4 menit baca 861 kata Diperbarui: 16 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang What Is Ether (ETH)? Definition, How It Works, Vs. Bitcoin

  • Ether (ETH) adalah mata uang kripto native dari blockchain Ethereum.
  • ETH tidak hanya sebagai alat tukar, tetapi juga untuk menjalankan program di jaringan Ethereum.
  • Ethereum mendukung smart contracts dan aplikasi terdesentralisasi (dApps).
  • Dibandingkan Bitcoin, ETH memiliki transaksi lebih cepat, biaya lebih rendah, dan utilitas platform yang lebih luas.
  • Bitcoin fokus sebagai penyimpan nilai dan alat tukar, sementara Ethereum sebagai platform komputasi terdesentralisasi.

📑 Daftar Isi

Apa itu What Is Ether (ETH)? Definition, How It Works, Vs. Bitcoin?

What Is Ether (ETH)? Definition, How It Works, Vs. Bitcoin adalah Ether (ETH) adalah aset kripto asli jaringan blockchain Ethereum, berfungsi sebagai 'bahan bakar' untuk menjalankan aplikasi terdesentralisasi dan smart contract.

Penjelasan Lengkap tentang What Is Ether (ETH)? Definition, How It Works, Vs. Bitcoin

Apa Itu Ether (ETH)?

Ether (ETH) adalah salah satu aset kripto paling populer di dunia, dikenal sebagai mata uang asli atau token bawaan dari jaringan blockchain Ethereum. Berbeda dengan Bitcoin yang utamanya dirancang sebagai mata uang digital atau penyimpan nilai, Ether memiliki fungsi yang lebih luas. Ia bertindak sebagai 'bahan bakar' atau 'gas' untuk menjalankan berbagai aplikasi dan transaksi di dalam ekosistem Ethereum.

Bagaimana Ether Bekerja?

Sama seperti Bitcoin, Ether beroperasi pada jaringan blockchain yang terdesentralisasi. Transaksi ETH divalidasi dan dicatat oleh para penambang (miners) atau validator, tergantung pada mekanisme konsensus yang digunakan jaringan Ethereum (saat ini beralih ke Proof-of-Stake). Namun, ada beberapa perbedaan kunci dalam cara kerjanya dibandingkan Bitcoin:

  • Kecepatan Transaksi: Jaringan Ethereum umumnya mampu memproses transaksi dengan kecepatan yang lebih tinggi.
  • Biaya Transaksi: Biaya transaksi di Ethereum (dikenal sebagai 'gas fee') bisa bervariasi, namun dalam banyak kasus, dapat lebih efisien dibandingkan beberapa jaringan blockchain lainnya.
  • Smart Contracts: Kemampuan paling revolusioner dari Ethereum adalah dukungan terhadap smart contracts. Ini adalah program komputer yang berjalan secara otomatis ketika kondisi tertentu terpenuhi, memungkinkan pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang kompleks.
  • Ekosistem yang Luas: Ethereum menjadi platform utama untuk berbagai inovasi blockchain, termasuk token non-fungible (NFT), keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan game blockchain. ETH digunakan untuk membayar biaya operasional dalam ekosistem ini.

Ether (ETH) vs. Bitcoin (BTC)

Perbandingan antara Ether dan Bitcoin seringkali menjadi topik diskusi hangat di kalangan trader dan investor kripto. Meskipun keduanya adalah aset kripto, fokus dan tujuan mereka berbeda:

  • Tujuan Utama: Bitcoin dirancang untuk menjadi 'emas digital', sebuah penyimpan nilai dan alat tukar yang terdesentralisasi. Sementara itu, Ethereum lebih berfokus pada penyediaan platform komputasi terdesentralisasi yang dapat menjalankan berbagai aplikasi.
  • Pasokan: Bitcoin memiliki pasokan maksimum yang terbatas (21 juta BTC), yang menjadikannya aset yang langka. Pasokan Ether, meskipun memiliki mekanisme pembakaran (burning) untuk mengontrol inflasi, secara teoritis tidak memiliki batas keras seperti Bitcoin.
  • Utilitas: Utilitas ETH jauh melampaui sekadar alat tukar; ia adalah komponen vital untuk eksekusi smart contracts dan dApps di jaringan Ethereum. Bitcoin utamanya digunakan untuk transfer nilai.
  • Persepsi Investasi: Bitcoin sering dianggap sebagai investasi jangka panjang karena kelangkaannya dan statusnya sebagai 'aset digital pertama'. Ethereum, di sisi lain, sering dilihat sebagai investasi spekulatif yang terkait dengan pertumbuhan ekosistem blockchain dan potensi inovasi di masa depan.

Secara keseluruhan, kedua aset kripto ini memainkan peran yang berbeda namun penting dalam lanskap aset digital. Memahami perbedaan ini krusial bagi para trader dan investor dalam membuat keputusan yang tepat.

Cara Menggunakan What Is Ether (ETH)? Definition, How It Works, Vs. Bitcoin

Ether (ETH) dapat digunakan dalam trading sebagai aset spekulatif, sebagai 'bahan bakar' untuk transaksi di jaringan Ethereum, atau sebagai alat untuk berinteraksi dengan dApps dan smart contracts.

  1. 1Beli ETH melalui bursa kripto terkemuka.
  2. 2Gunakan ETH untuk membayar biaya gas saat melakukan transaksi di jaringan Ethereum (misalnya, mengirim token ERC-20, berinteraksi dengan smart contract DeFi).
  3. 3Investasikan ETH sebagai aset jangka panjang, berdasarkan keyakinan pada pertumbuhan ekosistem Ethereum.
  4. 4Gunakan ETH dalam platform trading untuk berspekulasi pada pergerakan harganya terhadap mata uang fiat atau aset kripto lainnya.

Contoh Penggunaan What Is Ether (ETH)? Definition, How It Works, Vs. Bitcoin dalam Trading

Seorang trader forex profesional memutuskan untuk diversifikasi portofolionya. Ia membeli Ether (ETH) senilai $1000 melalui bursa kripto terkemuka, dengan harapan nilainya akan meningkat seiring adopsi teknologi blockchain Ethereum yang semakin luas. Selain itu, ia juga menggunakan sebagian kecil ETH-nya untuk berpartisipasi dalam protokol DeFi di jaringan Ethereum, membayar biaya transaksi menggunakan ETH tersebut.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Ethereum, Blockchain, Smart Contract, Aset Kripto, DeFi, dApps, Gas Fee, Miner, Bitcoin

Pertanyaan Umum tentang What Is Ether (ETH)? Definition, How It Works, Vs. Bitcoin

Apakah Ether sama dengan Ethereum?

Tidak, Ether (ETH) adalah mata uang kripto asli dari jaringan blockchain Ethereum. Ethereum adalah platformnya, sedangkan Ether adalah aset digital yang digunakan di dalam platform tersebut.

Mengapa ETH disebut 'gas'?

ETH disebut 'gas' karena ia berfungsi sebagai bahan bakar yang dibutuhkan untuk menjalankan operasi atau transaksi di jaringan Ethereum, serupa dengan cara bensin menggerakkan kendaraan.

Bagaimana cara mendapatkan Ether?

Anda bisa mendapatkan Ether dengan membelinya melalui bursa kripto, menambangnya (jika masih menggunakan mekanisme Proof-of-Work, meskipun Ethereum telah beralih ke Proof-of-Stake), atau menerimanya sebagai pembayaran untuk layanan atau produk di jaringan Ethereum.