# Kebijakan Moneter: Pengertian dan Tujuannya

*English: Monetary Policy*

> Pelajari tentang kebijakan moneter, alat yang digunakan bank sentral untuk mengendalikan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas keuangan.

**Definisi:** Kebijakan moneter adalah tindakan yang diambil oleh bank sentral suatu negara untuk memengaruhi ketersediaan dan biaya uang serta kredit demi mendorong perekonomian yang sehat.

**URL:** https://kamus.belajarforex.co.id/m/monetary-policy

---

# Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter mengacu pada tindakan yang diambil oleh bank sentral suatu negara untuk memengaruhi ketersediaan dan biaya uang serta kredit guna mendorong perekonomian yang sehat.

Kebijakan moneter dapat diklasifikasikan secara luas sebagai ekspansif atau kontraktif.

Kebijakan moneter terdiri dari pengelolaan pasokan uang dan suku bunga, yang bertujuan untuk mencapai sasaran makroekonomi seperti pengendalian inflasi, konsumsi, pertumbuhan, dan likuiditas.

Hal ini dicapai melalui tindakan seperti modifikasi suku bunga, pembelian atau penjualan obligasi pemerintah, pengaturan nilai tukar mata uang asing, dan perubahan jumlah uang yang wajib disimpan bank sebagai cadangan.

Alat kebijakan moneter meliputi operasi pasar terbuka, pinjaman langsung kepada bank, persyaratan cadangan bank, program pinjaman darurat yang tidak konvensional, dan pengelolaan ekspektasi pasar (tergantung pada kredibilitas bank sentral).

Otoritas moneter biasanya diberikan mandat kebijakan, untuk mencapai kenaikan produk domestik bruto (PDB) yang stabil, mempertahankan tingkat pengangguran yang rendah, dan menjaga nilai tukar mata uang asing serta tingkat inflasi dalam kisaran yang dapat diprediksi.

Kebijakan moneter dapat digunakan dalam kombinasi dengan atau sebagai alternatif dari kebijakan fiskal, yang menggunakan pajak, pinjaman pemerintah, dan pengeluaran untuk mengelola perekonomian.

Di Amerika Serikat, Federal Reserve menetapkan kebijakan moneter.

Fed berusaha untuk memastikan pasokan uang tidak tumbuh terlalu cepat, menyebabkan inflasi berlebihan, atau terlalu lambat, menghambat pertumbuhan ekonomi.

Idealnya, inflasi sekitar 2% per tahun, yang menjaga harga tetap stabil. Fed juga berusaha menjaga pengangguran tetap rendah, di bawah 5%.

Alat utamanya untuk memengaruhi pasokan uang adalah panduan ke depan (forward guidance), suku bunga diskonto (discount rate), persyaratan cadangan (reserve requirement), operasi pasar terbuka (open market operations), dan pembelian aset skala besar (large scale asset purchases - LSAPs).

Hampir semua kebijakan moneter sekarang dilakukan melalui operasi pasar terbuka, yang melibatkan pembelian dan penjualan obligasi pemerintah di pasar sekunder.

Melalui operasi pasar terbuka ini (yang memperluas atau mengontrak pasokan uang), bank sentral dapat secara efektif menetapkan suku bunga jangka pendek, yang telah lama dianggap sebagai instrumen utama kebijakan moneter modern.

Setelah Krisis Keuangan Besar (Great Financial Crisis), Federal Reserve juga berupaya memengaruhi suku bunga jangka panjang dengan membeli berbagai instrumen jangka panjang (seperti surat berharga berbasis hipotek) melalui kebijakan yang dikenal sebagai "QE" atau quantitative easing.

## Apa saja tujuan bank sentral dalam menjalankan kebijakan moneter?

Bankir sentral biasanya memiliki banyak tujuan dalam menjalankan kebijakan moneter:

- Mereka ingin mempertahankan pertumbuhan ekonomi pada tingkat berkelanjutan tertinggi
- Mereka berharap untuk menjaga pengangguran serendah mungkin.
- Mereka berusaha menjaga inflasi tetap rendah.
- Mereka berharap untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat yang wajar (agar tidak mengurangi investasi)
- Mereka bertujuan untuk menjaga nilai tukar mata uang tetap stabil.
- Mereka mempromosikan stabilitas sistem keuangan dan berusaha meminimalkan risiko sistemik.

Meskipun bankir sentral, secara ideal, ingin mencapai semua tujuan ini secara bersamaan, sekarang ada konsensus luas bahwa tujuan utama haruslah menstabilkan tingkat harga.

Salah satu strategi untuk mencapai tujuan ini adalah penargetan inflasi (inflation targeting), yang mengharuskan bankir sentral menaikkan suku bunga (dengan memperlambat pertumbuhan uang) ketika inflasi mulai naik di atas target tertentu—seperti 2 persen—dan menurunkan suku bunga (dengan mempercepat pertumbuhan uang) ketika inflasi terancam turun di bawah target tersebut.

### Stabilitas Keuangan

Dalam beberapa tahun terakhir, bank sentral sedang mempertimbangkan kembali peran mereka dalam mendorong stabilitas keuangan.

Haruskah stabilitas keuangan menjadi tujuan eksplisit bank sentral setara dengan tujuan lain seperti stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan?

Stabilitas keuangan didefinisikan sebagai "kondisi di mana sistem keuangan mampu menahan guncangan tanpa menyerah pada proses kumulatif, yang merusak alokasi tabungan ke peluang investasi dan pemrosesan pembayaran dalam perekonomian".

Ketidakstabilan keuangan adalah situasi yang ditandai oleh tiga kriteria dasar ini:

- beberapa set penting harga aset keuangan tampaknya telah menyimpang tajam dari fundamental; dan/atau
- fungsi pasar dan ketersediaan kredit, baik domestik maupun mungkin internasional, telah terdistorsi secara signifikan; dengan hasil bahwa
- pengeluaran agregat menyimpang (atau kemungkinan akan menyimpang) secara signifikan, baik di atas atau di bawah, dari kemampuan ekonomi untuk berproduksi.

Federal Reserve menciptakan Divisi Stabilitas Keuangan yang mengidentifikasi dan menganalisis potensi ancaman terhadap stabilitas keuangan; memantau pasar keuangan, institusi, dan struktur; serta menilai dan merekomendasikan alternatif kebijakan untuk mengatasi ancaman ini.


## FAQ

**Apa itu kebijakan moneter?**
Kebijakan moneter adalah tindakan yang diambil oleh bank sentral suatu negara untuk memengaruhi ketersediaan dan biaya uang serta kredit guna mendorong perekonomian yang sehat.

**Apa saja tujuan utama bank sentral dalam menjalankan kebijakan moneter?**
Tujuan utama bank sentral meliputi menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menjaga pengangguran serendah mungkin, menjaga inflasi tetap rendah, mempertahankan suku bunga yang wajar, menjaga nilai tukar mata uang stabil, dan mempromosikan stabilitas sistem keuangan.

**Apa saja alat yang digunakan bank sentral untuk menerapkan kebijakan moneter?**
Alat kebijakan moneter meliputi operasi pasar terbuka, pinjaman langsung kepada bank, persyaratan cadangan bank, program pinjaman darurat, dan pengelolaan ekspektasi pasar.

**Apa yang dimaksud dengan quantitative easing (QE)?**
Quantitative easing (QE) adalah kebijakan yang digunakan bank sentral, seperti Federal Reserve, untuk memengaruhi suku bunga jangka panjang dengan membeli berbagai instrumen jangka panjang.

**Bagaimana stabilitas keuangan didefinisikan dalam konteks kebijakan moneter?**
Stabilitas keuangan didefinisikan sebagai kondisi di mana sistem keuangan mampu menahan guncangan tanpa menyerah pada proses kumulatif yang merusak alokasi tabungan ke peluang investasi dan pemrosesan pembayaran dalam perekonomian.