3 menit baca 667 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Accounts Receivable Financing
- Accounts Receivable Financing, atau Factoring, adalah metode pembiayaan bagi perusahaan dengan piutang dagang.
- Investor membeli piutang perusahaan dengan diskon, memberikan dana tunai segera.
- Ini menawarkan alternatif investasi berisiko lebih rendah dibandingkan pasar saham atau obligasi.
- Perusahaan mendapatkan likuiditas lebih cepat, sementara investor meraup keuntungan dari selisih harga.
- Meningkatkan arus kas perusahaan dan memberikan peluang profit bagi investor.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Accounts Receivable Financing
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Accounts Receivable Financing?
Accounts Receivable Financing adalah Accounts Receivable Financing (Factoring) adalah pembiayaan perusahaan dengan menjual piutang dagang kepada investor dengan harga diskon untuk likuiditas cepat.
Penjelasan Lengkap tentang Accounts Receivable Financing
Accounts Receivable Financing, yang juga umum dikenal dengan istilah Factoring, adalah sebuah instrumen pembiayaan yang dirancang khusus untuk melayani perusahaan yang memiliki tagihan atau piutang dari para pelanggannya. Dalam lanskap perdagangan dan investasi, metode pembiayaan ini telah mendapatkan popularitas yang signifikan dan sering dianggap sebagai alternatif yang menarik dari skema investasi konvensional.
Mekanisme kerja dari Accounts Receivable Financing melibatkan investor yang menyediakan dana kepada perusahaan. Sebagai imbalannya, investor mendapatkan jaminan berupa piutang yang dimiliki perusahaan tersebut. Penting untuk dicatat bahwa investor tidak memberikan dana secara langsung dalam bentuk pinjaman, melainkan dengan cara membeli hak atas tagihan atau piutang yang dimiliki perusahaan, namun dengan nilai yang telah didiskon.
Dalam dunia trading dan investasi, Accounts Receivable Financing sering kali diadopsi oleh para investor sebagai pilihan diversifikasi portofolio, bersanding dengan instrumen seperti saham atau obligasi. Kepopulerannya ini didorong oleh persepsi bahwa Accounts Receivable Financing menawarkan profil risiko yang cenderung lebih rendah jika dibandingkan dengan investasi tradisional. Keunggulan lainnya adalah kemampuannya untuk membantu perusahaan mempercepat proses pengumpulan dana dari pelanggan mereka. Di sisi lain, investor yang terlibat dalam transaksi ini berpotensi memperoleh keuntungan dari selisih antara harga jual piutang yang mereka beli dengan nilai nominalnya.
Cara Menggunakan Accounts Receivable Financing
Perusahaan dapat memanfaatkan Accounts Receivable Financing untuk mendapatkan dana tunai segera dari piutang yang belum tertagih, sementara investor dapat memperoleh keuntungan dari pembelian piutang dengan diskon.
- 1Perusahaan mengidentifikasi piutang dagang yang memenuhi syarat untuk dijual.
- 2Perusahaan mengajukan penawaran kepada perusahaan factoring (investor) untuk membeli piutang tersebut dengan harga diskon.
- 3Perusahaan factoring melakukan verifikasi piutang dan menyetujui kesepakatan.
- 4Perusahaan factoring membayarkan dana tunai kepada perusahaan (setelah dikurangi biaya dan diskon), dan selanjutnya bertanggung jawab untuk menagih piutang dari pelanggan perusahaan.
Contoh Penggunaan Accounts Receivable Financing dalam Trading
Misalnya, sebuah perusahaan manufaktur memiliki piutang sebesar Rp 100.000.000 dari klien besar dengan tenggat waktu pembayaran 60 hari. Perusahaan tersebut membutuhkan dana tunai segera untuk operasional produksi. Mereka kemudian mendekati sebuah perusahaan factoring dan menawarkan untuk menjual piutang tersebut. Perusahaan factoring setuju untuk membeli piutang itu seharga Rp 95.000.000. Perusahaan manufaktur segera menerima Rp 95.000.000, sementara perusahaan factoring akan menagih Rp 100.000.000 dari klien tersebut saat jatuh tempo, menghasilkan keuntungan Rp 5.000.000. Ini adalah contoh bagaimana Accounts Receivable Financing memberikan likuiditas instan bagi perusahaan dan peluang profit bagi investor.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Factoring, Piutang Dagang, Arus Kas, Likuiditas, Investasi Alternatif, Perusahaan Factoring
Pertanyaan Umum tentang Accounts Receivable Financing
Apa perbedaan utama antara Accounts Receivable Financing dan pinjaman bank?
Accounts Receivable Financing melibatkan penjualan piutang sebagai aset untuk mendapatkan dana, sementara pinjaman bank adalah kewajiban utang yang harus dibayar kembali beserta bunganya.
Apakah Accounts Receivable Financing cocok untuk semua jenis perusahaan?
Umumnya lebih cocok untuk perusahaan yang memiliki volume piutang dagang yang stabil dan berasal dari pelanggan yang kredibel.
Bagaimana investor mendapatkan keuntungan dari Accounts Receivable Financing?
Investor mendapatkan keuntungan dari selisih harga antara nilai nominal piutang yang dibeli dengan harga diskon yang mereka bayarkan, serta potensi bunga jika ada penundaan pembayaran dari pelanggan.
Apakah ada risiko yang terkait dengan Accounts Receivable Financing?
Risiko utama bagi investor adalah potensi gagal bayar dari pelanggan perusahaan yang piutangnya dibeli. Bagi perusahaan, risikonya adalah biaya pembiayaan yang mungkin lebih tinggi daripada opsi lain dan potensi hilangnya kontrol atas hubungan dengan pelanggan jika perusahaan factoring menagih secara agresif.