat ini. Pembelian call option ini memberikan potensi keuntungan jika harga aset dasar naik, namun dalam konteks Long Synthetic, ini berfungsi sebagai komponen untuk menyeimbangkan risiko dari short selling aset dasar.
  • Penjualan (Short Selling) Aset Dasar: Langkah kedua adalah menjual aset dasar yang sama dengan jumlah unit yang sama dengan yang diimplikasikan oleh call option yang dibeli. Tindakan ini menciptakan posisi jual pendek pada aset dasar. Tujuan utama dari penjualan aset dasar ini adalah untuk mendapatkan keuntungan ketika harga aset dasar mengalami penurunan. Jika harga aset dasar turun, posisi short selling akan menghasilkan keuntungan.

Tujuan dan Keuntungan Strategi Long Synthetic

Dengan menggabungkan kedua elemen tersebut, strategi Long Synthetic menciptakan profil risiko dan imbalan yang mirip dengan posisi jual pendek tradisional. Keuntungan utama dari strategi ini adalah:

  • Potensi Keuntungan dari Penurunan Harga: Strategi ini dirancang untuk menghasilkan keuntungan ketika harga aset dasar mengalami penurunan.
  • Simulasi Short Selling: Trader dapat mendapatkan manfaat dari pergerakan harga turun tanpa harus menghadapi potensi kerugian tak terbatas yang terkait dengan short selling aset secara langsung (terutama pada saham).
  • Manajemen Risiko: Pembelian call option dengan harga strike yang sama dengan harga aset dasar dapat membantu membatasi kerugian maksimum yang mungkin terjadi jika harga aset dasar justru naik secara signifikan.
  • Fleksibilitas: Dapat diterapkan pada berbagai jenis aset dasar yang memiliki pasar derivatif aktif, seperti saham, indeks, komoditas, atau mata uang.

Strategi ini sangat populer di kalangan trader yang memiliki pandangan bearish (pesimis) terhadap pergerakan harga aset dalam jangka pendek dan ingin memanfaatkan volatilitas pasar tanpa mengambil risiko yang terlalu besar.

Cara Menggunakan Long Synthetic (Synthetic Put)

Strategi Long Synthetic digunakan ketika trader memprediksi penurunan harga aset dasar dalam waktu dekat, dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari pergerakan turun tersebut.

  1. 1Identifikasi aset dasar yang Anda prediksi akan mengalami penurunan harga dalam jangka pendek.
  2. 2Beli satu kontrak call option pada aset dasar tersebut dengan harga strike yang mendekati harga pasar aset saat ini.
  3. 3Secara bersamaan, jual sejumlah aset dasar yang sama dengan jumlah unit yang diimplikasikan oleh call option yang dibeli (lakukan short selling pada aset dasar).
  4. 4Pantau pergerakan harga aset dasar. Jika harga turun, keuntungan dari posisi short selling akan meningkat, sementara kerugian pada call option akan terbatas. Jika harga naik, kerugian dari short selling akan dibatasi oleh keuntungan dari call option.

Contoh Penggunaan Long Synthetic (Synthetic Put) dalam Trading

Misalnya, seorang trader memprediksi bahwa saham PT ABC, yang saat ini diperdagangkan di harga Rp 1.000 per lembar, akan turun dalam satu bulan ke depan. Trader tersebut kemudian melakukan strategi Long Synthetic:

  • Membeli Call Option: Trader membeli satu kontrak call option PT ABC dengan harga strike Rp 1.000 dan jatuh tempo dalam satu bulan, dengan premi yang dibayarkan misalnya Rp 20 per lembar.
  • Short Selling Aset Dasar: Trader melakukan short selling 100 lembar saham PT ABC pada harga Rp 1.000 per lembar, sehingga menerima dana sebesar Rp 100.000.

Skenario:

  • Jika harga saham PT ABC turun menjadi Rp 800:
  • Keuntungan dari short selling: (Rp 1.000 - Rp 800) x 100 lembar = Rp 20.000.
  • Kerugian pada call option: Hanya sebesar premi yang dibayarkan, yaitu Rp 20 x 100 lembar = Rp 2.000 (karena opsi tidak dieksekusi).
  • Keuntungan Bersih: Rp 20.000 - Rp 2.000 = Rp 18.000.
  • Jika harga saham PT ABC naik menjadi Rp 1.200:
  • Kerugian dari short selling: (Rp 1.200 - Rp 1.000) x 100 lembar = Rp 20.000.
  • Keuntungan dari call option: (Rp 1.200 - Rp 1.000) - Rp 20 (premi) = Rp 180 per lembar. Total keuntungan = Rp 180 x 100 lembar = Rp 18.000.
  • Hasil Akhir: Rp 18.000 (dari opsi) - Rp 20.000 (dari short selling) = Kerugian Bersih Rp 2.000 (sama dengan total premi yang dibayarkan).

Dalam contoh ini, trader berhasil mendapatkan keuntungan ketika harga saham turun, dan kerugiannya dibatasi hanya sebesar premi yang dibayarkan ketika harga saham naik.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Opsi Beli (Call Option), Opsi Jual (Put Option), Short Selling, Aset Dasar (Underlying Asset), Harga Strike (Strike Price), Premi Opsi, Strategi Opsi, Synthetic Position

Pertanyaan Umum tentang Long Synthetic (Synthetic Put)

Apa perbedaan utama antara Long Synthetic dan Short Selling tradisional?

Long Synthetic mensimulasikan short selling dengan menggunakan kombinasi call option dan penjualan aset dasar, yang dapat membatasi potensi kerugian. Short selling tradisional berisiko kerugian tak terbatas jika harga aset naik signifikan.

Kapan waktu yang tepat untuk menggunakan strategi Long Synthetic?

Strategi ini paling efektif digunakan ketika Anda memiliki pandangan bearish (memprediksi penurunan harga) terhadap suatu aset dan memperkirakan penurunan tersebut akan terjadi dalam jangka pendek.

Apakah Long Synthetic cocok untuk semua jenis trader?

Strategi ini lebih cocok untuk trader yang sudah memahami cara kerja opsi dan derivatif, serta memiliki pengalaman dalam mengelola risiko. Pemula disarankan untuk mempelajari dasar-dasar trading terlebih dahulu.

Apa risiko utama dalam strategi Long Synthetic?

Risiko utama adalah jika aset dasar justru mengalami kenaikan harga yang signifikan, trader akan mengalami kerugian dari posisi short selling yang dibatasi oleh keuntungan dari call option, namun kerugian total tetap ada.

Bagaimana cara menghitung potensi keuntungan dan kerugian maksimum dalam Long Synthetic?

Potensi keuntungan maksimum adalah selisih antara harga strike call option dan harga aset dasar saat ini dikurangi premi. Potensi kerugian maksimum dibatasi sebesar total premi yang dibayarkan untuk call option.