# RORO: Memahami Pergerakan Aset Berdasarkan Toleransi Risiko

*English: RORO*

> Pelajari RORO (Risk On, Risk Off) dalam forex. Pahami bagaimana sentimen investor memengaruhi pergerakan aset dan korelasi pasar.

**Definisi:** RORO adalah singkatan dari Risk On, Risk Off, yang menggambarkan kondisi pasar di mana pergerakan harga dipengaruhi oleh perubahan toleransi risiko investor.

**URL:** https://kamus.belajarforex.co.id/r/roro

---

# RORO

RORO adalah singkatan dari "Risk On, Risk Off".

RORO menggambarkan lingkungan pasar di mana perilaku harga merespons dan didorong oleh perubahan toleransi risiko oleh investor dan trader.

Perubahan toleransi risiko biasanya disebabkan oleh pergeseran mendadak dalam prospek ekonomi global.

Secara tradisional, aset keuangan dievaluasi secara independen satu sama lain sesuai dengan karakteristik uniknya. Jadi, sebagian besar aset bergerak secara independen satu sama lain.

Di era RORO, segalanya telah berubah.

Aset keuangan kini dibagi menjadi dua kelompok:

- Berisiko rendah
- Berisiko tinggi

Ketika optimisme tinggi, partisipan pasar mengaktifkan sakelar risiko mereka dan beralih ke kelompok aset yang lebih berisiko.

Ini berarti bahwa selama periode ketika risiko dianggap rendah, trader cenderung membeli aset berisiko lebih tinggi ("risk on").

Ketika risiko dianggap tinggi, trader cenderung membuang aset berisiko tinggi dan membeli investasi berisiko lebih rendah ("risk off") sebagai gantinya.

Jadi, jika optimisme berubah menjadi pesimisme, partisipan pasar mematikan sakelar mereka.

Dan, secara bersama-sama, mereka mundur ke kelas aset safe haven.

Ini berarti aset cenderung berkorelasi satu sama lain, baik positif maupun negatif, daripada bergerak secara independen satu sama lain.

## Aset "Risk On" vs. Aset "Risk Off"

Berikut adalah panduan mengenai aset mana yang dibeli atau dihindari selama lingkungan "risk on" dan "risk off".

- Saham
- Mata Uang Komoditas (AUD, CAD, NZD)
- Mata Uang EM
- Komoditas Energi

- Obligasi
- Dolar AS
- Yen Jepang
- Franc Swiss
- Mata Uang Non-Komoditas

- Obligasi Berkualitas Tinggi (US Treasuries)
- Dolar AS
- Yen Jepang
- Franc Swiss

- Saham
- Komoditas
- Mata Uang Non-Komoditas (AUD, CAD, NZD) Mata Uang EM

## "RORO Trade"

Teori di balik RORO adalah tarik ulur antara kekuatan inflasi dan deflasi.

- Ketika kekuatan inflasi dianggap menguat, maka "risk on".
- Ketika kekuatan deflasi dianggap menguat, maka "risk off".

Efek dari "Risk On, Risk Off" adalah volatilitas yang lebih besar dan, yang terpenting, korelasi aset yang lebih besar.

Sejak Krisis Finansial Besar pada tahun 2008, ada tren yang berkembang di kalangan partisipan pasar, terutama investor/trader institusional, untuk membeli risiko ("risk on") ketika inflasi menjadi ekspektasi utama bagi ekonomi dan menjual risiko ("risk off") ketika deflasi menjadi ekspektasi utama bagi ekonomi.

Karena semua partisipan pasar ini melakukan jenis perdagangan yang serupa, ini terkadang disebut "RORO Trade".

Pergerakan massal institusi keuangan besar, hedge fund, dan trader yang "all in" atau "all out" dari kelas aset telah menyebabkan banyak aset menjadi sangat berkorelasi.


## FAQ

**Apa kepanjangan dari RORO?**
RORO adalah singkatan dari Risk On, Risk Off.

**Apa yang digambarkan oleh RORO dalam pasar keuangan?**
RORO menggambarkan lingkungan pasar di mana perilaku harga merespons dan didorong oleh perubahan toleransi risiko oleh investor dan trader.

**Apa yang menyebabkan perubahan toleransi risiko dalam konteks RORO?**
Perubahan toleransi risiko biasanya disebabkan oleh pergeseran mendadak dalam prospek ekonomi global.

**Bagaimana aset keuangan dikategorikan dalam era RORO?**
Dalam era RORO, aset keuangan dibagi menjadi dua kelompok: berisiko rendah dan berisiko tinggi.

**Apa efek utama dari fenomena "Risk On, Risk Off"?**
Efek utama dari "Risk On, Risk Off" adalah volatilitas yang lebih besar dan korelasi aset yang lebih besar.