# Indikator Parabolic SAR: Panduan Lengkap

*English: Parabolic SAR (Stop and Reverse)*

> Pelajari cara menggunakan Parabolic SAR (Stop and Reverse) sebagai indikator teknis dan sistem trading untuk identifikasi tren dan sinyal pembalikan.

**Definisi:** Parabolic SAR adalah sistem trailing stop dan indikator teknis yang digunakan untuk mengidentifikasi arah tren dan potensi pembalikan harga.

**URL:** https://kamus.belajarforex.co.id/p/parabolic-sar

---

## Parabolic SAR (Stop and Reverse)

Parabolic SAR, atau Parabolic Stop and Reverse, adalah sistem trading berbasis trailing stop dan sering digunakan sebagai indikator teknis.

Sebagai indikator teknis, Parabolic SAR dikenal sebagai indikator momentum dan digunakan untuk mengidentifikasi potensi pembalikan tren ketika harga berada dalam tren naik atau turun yang kuat.

Pembalikan dapat berupa tren naik yang berubah menjadi tren turun, atau tren turun yang berubah menjadi tren naik.

Mampu memanfaatkan Parabolic SAR dengan benar memungkinkan trader menentukan arah tren, memberikan titik masuk dan keluar yang sesuai, serta tempat untuk menempatkan trailing stop.

J. Welles Wilder, Jr. memperkenalkan Parabolic SAR dalam bukunya, New Concepts in Technical Trading Systems.

Dalam buku tersebut, Wilder menulis tentang "Parabolic Time/Price System." SAR adalah singkatan dari "Stop and Reverse," yang merupakan indikator aktual yang digunakan dalam sistem ini.

Wilder menciptakan Parabolic SAR dengan tiga fungsi utama:

- Untuk menyoroti tren saat ini.
- Untuk mencoba memprediksi pembalikan tren yang berlaku.
- Untuk memberikan sinyal keluar dan masuk potensial selama pembalikan.

Buku ini juga mencakup Relative Strength Index (RSI), Average True Range (ATR), dan Average Directional Movement (ADX).

Parabolic SAR adalah osilator yang tidak konvensional.

Seperti osilator lainnya, ia mencoba menentukan apakah pasangan mata uang overbought atau oversold. Namun, ia tidak menggunakan skala standar 0-100. Sebaliknya, ia menampilkan serangkaian "titik" yang ditempatkan secara strategis.

Parabolic SAR menampilkan serangkaian titik yang ditempatkan di atas atau di bawah harga, tergantung pada trennya.

Jika titik berpindah penempatannya, sinyal dihasilkan bahwa tren saat ini kemungkinan besar akan berakhir, sehingga memberi kita petunjuk untuk menutup posisi terbuka apa pun.

Parabolic SAR menggunakan level trailing stop yang mengikuti pergerakan harga naik atau turun.

Level stop meningkatkan kecepatan berdasarkan "Acceleration Factor."

Ketika diplot pada grafik, level stop ini menyerupai kurva parabola, yang memberi nama pada indikator ini.

Fungsi parabola menerima tiga parameter.

Dua parameter pertama mengontrol percepatan selama pergerakan naik dan turun. Dan parameter terakhir menentukan percepatan maksimum.

Parabolic SAR mengasumsikan bahwa Anda melakukan trading pada tren dan oleh karena itu, mengharapkan harga berubah seiring waktu.

Jika Anda long, Parabolic SAR akan menggerakkan stop ke atas setiap periode, terlepas dari apakah harga telah bergerak.

Jika Anda short, Parabolic SAR akan menggerakkan stop ke bawah setiap periode, terlepas dari apakah harga telah bergerak.

## Cara Menggunakan Parabolic SAR

Anda dapat menggunakan Parabolic SAR sebagai indikator momentum atau sebagai sistem trading.

### Cara menggunakan Parabolic SAR sebagai indikator

Parabolic SAR adalah indikator "chart overlay".

Berbeda dengan indikator teknis seperti RSI, Stochastic, dan MACD yang diplot sebagai garis osilasi di panel terpisah di bawah (atau di atas) grafik harga, Parabolic SAR ditumpangkan di atas grafik harga dan diplot sebagai titik.

Pada grafik harga, Parabolic SAR muncul sebagai serangkaian titik yang ditempatkan di atas atau di bawah harga, tergantung pada arah pergerakan harga.

- Titik ditempatkan di bawah harga ketika sedang tren naik, dan di atas harga ketika sedang tren turun.
- Titik di bawah harga menyiratkan bahwa pembeli mengendalikan dan ada momentum bullish.
- Titik di atas harga menyiratkan bahwa penjual mengendalikan dan ada momentum bearish.

Ketika titik-titik berbalik, ini menunjukkan bahwa potensi perubahan arah harga sedang berlangsung.

Misalnya, jika titik-titik berada di atas harga, ketika berbalik ke bawah harga, ini menunjukkan bahwa harga bisa naik lebih tinggi.

Seiring kenaikan harga, titik-titik juga akan naik.

Pada awalnya, harga akan naik perlahan tetapi kemudian akan meningkat kecepatannya dan berakselerasi mengikuti tren.

Titik-titik segera menyusul harga.

Berikut cara menggunakan Parabolic SAR sebagai indikator:

- Harga dalam tren naik ketika titik-titik berada di bawah harga.
- Harga dalam tren turun ketika titik-titik berada di atas harga.
- Ketika titik-titik berbalik dari berada di atas harga menjadi di bawah harga, potensi pembalikan tren bisa dimulai.

Ada dua hal penting yang perlu diingat saat menggunakan indikator Parabolic SAR.

- Parabolic SAR adalah indikator lagging, yang berarti ia mengikuti aksi harga.
- Parabolic SAR hanya berguna ketika harga berada dalam tren yang kuat.

Karena tujuan utama Parabolic SAR adalah untuk mendefinisikan arah tren, Anda dapat menggabungkannya dengan indikator kekuatan tren, seperti Average Directional Movement Index (ADX).

Anda harus menghindari memasangkan Parabolic SAR dengan indikator momentum lain karena ini dapat memberi Anda dua sinyal yang bertentangan dan Anda tidak akan tahu mana yang harus diikuti.

Sifat tren Parabolic SAR menjadikannya alat yang berguna ketika harga sedang tren dengan ayunan panjang.

Parabolic SAR tidak berguna ketika harga bergerak sideways karena ayunan harga yang pendek tidak memberi Anda cukup waktu untuk mengkonfirmasi pembalikan.

Parabolic SAR akan memberikan banyak sinyal palsu yang menyebabkan Anda terkena whipsaw selama kondisi sideways, choppy, atau tanpa tren.

### Cara menggunakan Parabolic SAR sebagai sistem trading

Sistem trading Parabolic SAR menggunakan level parabola sebagai titik "Stop and Reverse", menghitung stop untuk setiap periode mendatang.

Sistem ini membuat Anda tetap berada di pasar setiap saat.

Indikator ditampilkan sebagai serangkaian titik di atas atau di bawah candlestick atau bar harga.

Titik-titik tersebut adalah level stop.

Anda harus short ketika titik-titik berada di atas bar.

Anda harus long ketika titik-titik berada di bawah bar.

Ketika stop tercapai, Anda menutup perdagangan saat ini dan memulai perdagangan baru ke arah yang berlawanan.

Parabolic SAR "selalu aktif" dan terus menghasilkan sinyal, baik harga sedang tren atau tidak. Banyak sinyal mungkin berkualitas buruk karena tidak ada tren signifikan yang ada.

## Cara Menghitung Parabolic SAR

Parabolic SAR dihitung berdasarkan "Extreme Price" (EP) terbaru bersama dengan "Acceleration Factor" (AF).

Perhitungan Parabolic SAR bergantung pada apakah ia diterapkan selama tren naik atau tren turun.

Tren Naik:

Downtrend:

Dalam perhitungan ini, EP mengacu pada tertinggi tertinggi untuk tren naik dan terendah terendah untuk tren turun, diperbarui setiap kali EP baru tercapai.

AF yang digunakan oleh Wilder adalah 0,02.

Jadi AF adalah konstanta 0,02, meningkat sebesar 0,02 setiap kali EP baru tercapai, dengan maksimum 0,20.

Ini berarti menggerakkan Stop 2 persen dari jarak antara EP dan stop awal.

Setiap kali EP berubah, AF meningkat sebesar 0,02 hingga percepatan maksimum, yang dalam kasus ini adalah 0,2.

Sebagian besar platform trading memungkinkan Anda untuk menumpangkan Parabolic SAR pada grafik harga apa pun dengan sekali klik.

## Ringkasan Parabolic SAR

- Parabolic SAR adalah indikator teknis yang digunakan trader untuk mencoba memprediksi apakah tren yang berlaku akan berlanjut atau berbalik.
- Indikator ini didasarkan pada garis parabola, yang merupakan serangkaian titik.
- Serangkaian titik di bawah harga menandakan bahwa tren saat ini bersifat bullish.
- Serangkaian titik di atas harga menandakan bahwa tren saat ini bersifat bearish.
- Titik yang berbalik di atas harga mungkin menandakan pembalikan bearish.
- Titik yang berbalik di bawah harga mungkin menandakan pembalikan bullish.
- Hindari menggunakan Parabolic SAR di pasar sideways atau konsolidasi karena akan menghasilkan banyak sinyal palsu.


## FAQ

**Apa itu Parabolic SAR?**
Parabolic SAR adalah sistem trading berbasis trailing stop dan indikator teknis yang digunakan untuk mengidentifikasi arah tren dan potensi pembalikan harga.

**Bagaimana Parabolic SAR membantu trader?**
Parabolic SAR membantu trader menentukan arah tren, memberikan titik masuk dan keluar yang sesuai, serta tempat untuk menempatkan trailing stop.

**Kapan sebaiknya tidak menggunakan Parabolic SAR?**
Sebaiknya hindari menggunakan Parabolic SAR di pasar sideways atau konsolidasi karena akan menghasilkan banyak sinyal palsu.

**Apa fungsi utama Parabolic SAR?**
Fungsi utama Parabolic SAR adalah untuk menyoroti tren saat ini, mencoba memprediksi pembalikan tren, dan memberikan sinyal keluar dan masuk potensial selama pembalikan.