# Sentimen Risiko: Memahami Perilaku Pasar Keuangan

*English: Risk Sentiment*

> Pelajari tentang sentimen risiko di pasar keuangan, apa itu 'risk on' dan 'risk off', serta cara mengukurnya untuk trading yang lebih baik.

**Definisi:** Sentimen risiko adalah ekspresi kesediaan partisipan pasar keuangan untuk mengambil risiko, yang tercermin dalam perilaku beli atau jual aset mereka.

**URL:** https://kamus.belajarforex.co.id/r/risk-sentiment

---

# Sentimen Risiko

Sentimen risiko adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana partisipan pasar keuangan (trader dan investor) berperilaku dan merasa.

Pilihan trader untuk membeli atau menjual berarti menyeimbangkan seberapa besar mereka siap kehilangan dengan seberapa besar mereka berharap mendapatkan keuntungan.

Anda bisa melihat sentimen risiko sebagai ekspresi kesediaan trader dan investor untuk mengambil risiko.

Ini berarti memahami risiko dan sikap kolektif pasar terhadap risiko, yaitu seberapa besar risiko yang siap Anda ambil dengan uang dan aset Anda dalam jangka waktu tertentu.

Anggap sentimen risiko sebagai suasana pasar keuangan secara keseluruhan.

Risiko dapat didefinisikan sebagai paparan terhadap kemungkinan cedera atau kerugian.

Ketika Anda memiliki posisi terbuka di pasar, Anda, berdasarkan definisi, mengambil risiko karena ada kemungkinan perdagangan Anda menghasilkan kerugian.

Pasar keuangan bermain pada sentimen risiko trader, mengingat kerentanan mereka terhadap dua emosi utama yang mendorong pengambilan keputusan mereka:

- Ketakutan
- Keserakahan

Karena sebagian besar aktivitas pasar keuangan didasarkan pada spekulasi jangka pendek, yang berarti perdagangan dapat dimasuki dan keluar dengan cepat, sentimen risiko adalah konsep penting untuk dipahami oleh trader.

Sentimen risiko digunakan untuk menggambarkan perilaku trader dan investor.

Apakah mereka "mencari risiko"?

Atau apakah mereka "mencari keamanan"?

## "Risk On"

Anda akan sering mendengar istilah "risk on" dan "risk off" digunakan di media keuangan.

Ketika pasar "mencari risiko", itu dianggap sebagai lingkungan "risk on".

Risiko "on" ketika prospek ekonomi optimis, data ekonomi yang masuk mendukung, dan pasar menunjukkan tingkat volatilitas harga yang rendah hingga normal (baik naik maupun turun).

Suasana "risk on" mengacu pada kesediaan trader untuk melakukan perdagangan yang lebih berisiko.

Dalam lingkungan "risk on", trader dan investor merasa lebih percaya diri dan akan mencari imbal hasil yang lebih tinggi dengan membeli "aset berisiko" dan menjual aset "safe haven".

Mereka mengalihkan modal mereka ke aset berisiko.

Biasanya, semakin tinggi risiko yang bersedia Anda ambil, semakin tinggi potensi imbal hasilnya. TETAPI sama halnya, semakin tinggi risiko kehilangan uang Anda juga.

Aset berisiko meliputi saham, komoditas, logam mulia, dan mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi, yang berkisar dari mata uang utama seperti dolar Australia (AUD) hingga mata uang berkembang seperti real Brasil (BRL).

## "Risk Off"

Ketika pasar "mencari keamanan", itu dianggap sebagai lingkungan "risk off".

Risiko "off" ketika prospek ekonomi buruk atau memburuk, data ekonomi mengecewakan atau sangat negatif, dan pasar menunjukkan tingkat volatilitas harga yang tinggi.

Peristiwa negatif yang tidak terduga atau mendadak, seperti krisis keuangan global (seperti Krisis Keuangan Besar pada tahun 2008), krisis kesehatan global (seperti Krisis Coronavirus pada tahun 2020), data ekonomi yang mengecewakan, gejolak geopolitik (seperti konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung), skandal politik, hasil pemilihan, dan bencana alam, dapat menggeser sentimen pasar ke "risk off".

Suasana "risk off" mengacu pada keengganan trader untuk melakukan perdagangan yang lebih berisiko.

Ketika trader menjadi "risk averse" (menghindari risiko), mereka cenderung mengambil dua tindakan:

- Menjual (keluar dari posisi) di "aset berisiko"
- Membeli (memasuki posisi) di "aset safe haven".

Dalam lingkungan pasar yang brutal, trader/investor mencari "safe haven" yang relatif lebih terlindungi jika kondisi ekonomi memburuk.

Mereka mengalihkan modal mereka ke aset safe haven.

Aset berisiko rendah ini menawarkan imbal hasil yang lebih rendah tetapi juga memiliki risiko yang lebih sedikit.

Aset safe haven dianggap sebagai cara terbaik untuk menjaga modal selama periode "risk aversion" atau kepanikan.

Aset safe haven utama adalah uang tunai.

Jika uang tunai bukan pilihan Anda (sebagai safe haven), contoh lain aset safe haven termasuk obligasi pemerintah AS, yen Jepang (JPY), franc Swiss (CHF), dolar AS (USD), dan emas (XAU).

Bagi trader saham, saham di perusahaan yang termasuk dalam sektor perawatan kesehatan, utilitas, dan barang konsumsi pokok juga dianggap sebagai aset safe haven atau "defensif".

Ini karena perusahaan di sektor-sektor ini menyediakan produk yang dibutuhkan orang terlepas dari lanskap ekonomi.

## Mengapa sentimen risiko penting?

Menyadari sentimen risiko membantu Anda menjaga modal serta mengelola risiko dan emosi.

Naik turunnya pasar harian atau mingguan sering kali mencerminkan pergeseran sentimen risiko.

Dengan mengetahui hal ini, Anda akan dapat lebih memahami mengapa pasar bertindak seperti itu.

Anda akan dapat tetap tenang dan memahami peristiwa, menafsirkan berita, dan menganalisis data ekonomi. Semuanya dalam cahaya yang lebih jelas.

Perlu diingat bahwa pergeseran sentimen risiko dapat terjadi secara bertahap atau cepat.

Pasar bisa dalam mode "risk on" selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan, hanya untuk dengan cepat beralih ke mode "risk off".

Melihat berita dan data pasar melalui lensa sentimen risiko memotong banyak ambiguitas atau kompleksitas peristiwa individu.

Ketika Anda melihat judul berita, tanyakan pada diri Anda "Apakah ini positif atau negatif bagi sentimen risiko?"

Signifikansi berita akan menentukan seberapa besar sentimen risiko akan bergeser.

Misalnya, rilis data ekonomi minor yang mengecewakan, dalam lingkungan ekonomi yang secara keseluruhan membaik, mungkin hanya berdampak sedikit atau tidak sama sekali pada sentimen risiko saat ini.

Dalam kasus ini, pasar hanya mengabaikan data dan terus membeli aset berisiko.

Dalam contoh lain, hasil negatif yang lebih besar dari perkiraan dalam rilis data ekonomi utama (seperti NFP) terhadap lingkungan ekonomi yang memburuk, dapat memiliki dampak besar pada sentimen risiko.

Saat sentimen risiko bergeser dari "risk on" ke "risk off", modal akan berputar dari aset berisiko ke aset safe haven.

Ini akan memicu aksi jual mendadak pada aset berisiko dan reli pada aset safe haven.

Ketika pasar dalam mode "risk off", para beruang (trader yang bertaruh pada penurunan harga) akan berkeliaran.

Dalam skenario terbaik, aksi harga akan tertahan, mencegah kenaikan yang berarti. Dalam skenario terburuk, harga akan jatuh lebih cepat daripada uji coba roket SpaceX yang gagal.

## Bagaimana cara mengukur sentimen risiko?

Untuk menggunakan sentimen risiko dalam trading Anda, Anda harus tahu cara menemukannya.

Berikut adalah empat hal yang perlu dipantau untuk mengetahui apakah Anda berada dalam lingkungan "risk on" atau "risk off".

### Indeks Saham AS

Indeks pasar saham AS adalah salah satu barometer real-time yang paling jelas untuk diamati.

Tiga indeks yang paling banyak diikuti di AS adalah S&P 500, Dow Jones Industrial Average (DJIA), dan NASDAQ Composite.

Indeks-indeks ini bertindak sebagai indikator tidak hanya untuk ekonomi AS tetapi juga untuk ekonomi global secara keseluruhan.

Media keuangan seperti CNBC dan Bloomberg sering melaporkan arah tiga indeks teratas secara teratur sepanjang hari.

Jika indeks saham naik, risiko "on".

Jika indeks saham turun, maka risiko "off".

### VIX

Untuk membantu mengukur tingkat "risk on atau off" pada saham, Anda melihat VIX Index, juga dikenal sebagai "Fear Gauge" atau "Fear Index".

Indeks volatilitas adalah ukuran kemungkinan pasar tertentu untuk membuat pergerakan harga yang tiba-tiba dan tak terduga, atau ketidakstabilannya yang relatif.

Ini adalah indeks volatilitas yang paling dikenal di pasar, dan sering digunakan oleh trader saham dan opsi untuk mengukur tingkat kecemasan pasar.

VIX Index mengukur ekspektasi pasar terhadap volatilitas di masa depan pada S&P 500 index.

Semakin tinggi VIX bergerak, semakin takut pasar. Semakin rendah VIX bergerak, semakin sedikit takut pasar.

Jika VIX memberikan nilai lebih besar dari 30 maka pasar dianggap volatil, sementara di bawah 20 dianggap tenang.

### Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS

Obligasi pemerintah diterbitkan oleh pemerintah untuk mengumpulkan uang guna membiayai proyek atau operasi sehari-hari.

Di AS, Departemen Keuangan AS menerbitkan obligasi sepanjang tahun yang dikenal sebagai "U.S. Treasuries".

Karena U.S. Treasuries didukung oleh pemerintah AS, mereka dianggap hampir bebas risiko sejauh investasi bisa didapatkan. Oleh karena itu, mengapa mereka dianggap sebagai aset safe haven.

Pemerintah AS menawarkan tiga jenis sekuritas pendapatan tetap untuk mendanai operasinya: Treasury bills, Treasury notes, dan Treasury bonds.

Setiap jenis sekuritas memiliki tingkat jatuh tempo yang berbeda mulai dari 4 minggu hingga 30 tahun, dan masing-masing membayar bunga dengan cara yang berbeda.

Media keuangan juga melaporkan imbal hasil dari berbagai U.S. Treasuries.

Jika imbal hasil naik, ini berarti pasar menjual utang pemerintah AS. (Menjual obligasi menyebabkan harganya turun yang meningkatkan imbal hasilnya.)

Jika orang menjual aset bebas risiko seperti itu, mereka mungkin merasa optimis, yang berarti sentimen telah bergeser ke "risk on".

Jika imbal hasil turun, ini berarti pasar membeli utang pemerintah AS. (Membeli obligasi menyebabkan harganya naik yang menurunkan imbal hasilnya.)

Jika orang membeli U.S. Treasuries, mereka mungkin merasa takut, yang berarti sentimen telah bergeser ke "risk off".

### Mata Uang Safe Haven

Mata uang biasanya paling sensitif terhadap sentimen risiko. Ketika sentimen bergeser, "mata uang safe haven" bereaksi cepat.

Mata uang safe haven adalah mata uang yang diharapkan akan mempertahankan atau meningkatkan nilainya dalam lingkungan "risk off".

Yang hebat dari pasar forex adalah pasar ini buka 24 jam sehari selama seminggu. Ini berarti Anda dapat memantau sentimen risiko bahkan ketika pasar saham AS tutup.

### Dolar AS

Kekuatan dolar AS adalah indikator sentimen "risk off".

Jika dolar AS (USD) lebih kuat terhadap mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi, pasar kemungkinan tidak senang dengan data ekonomi atau berita yang baru dirilis.

Jika demikian, maka respons mereka adalah mencari safe haven dolar AS.

Investor asing mungkin juga ingin membeli U.S. Treasuries sebagai safe haven, dan untuk membeli itu, Anda memerlukan USD.

Jika Anda tidak punya USD, maka Anda harus membeli beberapa. Ketika banyak investor melakukan ini secara bersamaan, ini menyebabkan USD naik.

### Franc Swiss

Franc Swiss adalah mata uang lain yang dianggap sebagai mata uang safe haven.

Stabilitas politik, kebijakan fiskal dan moneter yang sehat, dan ekonomi yang stabil menjadikan CHF mata uang safe haven yang kembali dicari oleh investor internasional di saat krisis.

Terlepas dari banyak krisis yang terjadi di masa lalu di pasar keuangan global, Swiss selalu berhasil bertahan tanpa terlalu banyak masalah.

Jika franc Swiss (CHF) lebih kuat terhadap mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi, ada gejolak pasar di suatu tempat, kemungkinan di Eropa.

Jika demikian, maka trader mata uang akan melarikan diri ke keamanan yang dirasakan dari CHF.

Aksi harga dari CHF tersebut akan menunjukkan lingkungan "risk off".

### Yen Jepang

Kekuatan yen Jepang adalah indikator lain dari sentimen "risk off".

Jika yen Jepang (JPY) lebih kuat terhadap mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi, pasar kemungkinan tidak senang dengan data ekonomi atau berita yang baru dirilis.

Terutama jika itu adalah data atau berita yang berkaitan dengan Amerika Serikat.

Jika demikian, maka respons mereka adalah mencari safe haven yen Jepang.

Pasangan mata uang spesifik yang perlu dipantau adalah AUD/JPY dan NZD/JPY karena popularitasnya sebagai carry trade, yang dianggap sebagai strategi tipe "risk on".

Penurunan mendadak pada AUD/JPY dan NZD/JPY menandakan risk aversion.

Ketika ada banyak ketidakpastian di dunia, biasanya ada "flight to safety" ke JPY (dan USD dan CHF).

Jika AUD/JPY dan NZD/JPY naik, ini menunjukkan bahwa sentimen risiko telah bergeser kembali ke "risk on".

## Tidak ada yang sepenuhnya aman.

Agar jelas, tidak ada aset yang 100% bebas risiko untuk ditinggali.

Tidak akurat untuk berpikir ada aset "aman permanen". Tidak mungkin untuk benar-benar "risk off".

Bahkan jika Anda dalam bentuk uang tunai, Anda berisiko inflasi perlahan mengikis daya beli Anda.

"Risk on" dan "risk off" hanyalah istilah untuk menggambarkan suasana partisipan pasar yang memengaruhi apa yang mereka beli dan jual, menyebabkan aset tertentu naik atau turun harganya secara signifikan.

Selalu ada risiko.

Anda juga dapat menggunakan Pengukur Risk-On / Risk-Off kami untuk membantu Anda mengukur sentimen risiko.


## FAQ

**Apa itu sentimen risiko dalam konteks pasar keuangan?**
Sentimen risiko adalah istilah yang menggambarkan bagaimana trader dan investor merasakan dan berperilaku di pasar keuangan, yang tercermin dalam kesediaan mereka untuk mengambil risiko.

**Apa perbedaan antara lingkungan 'risk on' dan 'risk off'?**
Lingkungan 'risk on' terjadi ketika trader lebih bersedia mengambil risiko, membeli aset berisiko seperti saham dan komoditas, karena prospek ekonomi yang optimis. Sebaliknya, 'risk off' terjadi ketika trader menghindari risiko, menjual aset berisiko dan membeli aset safe haven seperti obligasi pemerintah AS atau emas, karena prospek ekonomi yang buruk atau ketidakpastian.

**Bagaimana cara mengukur sentimen risiko di pasar?**
Sentimen risiko dapat diukur dengan memantau indeks saham AS (seperti S&P 500), VIX Index (Fear Gauge), imbal hasil obligasi pemerintah AS, dan pergerakan mata uang safe haven seperti USD, CHF, dan JPY.

**Mengapa sentimen risiko penting bagi trader?**
Memahami sentimen risiko membantu trader mengelola modal, mengelola risiko dan emosi, serta lebih baik dalam menafsirkan pergerakan pasar dan berita keuangan.

**Apakah ada aset yang benar-benar bebas risiko?**
Tidak ada aset yang 100% bebas risiko. Bahkan uang tunai berisiko tergerus oleh inflasi. 'Risk on' dan 'risk off' adalah deskripsi suasana pasar, bukan jaminan keamanan mutlak.