# Risk On: Memahami Sentimen Pasar Keuangan

*English: Risk On*

> Pelajari apa itu sentimen 'risk on' dalam forex, aset apa saja yang termasuk, dan bagaimana membedakannya dari 'risk off'.

**Definisi:** Risk on adalah sentimen pasar di mana trader dan investor bersedia mengambil risiko lebih tinggi, mendorong kenaikan aset berisiko dan penurunan aset safe haven.

**URL:** https://kamus.belajarforex.co.id/r/risk-on

---

## Risk On

Istilah “risk on” mengacu pada sentimen pasar di mana trader dan investor di pasar keuangan mengambil risiko.

Dalam lingkungan “risk on”, Anda akan melihat harga aset berisiko tinggi seperti saham dan komoditas naik, serta aset safe haven seperti yen Jepang dan emas turun.

Kebalikan dari “risk on” adalah “risk off”.

Anda akan sering mendengar pasar digambarkan sebagai “risk on” atau “risk off”.

Keduanya adalah singkatan untuk sentimen pasar global.

“Risk On, Risk Off” juga dikenal sebagai “RORO”.

## Apa itu “risk on”?

Ketika partisipan pasar optimis tentang prospek ekonomi, mereka akan menaikkan harga aset yang lebih berisiko.

Itulah “risk on”.

Ketika Anda mendengar bahwa trader berada dalam mode “risk on”, ini umumnya berarti mereka membeli aset berisiko, biasanya dengan leverage.

## Apa itu “risk off”?

Ketika partisipan pasar pesimis tentang prospek ekonomi, atau berita negatif tak terduga muncul yang meningkatkan ketidakpastian tentang masa depan, partisipan pasar akan ingin menjual aset berisiko dan malah membeli aset safe haven.

Itulah “risk off”.

Ketika Anda mendengar bahwa trader berada dalam mode “risk off”, ini umumnya berarti mereka mengurangi leverage, menjual aset berisiko, dan membeli aset yang lebih “aman” atau bahkan beralih ke kas.

## Aset “risk on” yang umum?

Bagi trader saham, saham di industri yang lebih bergantung pada pertumbuhan ekonomi.

Bagi trader obligasi, obligasi korporasi dan pemerintah dengan peringkat lebih rendah namun imbal hasil lebih tinggi dianggap sebagai aset “risk on”.

Bagi trader mata uang:

- Mata uang komoditas seperti AUD, NZD, CAD, dan NOK.
- Mata uang emerging market (EM) seperti MXN, ZAR, TRY, dan BRL.

Bagi trader komoditas, logam industri seperti tembaga dan produk energi seperti minyak.

## Aset “risk off” yang umum?

Anda harus memperkirakan saham akan menderita secara luas.

Indikator yang baik adalah melihat indeks saham AS seperti S&P 500 dan DJIA dan melihat apakah semuanya diperdagangkan lebih rendah untuk mengkonfirmasi seberapa kuat sentimen “risk off”.

Aset “risk off” akan mencakup U.S. Treasuries dan German bunds, karena keduanya dianggap (hampir) bebas risiko.

Di antara mata uang, yen Jepang dan franc Swiss cenderung menguat karena trader melikuidasi carry trades. Carry trades adalah perdagangan di mana yen Jepang dipinjam dengan suku bunga rendah, dan kemudian digunakan untuk membeli aset dengan imbal hasil lebih tinggi (lebih berisiko) di pasar lain.

Harga emas biasanya naik dan imbal hasil obligasi pemerintah turun.


## FAQ

**Apa yang dimaksud dengan sentimen 'risk on' dalam pasar keuangan?**
Sentimen 'risk on' terjadi ketika trader dan investor bersedia mengambil risiko lebih tinggi, yang biasanya ditandai dengan kenaikan harga aset berisiko seperti saham dan komoditas.

**Apa kebalikan dari sentimen 'risk on'?**
Kebalikan dari sentimen 'risk on' adalah sentimen 'risk off', di mana trader cenderung menghindari risiko dan beralih ke aset yang lebih aman.

**Contoh aset apa saja yang dianggap 'risk on'?**
Aset 'risk on' meliputi saham dari industri yang bergantung pada pertumbuhan ekonomi, obligasi korporasi berimbal hasil tinggi, mata uang komoditas (AUD, NZD, CAD, NOK), mata uang emerging market (MXN, ZAR, TRY, BRL), logam industri (tembaga), dan produk energi (minyak).

**Bagaimana sentimen 'risk off' memengaruhi pasar?**
Dalam sentimen 'risk off', partisipan pasar cenderung menjual aset berisiko dan membeli aset safe haven seperti U.S. Treasuries, German bunds, yen Jepang, franc Swiss, dan emas, sementara harga saham biasanya turun.