4 menit baca 748 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Accounting Profit
- Accounting profit adalah laba bersih yang dilaporkan dalam laporan keuangan.
- Dihitung dengan mengurangkan total biaya dari total pendapatan yang tercatat.
- Berbeda dengan cash flow, accounting profit tidak selalu mencerminkan ketersediaan kas riil.
- Memberikan gambaran kinerja finansial berdasarkan prinsip akuntansi.
- Penting untuk dianalisis bersama laporan keuangan lain untuk gambaran utuh.
📑 Daftar Isi
Apa itu Accounting Profit?
Accounting Profit adalah Keuntungan yang tercatat dalam laporan keuangan, dihitung dari pendapatan dikurangi biaya yang telah dibukukan.
Penjelasan Lengkap tentang Accounting Profit
Dalam dunia trading dan investasi, Accounting Profit merujuk pada keuntungan yang secara resmi dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan suatu entitas, baik itu perusahaan maupun portofolio investasi individu. Konsep ini merupakan hasil perhitungan matematis yang dilakukan oleh akuntan berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.
Bagaimana Accounting Profit Dihitung?
Perhitungan accounting profit sangatlah lugas. Ini diperoleh dengan mengurangkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan operasional bisnis atau mengelola portofolio investasi dari total pendapatan yang berhasil diterima. Rumus dasarnya adalah:
Accounting Profit = Total Pendapatan - Total Biaya
Pendapatan yang dimaksud mencakup berbagai sumber pemasukan yang diakui secara akuntansi, sementara biaya meliputi segala pengeluaran yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan aktivitas ekonomi tersebut, seperti biaya operasional, gaji, sewa, depresiasi, bunga, dan pajak.
Perbedaan Kunci dengan Cash Flow Profit
Perbedaan fundamental antara accounting profit dan cash flow profit (atau laba kas) terletak pada pencatatan waktu. Accounting profit berfokus pada pendapatan dan biaya yang telah diakui berdasarkan kaidah akuntansi (prinsip akrual), terlepas dari kapan uang tunai benar-benar diterima atau dibayarkan. Sebaliknya, cash flow profit hanya memperhitungkan pergerakan uang tunai yang masuk dan keluar secara riil.
Hal ini berarti, sebuah entitas bisa saja melaporkan accounting profit yang positif, namun pada saat yang sama mengalami kesulitan likuiditas (kekurangan kas). Situasi ini bisa terjadi jika ada piutang yang belum tertagih, pembayaran dari pelanggan yang tertunda, atau biaya-biaya yang harus dibayar segera namun belum tercatat sepenuhnya dalam periode laporan.
Pentingnya Analisis Menyeluruh
Meskipun accounting profit memberikan indikasi yang berharga mengenai profitabilitas dan kinerja finansial suatu entitas dalam periode tertentu, analisisnya saja tidak cukup untuk menilai kesehatan keuangan secara komprehensif. Para investor, analis, dan manajemen perlu melihatnya bersama dengan metrik keuangan lainnya, terutama:
- Cash Flow Statement (Laporan Arus Kas): Untuk memahami pergerakan uang tunai yang sebenarnya.
- Balance Sheet (Neraca): Untuk melihat posisi aset, liabilitas, dan ekuitas pada titik waktu tertentu.
- Catatan atas Laporan Keuangan: Untuk mendapatkan detail dan penjelasan lebih lanjut mengenai angka-angka yang disajikan.
Dengan menggabungkan analisis accounting profit dengan informasi dari laporan keuangan lainnya, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih akurat dan mendalam mengenai kondisi finansial, efisiensi operasional, dan keberlanjutan bisnis atau investasi.
Cara Menggunakan Accounting Profit
Accounting profit digunakan sebagai indikator awal kinerja profitabilitas dalam laporan keuangan, namun harus dianalisis bersama metrik lain untuk gambaran yang akurat.
- 1Identifikasi laporan keuangan yang relevan (Laporan Laba Rugi).
- 2Temukan angka 'Laba Bersih' atau 'Accounting Profit' yang tercatat.
- 3Bandingkan angka ini dengan periode sebelumnya atau dengan kompetitor untuk melihat tren.
- 4Selalu analisis accounting profit bersama dengan Laporan Arus Kas dan Neraca untuk memahami likuiditas dan kesehatan finansial secara keseluruhan.
Contoh Penggunaan Accounting Profit dalam Trading
Misalnya, sebuah perusahaan trading forex melaporkan Accounting Profit sebesar $10.000 dalam satu kuartal. Angka ini didapat dari total pendapatan komisi trading dikurangi biaya operasional, gaji analis, dan biaya platform. Namun, jika sebagian besar pendapatan komisi tersebut masih berupa piutang dari klien yang belum terbayarkan, maka cash flow perusahaan mungkin saja negatif. Investor yang cerdas akan melihat angka accounting profit ini, namun juga akan memeriksa laporan arus kas untuk memastikan perusahaan memiliki likuiditas yang cukup untuk operasional sehari-hari.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Laba Bersih, Laporan Laba Rugi, Prinsip Akuntansi, Cash Flow, Likuiditas, Neraca, Pendapatan, Biaya, Investasi
Pertanyaan Umum tentang Accounting Profit
Apa perbedaan utama antara Accounting Profit dan Net Profit?
Secara umum, Accounting Profit dan Net Profit merujuk pada hal yang sama, yaitu laba bersih yang dilaporkan setelah semua biaya dan pajak dikurangkan dari pendapatan. Istilah 'Accounting Profit' lebih menekankan pada cara perhitungannya berdasarkan prinsip akuntansi.
Apakah Accounting Profit selalu positif?
Tidak, Accounting Profit bisa positif (laba) atau negatif (rugi) tergantung pada apakah total pendapatan lebih besar atau lebih kecil dari total biaya yang dikeluarkan.
Mengapa Accounting Profit penting bagi trader forex?
Bagi trader forex yang berinvestasi pada saham perusahaan broker atau menggunakan dana dari perusahaan manajemen investasi, accounting profit perusahaan tersebut memberikan gambaran tentang kinerja profitabilitas perusahaan yang mendasarinya.