4 menit baca 707 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Accounts Payable Turnover Ratio

  • Accounts Payable Turnover Ratio mengukur seberapa cepat perusahaan membayar kewajiban kepada pemasok.
  • Rasio yang tinggi umumnya menunjukkan efisiensi pembayaran hutang yang baik.
  • Rasio yang terlalu tinggi bisa mengindikasikan kesulitan negosiasi pembayaran dengan pemasok.
  • Analisis rasio ini penting untuk investor dan trader dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan.

📑 Daftar Isi

Apa itu Accounts Payable Turnover Ratio?

Accounts Payable Turnover Ratio adalah Rasio keuangan yang mengukur efisiensi perusahaan membayar hutang dagang, dihitung dari total pembelian dibagi saldo hutang dagang rata-rata.

Penjelasan Lengkap tentang Accounts Payable Turnover Ratio

Accounts Payable Turnover Ratio: Mengukur Efisiensi Pembayaran Hutang Dagang

Accounts Payable Turnover Ratio, atau Rasio Perputaran Hutang Dagang, adalah indikator keuangan krusial yang digunakan untuk mengevaluasi seberapa efektif sebuah perusahaan dalam mengelola dan melunasi kewajiban finansialnya kepada para pemasok atau kreditur. Rasio ini secara spesifik mengukur berapa kali dalam satu periode akuntansi (biasanya satu tahun) perusahaan berhasil membayar seluruh hutang dagangnya.

Perhitungan rasio ini melibatkan dua komponen utama:

  • Total Pembelian (Net Purchases): Ini mencakup seluruh pembelian barang atau jasa secara kredit oleh perusahaan selama periode tertentu, setelah dikurangi retur pembelian dan diskon yang diterima.
  • Saldo Hutang Dagang Rata-rata (Average Accounts Payable): Angka ini diperoleh dengan menjumlahkan saldo hutang dagang di awal periode dan di akhir periode, lalu dibagi dua.

Rumus matematisnya adalah:

Accounts Payable Turnover Ratio = Total Pembelian (Net) / Saldo Hutang Dagang Rata-rata

Rasio ini memiliki signifikansi mendalam dalam analisis keuangan. Investor dan trader menggunakan rasio ini untuk memahami strategi manajemen kas perusahaan, kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan fasilitas kredit dari pemasok, serta kesehatan hubungan bisnisnya. Rasio yang lebih tinggi seringkali diartikan sebagai tanda positif, menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengelola arus kasnya dengan baik, membayar tagihan tepat waktu, dan berpotensi memiliki posisi tawar yang kuat dengan pemasok.

Namun, penting untuk dicatat bahwa rasio yang sangat tinggi bisa menjadi pedang bermata dua. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa perusahaan mungkin tidak memanfaatkan periode pembayaran yang ditawarkan pemasok secara optimal, atau bahkan mengalami kesulitan dalam menegosiasikan persyaratan pembayaran yang lebih fleksibel. Kondisi ini bisa berdampak negatif pada hubungan jangka panjang dengan pemasok.

Oleh karena itu, analisis Accounts Payable Turnover Ratio sebaiknya dilakukan secara komparatif, baik dari waktu ke waktu (analisis tren) maupun dengan perusahaan sejenis di industri yang sama, untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai kinerja perusahaan.

Cara Menggunakan Accounts Payable Turnover Ratio

Investor dan trader menggunakan rasio ini untuk menilai efisiensi perusahaan dalam membayar pemasok, kesehatan arus kas, dan potensi hubungan dengan kreditur.

  1. 1Hitung Total Pembelian Bersih perusahaan untuk periode tertentu.
  2. 2Hitung Saldo Hutang Dagang Rata-rata dengan menjumlahkan saldo awal dan akhir, lalu dibagi dua.
  3. 3Bagi Total Pembelian Bersih dengan Saldo Hutang Dagang Rata-rata untuk mendapatkan rasio.
  4. 4Analisis rasio ini dalam konteks tren historis perusahaan dan pembanding industri untuk interpretasi yang lebih mendalam.

Contoh Penggunaan Accounts Payable Turnover Ratio dalam Trading

Misalkan Perusahaan ABC memiliki Total Pembelian Bersih sebesar Rp 1.000.000.000 selama setahun. Saldo Hutang Dagang rata-ratanya adalah Rp 200.000.000. Maka, Accounts Payable Turnover Ratio = Rp 1.000.000.000 / Rp 200.000.000 = 5. Ini berarti Perusahaan ABC rata-rata membayar hutang dagangnya sebanyak 5 kali dalam setahun. Investor akan membandingkan angka 5 ini dengan tahun-tahun sebelumnya dan pesaing untuk menilai efisiensi. Jika rasio ini meningkat dari 3 menjadi 5, ini bisa menjadi sinyal positif manajemen kas.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Hutang Dagang, Arus Kas, Analisis Keuangan, Manajemen Modal Kerja, Rasio Keuangan

Pertanyaan Umum tentang Accounts Payable Turnover Ratio

Apa arti Accounts Payable Turnover Ratio yang tinggi?

Rasio yang tinggi umumnya menunjukkan bahwa perusahaan membayar hutang dagangnya dengan cepat dan efisien. Ini bisa menandakan manajemen kas yang baik atau potensi kurangnya pemanfaatan fasilitas kredit dari pemasok.

Apa arti Accounts Payable Turnover Ratio yang rendah?

Rasio yang rendah bisa mengindikasikan bahwa perusahaan lambat dalam membayar hutang dagangnya. Ini bisa disebabkan oleh masalah arus kas atau strategi untuk menahan pembayaran demi menjaga likuiditas.

Bagaimana rasio ini relevan bagi trader forex?

Meskipun lebih langsung relevan untuk analisis fundamental perusahaan, trader forex yang fokus pada pasangan mata uang yang dipengaruhi oleh kesehatan ekonomi makro atau perusahaan besar dapat menggunakan indikator seperti rasio ini sebagai bagian dari gambaran ekonomi yang lebih luas.