4 menit baca 844 kata Diperbarui: 16 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang What Is an Amortized Bond? How They Work, and Example
- Amortized bond dilunasi secara bertahap, bukan sekaligus di akhir masa jatuh tempo.
- Pembayaran awal lebih banyak untuk bunga, kemudian porsi pokok meningkat.
- Membantu penerbit mengelola arus kas dan investor menerima pengembalian berkala.
- Contoh umum termasuk obligasi hipotek dan beberapa obligasi korporasi.
- Dianggap sebagai investasi berisiko relatif rendah untuk jangka panjang.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan What Is an Amortized Bond? How They Work, and Example
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu What Is an Amortized Bond? How They Work, and Example?
What Is an Amortized Bond? How They Work, and Example adalah Obligasi yang dilunasi bertahap melalui pembayaran bunga dan pokok berkala, dengan porsi pokok meningkat seiring waktu.
Penjelasan Lengkap tentang What Is an Amortized Bond? How They Work, and Example
Amortized Bond: Pengertian dan Mekanisme Lengkap
Dalam dunia investasi obligasi, amortized bond atau obligasi teramortisasi merujuk pada jenis obligasi yang dirancang untuk dilunasi secara bertahap sepanjang periode waktu tertentu. Berbeda dengan obligasi konvensional yang seluruh pokoknya dibayarkan di akhir masa jatuh tempo, amortized bond melakukan pembayaran gabungan bunga (kupon) dan pokok secara berkala. Mekanisme ini memberikan keuntungan ganda bagi penerbit dan investor.
Bagaimana Amortized Bond Bekerja?
Mekanisme pembayaran amortized bond bersifat dinamis. Pada tahap awal masa berlaku obligasi, sebagian besar dari setiap pembayaran berkala dialokasikan untuk bunga. Namun, seiring berjalannya waktu, proporsi pembayaran untuk pokok pinjaman akan terus meningkat, sementara porsi bunga akan menurun. Struktur ini memastikan bahwa pada saat obligasi jatuh tempo, seluruh pokok pinjaman telah terbayarkan sepenuhnya.
- Pembayaran Awal: Lebih banyak porsi bunga, lebih sedikit porsi pokok.
- Pembayaran Lanjut: Porsi pokok meningkat, porsi bunga menurun.
- Akhir Masa Jatuh Tempo: Seluruh pokok pinjaman telah terbayarkan.
Manfaat utama dari struktur ini adalah membantu penerbit obligasi dalam mengelola arus kas mereka, karena pembayaran pokok tidak menumpuk di akhir. Bagi investor, ini berarti menerima pengembalian investasi yang lebih teratur, baik dalam bentuk bunga maupun pengembalian sebagian modal.
Harga dan Pasar Obligasi
Seperti obligasi pada umumnya, harga jual beli amortized bond dapat berfluktuasi di pasar sekunder. Nilai obligasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat suku bunga pasar, peringkat kredit penerbit, dan sisa waktu jatuh tempo. Investor yang membeli obligasi ini akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pembayaran pokok pada akhir masa kontrak atau sesuai jadwal amortisasi.
Jika harga pasar obligasi meningkat di atas nilai nominalnya (harga premium), investor yang menjualnya akan mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, jika harga obligasi turun di bawah harga pembelian, investor berisiko mengalami kerugian jika memutuskan untuk menjual sebelum jatuh tempo.
Contoh Amortized Bond
Contoh paling umum dari amortized bond adalah:
- Obligasi Hipotek (Mortgage Bonds): Pembayaran cicilan bulanan meliputi bunga dan pokok, yang secara bertahap mengurangi saldo utang hipotek.
- Obligasi Korporasi Tertentu: Beberapa obligasi korporasi juga dapat diterbitkan dengan skema pembayaran teramortisasi, sesuai kebijakan perusahaan penerbit.
Karena adanya pembayaran pokok yang berkala, jumlah utang yang harus dibayar oleh penerbit akan terus menurun dari waktu ke waktu, memberikan kepastian dan mengurangi beban keuangan jangka panjang.
Investasi Amortized Bond
Bagi investor yang mencari investasi jangka panjang dengan profil risiko yang relatif rendah, amortized bond bisa menjadi pilihan yang menarik. Pengembalian yang teratur dan pelunasan pokok secara bertahap memberikan stabilitas. Namun, sangat penting bagi calon investor untuk melakukan riset mendalam mengenai penerbit, kondisi pasar keuangan, dan memahami sepenuhnya mekanisme kerja obligasi sebelum melakukan investasi.
Cara Menggunakan What Is an Amortized Bond? How They Work, and Example
Memahami amortized bond membantu investor dalam memilih instrumen investasi jangka panjang yang menawarkan pengembalian berkala dan risiko yang terkelola.
- 1Identifikasi obligasi yang memiliki skema pembayaran teramortisasi.
- 2Analisis jadwal pembayaran bunga dan pokok untuk memahami arus kas yang akan diterima.
- 3Evaluasi profil risiko penerbit obligasi dan kondisi pasar saat ini.
- 4Pertimbangkan tujuan investasi jangka panjang dan toleransi risiko Anda sebelum membeli.
Contoh Penggunaan What Is an Amortized Bond? How They Work, and Example dalam Trading
Seorang investor membeli obligasi hipotek senilai Rp 1.000.000.000 dengan tenor 10 tahun dan kupon bunga 8% per tahun yang dibayarkan bulanan. Setiap bulan, sebagian dari pembayaran adalah bunga atas saldo pokok yang tersisa, dan sebagian lagi adalah pengembalian pokok. Awalnya, pembayaran bunga akan lebih besar, namun seiring waktu, porsi pengembalian pokok akan meningkat, sehingga saldo utang berkurang secara bertahap hingga lunas di akhir tahun ke-10.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: obligasi, obligasi korporasi, obligasi hipotek, kupon, jatuh tempo, nilai nominal, pasar sekunder
Pertanyaan Umum tentang What Is an Amortized Bond? How They Work, and Example
Apa perbedaan utama antara amortized bond dan obligasi konvensional?
Perbedaan utamanya terletak pada cara pelunasan pokok. Amortized bond melunasi pokok secara bertahap melalui pembayaran berkala, sementara obligasi konvensional melunasi seluruh pokok di akhir masa jatuh tempo.
Apakah amortized bond cocok untuk semua jenis investor?
Amortized bond umumnya dianggap cocok untuk investor jangka panjang yang mencari stabilitas dan pengembalian berkala dengan risiko relatif rendah. Namun, riset tetap diperlukan.
Bagaimana fluktuasi suku bunga mempengaruhi harga amortized bond?
Seperti obligasi lainnya, jika suku bunga pasar naik, harga amortized bond yang beredar cenderung turun, dan sebaliknya jika suku bunga pasar turun.