# Risk Off: Memahami Sentimen Pasar Keuangan

*English: Risk Off*

> Pelajari apa itu sentimen 'risk off' di pasar keuangan, aset apa yang naik dan turun, serta bedanya dengan 'risk on'.

**Definisi:** Risk off adalah sentimen pasar di mana investor mengurangi eksposur risiko dan fokus melindungi modal, menyebabkan aset aman menguat dan aset berisiko melemah.

**URL:** https://kamus.belajarforex.co.id/r/risk-off

---

# Risk Off

Istilah “risk off” digunakan untuk menggambarkan sentimen risiko di mana trader dan investor di pasar keuangan mengurangi eksposur mereka terhadap risiko dan fokus pada perlindungan modal mereka.

Dalam lingkungan “risk off”, Anda akan melihat harga aset safe haven seperti Japanese yen dan gold NAIK dan aset berisiko tinggi seperti saham dan komoditas TURUN.

Kebalikan dari “risk off” adalah “risk on”.

Anda akan sering mendengar pasar digambarkan sebagai “risk on” atau “risk off”.

Keduanya adalah singkatan untuk sentimen pasar global.

“Risk On, Risk Off” juga dikenal sebagai “RORO”.

## Apa itu “risk off”?

Ketika partisipan pasar pesimis tentang prospek ekonomi, atau berita negatif tak terduga muncul yang meningkatkan ketidakpastian tentang masa depan, partisipan pasar akan ingin menjual aset berisiko dan malah membeli aset safe haven.

Itulah “risk off”.

Ketika Anda mendengar bahwa trader berada dalam mode “risk off”, ini umumnya berarti mereka mengurangi leverage, menjual aset berisiko, dan membeli aset yang “lebih aman”, atau bahkan beralih ke kas.

## Apa saja aset “risk off” yang umum?

Anda harus memperkirakan saham akan menderita secara luas.

Indikator yang baik adalah melihat indeks saham AS seperti S&P 500 dan DJIA dan melihat apakah semuanya diperdagangkan lebih rendah untuk mengkonfirmasi seberapa kuat sentimen “risk off”.

Aset “risk off” akan mencakup U.S. Treasuries dan German bunds karena keduanya dianggap (hampir) bebas risiko.

Di antara mata uang, U.S. dollar, Japanese yen, dan Swiss franc cenderung menguat karena trader melikuidasi carry trades. Carry trades adalah perdagangan di mana Japanese yen dipinjam dengan suku bunga rendah, dan kemudian digunakan untuk membeli aset dengan yield lebih tinggi (lebih berisiko) di pasar lain.

Harga gold biasanya naik dan yield obligasi pemerintah turun.

## Apa itu “risk on”?

Ketika partisipan pasar optimis tentang prospek ekonomi, mereka akan menawar harga aset yang lebih berisiko.

Itulah “risk on”.

Ketika Anda mendengar bahwa trader berada dalam mode “risk on”, ini umumnya berarti mereka membeli aset berisiko, biasanya dengan leverage.

## Apa saja aset “risk on” yang umum?

Untuk trader saham, saham di industri yang lebih bergantung pada pertumbuhan ekonomi.

Untuk trader obligasi, obligasi korporasi dan pemerintah dengan peringkat lebih rendah namun yield lebih tinggi dianggap sebagai aset “risk on”.

Untuk trader mata uang:

- Mata uang komoditas seperti AUD, NZD, CAD, dan NOK.
- Mata uang emerging market (EM) seperti MXN, ZAR, TRY, dan BRL.

Untuk trader komoditas, logam industri seperti tembaga dan produk energi seperti minyak.

## Bagaimana Anda tahu kapan pasar dalam mode “risk on”?

Anda dapat menggunakan Risk-On / Risk-Off Meter kami secara real-time.


## FAQ

**Apa yang dimaksud dengan sentimen 'risk off' di pasar keuangan?**
Sentimen 'risk off' adalah kondisi di mana trader dan investor mengurangi eksposur mereka terhadap aset berisiko dan lebih memilih aset yang dianggap aman untuk melindungi modal mereka.

**Aset apa saja yang cenderung menguat saat sentimen 'risk off'?**
Saat sentimen 'risk off', aset safe haven seperti Japanese yen, gold, U.S. Treasuries, dan German bunds cenderung menguat.

**Aset apa saja yang cenderung melemah saat sentimen 'risk off'?**
Aset berisiko seperti saham (misalnya S&P 500, DJIA), komoditas (misalnya minyak, tembaga), mata uang komoditas (AUD, NZD, CAD, NOK), dan mata uang emerging market (MXN, ZAR, TRY, BRL) cenderung melemah saat sentimen 'risk off'.

**Apa kebalikan dari sentimen 'risk off'?**
Kebalikan dari sentimen 'risk off' adalah sentimen 'risk on', di mana investor cenderung membeli aset berisiko karena optimisme terhadap prospek ekonomi.