# Stochastic Oscillator: Indikator Momentum untuk Trading

*English: Stochastic*

> Pelajari Stochastic Oscillator, indikator momentum yang melacak harga penutupan terhadap rentang high-low. Temukan cara menggunakannya untuk sinyal trading.

**Definisi:** Stochastic Oscillator adalah indikator momentum yang menunjukkan posisi harga penutupan relatif terhadap rentang high-low selama periode waktu tertentu.

**URL:** https://kamus.belajarforex.co.id/s/stochastic

---

# Stochastic

Stochastic Oscillator adalah indikator momentum yang menunjukkan lokasi harga penutupan relatif terhadap rentang high-low selama periode waktu yang ditentukan.

Indikator ini dikembangkan oleh George C. Lane pada akhir 1950-an. Ia percaya bahwa momentum berubah sebelum harga, sehingga ia menciptakan Stochastic Oscillator untuk mengikuti "kecepatan" atau momentum harga.

Oscillator ini bekerja berdasarkan teori bahwa selama uptrend, harga akan tetap sama atau di atas harga penutupan periode sebelumnya, dan dalam downtrend, harga akan tetap sama atau di bawah harga penutupan sebelumnya.

Singkatnya:

- Dalam uptrend, harga penutupan cenderung ditutup mendekati level high.
- Dalam downtrend, harga penutupan cenderung ditutup mendekati level low.

Jika harga penutupan mulai menjauh dari level high atau low, maka momentum dianggap melambat.

Stochastics paling efektif dalam rentang trading yang luas atau tren yang bergerak lambat.

## Cara Kerja Stochastic

Indikator ini dapat berkisar dari 0 hingga 100.

Dua garis digrafikkan, yaitu %K yang berosilasi cepat, dan moving average dari %K, yang umumnya disebut %D.

Stochastic Oscillator mengukur level penutupan relatif terhadap rentang high-low selama periode waktu tertentu.

Asumsikan bahwa highest high sama dengan 100, lowest low sama dengan 90, dan close sama dengan 98.

Ini berarti rentang high-low adalah 10 (100-90), yang merupakan penyebut dalam formula %K.

Close dikurangi lowest low sama dengan 8, yang merupakan pembilang.

8 dibagi 10 sama dengan 0.80 atau 80%.

Kalikan angka ini dengan 100 untuk menemukan %K.

%K akan sama dengan 20 jika close berada di 92 (0.20 x 100).

Stochastic Oscillator berada di atas 50 ketika close berada di paruh atas rentang dan di bawah 50 ketika close berada di paruh bawah rentang.

Pembacaan rendah (di bawah 20) menunjukkan bahwa harga mendekati LOW untuk periode waktu yang diberikan.

Pembacaan tinggi (di atas 80) menunjukkan bahwa harga mendekati HIGH untuk periode waktu yang diberikan.

## Cara Trading Menggunakan Stochastic

### Kondisi Overbought/Oversold

Level 80 dan 20 adalah level yang paling umum digunakan. Secara umum, area di atas 80 menunjukkan wilayah overbought, sementara area di bawah 20 dianggap wilayah oversold.

- Sinyal jual diberikan ketika oscillator berada di atas 80 dan kemudian melintasi kembali ke bawah 80.
- Sinyal beli diberikan ketika oscillator berada di bawah 20 dan kemudian melintasi kembali ke atas 20.

### Sinyal Crossover

Sinyal crossover terjadi ketika kedua garis melintasi di wilayah overbought atau oversold.

- Sinyal jual terjadi ketika garis %K yang menurun melintasi di bawah garis %D di wilayah overbought.
- Sinyal beli terjadi ketika garis %K yang meningkat melintasi di atas garis %D di wilayah oversold.

### Divergensi

Divergensi terbentuk ketika harga membuat high atau low baru pada harga, tetapi Stochastic Oscillator TIDAK.

- Divergensi bullish terbentuk ketika harga membuat lower low, tetapi Stochastic Oscillator membentuk higher low. Ini menunjukkan momentum penurunan yang lebih sedikit dan menandakan potensi pembalikan bullish.
- Divergensi bearish terbentuk ketika harga membuat higher high, tetapi Stochastic Oscillator membentuk lower high. Ini menunjukkan momentum kenaikan yang lebih sedikit dan menandakan potensi pembalikan bearish.

Tiga versi Stochastic Oscillator ada: Fast, Slow, dan Full.

Setiap versi menerapkan perhitungan yang berbeda pada nilai Stochastic Oscillator dasar.


## FAQ

**Apa itu Stochastic Oscillator?**
Stochastic Oscillator adalah indikator momentum yang menunjukkan posisi harga penutupan relatif terhadap rentang high-low selama periode waktu tertentu.

**Bagaimana cara kerja Stochastic Oscillator?**
Indikator ini mengukur level penutupan relatif terhadap rentang high-low selama periode waktu tertentu, menghasilkan nilai antara 0 hingga 100, dengan dua garis utama: %K dan %D.

**Apa arti level di atas 80 dan di bawah 20 pada Stochastic Oscillator?**
Level di atas 80 umumnya menunjukkan kondisi overbought (terlalu banyak dibeli), sementara level di bawah 20 menunjukkan kondisi oversold (terlalu banyak dijual).

**Apa itu sinyal crossover pada Stochastic Oscillator?**
Sinyal crossover terjadi ketika garis %K melintasi garis %D, baik di wilayah overbought (sinyal jual) maupun oversold (sinyal beli).

**Apa itu divergensi pada Stochastic Oscillator?**
Divergensi terjadi ketika harga membuat high atau low baru, tetapi Stochastic Oscillator tidak, yang dapat menandakan potensi pembalikan tren.