3 menit baca 622 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Accounts Receivable Aging

  • Accounts Receivable Aging mengelompokkan piutang berdasarkan periode waktu sejak diterbitkan faktur.
  • Laporan ini membantu memperkirakan kemungkinan piutang dapat tertagih.
  • Memberikan wawasan tentang efektivitas kebijakan kredit dan pengelolaan piutang perusahaan.
  • Investor menggunakannya untuk menilai risiko likuiditas dan kualitas manajemen keuangan.

📑 Daftar Isi

Apa itu Accounts Receivable Aging?

Accounts Receivable Aging adalah Laporan keuangan yang mengelompokkan piutang berdasarkan usia sejak tanggal faktur, mengindikasikan potensi keberhasilan penagihan dan kesehatan keuangan perusahaan.

Penjelasan Lengkap tentang Accounts Receivable Aging

Accounts Receivable Aging, atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai Daftar Umur Piutang, adalah sebuah laporan keuangan krusial yang menyajikan rincian piutang usaha (uang yang terutang oleh pelanggan kepada perusahaan) yang dikategorikan berdasarkan lamanya waktu sejak tanggal penerbitan faktur. Laporan ini bukan sekadar daftar, melainkan sebuah alat analisis yang memberikan gambaran mendalam mengenai potensi keberhasilan dalam menagih piutang tersebut.

Fungsi dan Kegunaan Accounts Receivable Aging

Dalam konteks trading dan investasi, pemahaman mendalam tentang Accounts Receivable Aging sangatlah penting. Laporan ini bertindak sebagai cermin yang merefleksikan:

  • Kebijakan Kredit Perusahaan: Usia piutang yang menumpuk atau sangat tua bisa mengindikasikan kebijakan kredit yang terlalu longgar atau kurang ketat dalam proses persetujuan kredit kepada pelanggan.
  • Efisiensi Pengelolaan Piutang: Kemampuan perusahaan untuk menagih piutang tepat waktu tercermin dari distribusi usia piutang. Semakin banyak piutang yang jatuh tempo dan belum tertagih, semakin rendah efisiensi pengelolaan piutangnya.
  • Kesehatan Keuangan dan Likuiditas: Investor menggunakan laporan ini untuk mengevaluasi risiko likuiditas. Piutang yang sudah sangat tua memiliki kemungkinan lebih kecil untuk tertagih, yang berarti perusahaan mungkin mengalami kesulitan arus kas di masa depan.
  • Kualitas Manajemen Keuangan: Laporan ini juga menjadi indikator kualitas manajemen keuangan dalam memantau dan mengelola aset lancar perusahaan.

Secara umum, Accounts Receivable Aging dikelompokkan dalam beberapa kategori usia, misalnya: 0-30 hari, 31-60 hari, 61-90 hari, dan >90 hari. Semakin besar proporsi piutang pada kategori usia yang lebih tua, semakin tinggi pula risiko yang dihadapi perusahaan.

Cara Menggunakan Accounts Receivable Aging

Investor dan analis menggunakan laporan Accounts Receivable Aging untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan dan mengidentifikasi potensi risiko terkait penagihan piutang.

  1. 1Identifikasi laporan Accounts Receivable Aging perusahaan yang diminati.
  2. 2Analisis distribusi piutang berdasarkan kategori usia (misalnya, 0-30 hari, 31-60 hari, dll.).
  3. 3Perhatikan tren dari periode ke periode. Apakah proporsi piutang lama meningkat atau menurun?
  4. 4Bandingkan rasio piutang terhadap pendapatan dengan perusahaan sejenis di industri yang sama.
  5. 5Gunakan informasi ini sebagai salah satu faktor dalam pengambilan keputusan investasi atau trading.

Contoh Penggunaan Accounts Receivable Aging dalam Trading

Seorang investor sedang menganalisis laporan keuangan PT Maju Mundur Tbk. Ia menemukan bahwa dalam laporan Accounts Receivable Aging kuartal terakhir, proporsi piutang yang berusia lebih dari 90 hari meningkat signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan perusahaan menagih utang pelanggannya, yang berpotensi mengganggu arus kas dan profitabilitas perusahaan di masa mendatang. Investor tersebut kemudian memutuskan untuk menunda investasinya pada saham PT Maju Mundur Tbk sampai ada perbaikan dalam pengelolaan piutangnya.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Piutang Usaha, Arus Kas, Likuiditas, Laporan Keuangan, Analisis Keuangan, Kebijakan Kredit

Pertanyaan Umum tentang Accounts Receivable Aging

Apa perbedaan utama antara Accounts Receivable Aging dan neraca?

Neraca menyajikan total piutang usaha pada satu titik waktu, sedangkan Accounts Receivable Aging merinci piutang tersebut berdasarkan usia faktur dan memberikan indikasi risiko penagihan.

Mengapa piutang yang sudah tua lebih berisiko?

Piutang yang sudah tua memiliki kemungkinan lebih kecil untuk tertagih karena berbagai faktor seperti kesulitan keuangan pelanggan, perselisihan, atau bahkan kebangkrutan pelanggan.

Apakah Accounts Receivable Aging hanya relevan untuk perusahaan besar?

Tidak, laporan ini sangat relevan untuk semua jenis bisnis yang memiliki piutang usaha, dari UMKM hingga perusahaan multinasional, karena memberikan wawasan penting tentang pengelolaan aset lancar.