# Mengejar Imbal Hasil (Yield Chasing)

*English: Yield Chasing*

> Pelajari tentang 'Yield Chasing', strategi investor mencari imbal hasil tinggi di tengah suku bunga rendah atau negatif, dan dampaknya.

**Definisi:** Yield chasing adalah strategi investor mencari imbal hasil yang lebih tinggi dengan berinvestasi pada aset yang lebih berisiko ketika suku bunga acuan sangat rendah atau negatif.

**URL:** https://kamus.belajarforex.co.id/y/yield-chasing

---

# Mengejar Imbal Hasil (Yield Chasing)

Yield chasing merujuk pada situasi di mana bank sentral menekan suku bunga di level rendah atau negatif.

Kebijakan moneter bank sentral saat ini biasanya menjalankan kebijakan suku bunga nol ("ZIRP") atau kebijakan suku bunga negatif ("NIRP").

Karena lingkungan ZIRP atau NIRP, imbal hasil dari surat utang pendapatan tetap pemerintah terlalu rendah, sehingga investor mencari imbal hasil lebih tinggi dan "mengejar imbal hasil" di aset keuangan lain yang jauh lebih berisiko.

Dalam bahasa yang lebih canggih, para ahli teori keuangan perilaku menemukan bahwa jika kita diberi pilihan antara kerugian pasti dan taruhan buruk, hampir semua dari kita akan memilih taruhan buruk.

Mereka tidak melangkah lebih jauh dan menjelaskan bahwa kita tidak suka mengakui mengambil taruhan buruk sehingga kita menjadi sangat reseptif terhadap narasi meragukan yang tampaknya mengubah taruhan buruk fundamental menjadi taruhan yang baik.

Pengejar imbal hasil yang membeli obligasi berisiko untuk mendapatkan imbal hasil tambahan di atas suku bunga negatif atau rendah pada obligasi aman memutar narasi di mana risiko kredit sebenarnya lebih rendah dari biasanya.

Misalnya dalam industri minyak, mereka mungkin telah berlangganan hipotesis spekulatif bahwa harga minyak akan tetap tinggi secara permanen.

Jika mereka meningkatkan imbal hasil dengan mengambil risiko nilai tukar, mereka meyakinkan diri sendiri bahwa fluktuasi nilai tukar mata uang akan tetap sangat rendah.

Di pasar saham dan real estat kita telah banyak mendengar tentang "tidak ada tempat lain untuk pergi," atau "TINA" tetapi dalam mode rasional, individu akan tahu bahwa harga sudah mencerminkan keputusasaan investor yang dilanda kelaparan pendapatan bunga.

Di sinilah insinyur keuangan berperan.

Tugas insinyur keuangan adalah bekerja pada struktur modal perusahaan dengan cara untuk meningkatkan tingkat pengembalian yang tampak di pasar ekuitas yang sedang naik.

Dalam kondisi kelaparan seperti itu, insinyur keuangan menemukan bahwa permintaan untuk layanan mereka melonjak.

Teknik utama yang mereka terapkan adalah meningkatkan leverage, menyamarkannya sebanyak mungkin (investor yang kelaparan pendapatan sangat rentan).

Konsekuensinya adalah meningkatnya kerentanan keuangan yang menyertai akumulasi salah investasi.

Bahkan para pengejar imbal hasil di benak mereka takut akan kehancuran tetapi mereka meyakinkan diri sendiri bahwa ini tidak dapat terjadi dalam jangka pendek.


## FAQ

**Apa itu Yield Chasing?**
Yield chasing adalah strategi investor mencari imbal hasil yang lebih tinggi dengan berinvestasi pada aset yang lebih berisiko ketika suku bunga acuan sangat rendah atau negatif.

**Mengapa investor melakukan Yield Chasing?**
Investor melakukan yield chasing karena imbal hasil dari aset yang aman seperti surat utang pemerintah sangat rendah akibat kebijakan suku bunga nol (ZIRP) atau negatif (NIRP).

**Apa saja contoh aset yang dicari dalam Yield Chasing?**
Investor dapat mencari imbal hasil lebih tinggi pada aset seperti obligasi berisiko, saham, atau real estat, yang secara inheren memiliki risiko lebih tinggi.

**Bagaimana peran insinyur keuangan dalam Yield Chasing?**
Insinyur keuangan membantu perusahaan meningkatkan tingkat pengembalian yang tampak, seringkali dengan meningkatkan leverage, untuk menarik investor yang mencari imbal hasil tinggi.

**Apa konsekuensi dari Yield Chasing?**
Konsekuensi dari yield chasing adalah meningkatnya kerentanan keuangan dan akumulasi salah investasi yang dapat menyebabkan kehancuran pasar.