4 menit baca 827 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Lower of Cost or Market Method

  • Mengacu pada prinsip konservatisme akuntansi untuk melaporkan aset secara hati-hati.
  • Menilai aset pada nilai terendah antara biaya perolehan (cost) dan harga pasar (market).
  • Bertujuan mencegah penyalahgunaan nilai aset dan melaporkan rugi yang realistis.
  • Penting untuk laporan keuangan dan pengambilan keputusan investasi yang akurat.
  • Hanya berlaku untuk penurunan harga yang dianggap sementara.

📑 Daftar Isi

Apa itu Lower of Cost or Market Method?

Lower of Cost or Market Method adalah Metode penilaian aset yang memilih nilai terendah antara biaya perolehan atau harga pasar saat ini, demi konservatisme akuntansi.

Penjelasan Lengkap tentang Lower of Cost or Market Method

Apa itu Lower of Cost or Market Method?

Metode Lower of Cost or Market (LCM) adalah sebuah prinsip akuntansi yang sangat penting dalam dunia trading dan investasi, terutama bagi para profesional keuangan dan perusahaan. Metode ini digunakan untuk menilai nilai aset yang dimiliki, dengan tujuan utama untuk menerapkan prinsip konservatisme. Prinsip konservatisme dalam akuntansi menekankan kehati-hatian dalam pelaporan keuangan, yaitu tidak boleh melebih-lebihkan nilai aset atau pendapatan, namun harus mengakui kerugian atau kewajiban segera setelah diketahui.

Bagaimana Cara Kerja Lower of Cost or Market Method?

Prinsip dasar dari metode LCM adalah memilih nilai yang lebih rendah antara dua nilai berikut:

  • Biaya Perolehan (Cost): Ini adalah harga asli yang dibayarkan oleh perusahaan atau investor untuk memperoleh aset tersebut.
  • Harga Pasar (Market): Ini adalah nilai wajar aset di pasar pada tanggal pelaporan. Dalam konteks ini, 'market' seringkali diartikan sebagai biaya pengganti (replacement cost), yaitu biaya untuk mengganti aset tersebut di pasar saat ini.

Dengan kata lain, jika harga pasar aset saat ini lebih rendah daripada biaya perolehan aslinya, maka nilai aset tersebut akan dicatat (dievaluasi) berdasarkan harga pasar yang lebih rendah tersebut. Sebaliknya, jika harga pasar lebih tinggi dari biaya perolehan, aset tetap dicatat sebesar biaya perolehannya. Hal ini mencegah perusahaan melaporkan aset dengan nilai yang terlalu optimis yang belum terealisasi.

Contoh Penerapan LCM

Misalkan seorang investor membeli 100 lembar saham PT ABC dengan harga Rp 1.000 per lembar. Total biaya perolehan adalah Rp 10.000.000. Pada akhir periode akuntansi, harga pasar saham PT ABC turun menjadi Rp 800 per lembar. Maka, berdasarkan metode LCM, nilai 100 lembar saham tersebut di neraca akan dicatat sebesar Rp 8.000.000 (100 lembar x Rp 800), bukan Rp 10.000.000. Penurunan nilai sebesar Rp 2.000.000 ini akan diakui sebagai kerugian (write-down).

Mengapa Metode LCM Penting?

Metode LCM memiliki peran krusial dalam:

  • Menghindari Overstatement Aset: Mencegah neraca perusahaan menampilkan nilai aset yang lebih tinggi dari kenyataan pasar, yang bisa menyesatkan pemegang saham dan kreditur.
  • Pelaporan Keuangan yang Realistis: Memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kesehatan keuangan perusahaan, terutama saat kondisi pasar sedang lesu atau terjadi penurunan harga yang signifikan.
  • Pengambilan Keputusan Investasi: Investor dapat menggunakan informasi ini untuk menilai kinerja aset dan membuat keputusan yang lebih tepat mengenai penahanan, penjualan, atau pembelian aset lebih lanjut.

Batasan Metode LCM

Penting untuk dicatat bahwa metode LCM umumnya diterapkan untuk penurunan harga yang dianggap bersifat sementara. Jika penurunan harga pasar dianggap permanen (bukan hanya fluktuasi sesaat), maka penurunan nilai aset tersebut harus diakui sebagai kerugian permanen dan dicatat secara terpisah dalam laporan keuangan, bukan hanya sekadar menyesuaikan nilai aset berdasarkan harga pasar.

Cara Menggunakan Lower of Cost or Market Method

Metode ini digunakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk menilai aset yang dimiliki, terutama persediaan dan investasi.

  1. 1Identifikasi aset yang akan dinilai (misalnya, persediaan, surat berharga).
  2. 2Tentukan biaya perolehan asli dari aset tersebut.
  3. 3Tentukan harga pasar (nilai wajar) aset pada tanggal pelaporan.
  4. 4Bandingkan biaya perolehan dengan harga pasar, dan catat aset pada nilai yang lebih rendah di antara keduanya.

Contoh Penggunaan Lower of Cost or Market Method dalam Trading

Seorang trader forex memiliki posisi beli pada pasangan mata uang EUR/USD yang dibeli pada harga 1.1000. Saat ini, harga pasar EUR/USD turun menjadi 1.0800. Menggunakan prinsip konservatisme yang serupa dengan metode LCM, trader tersebut mungkin akan mencatat unrealized loss-nya berdasarkan harga pasar saat ini (1.0800) untuk mendapatkan gambaran yang lebih realistis tentang nilai portofolionya, meskipun metode LCM secara formal lebih sering diterapkan pada aset seperti persediaan atau investasi jangka panjang.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Prinsip Konservatisme, Biaya Perolehan, Harga Pasar, Penilaian Aset, Laporan Keuangan, Unrealized Loss, Write-down

Pertanyaan Umum tentang Lower of Cost or Market Method

Apa perbedaan utama antara 'Cost' dan 'Market' dalam metode LCM?

'Cost' adalah harga asli saat aset dibeli, sedangkan 'Market' adalah nilai wajar aset di pasar pada tanggal pelaporan, seringkali diartikan sebagai biaya pengganti.

Apakah metode LCM hanya berlaku untuk persediaan?

Tidak, metode LCM dapat diterapkan pada berbagai jenis aset, termasuk persediaan, investasi dalam surat berharga, dan aset tetap, tergantung pada standar akuntansi yang berlaku.

Bagaimana jika harga pasar lebih tinggi dari biaya perolehan?

Jika harga pasar lebih tinggi dari biaya perolehan, aset tetap dicatat sebesar biaya perolehannya. Metode LCM hanya menurunkan nilai aset, tidak menaikkannya.