3 menit baca 664 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Accretion

  • Accretion merujuk pada pertumbuhan nilai investasi secara bertahap.
  • Dalam obligasi, accretion terjadi melalui akumulasi bunga.
  • Di pasar saham, accretion bisa berasal dari pertumbuhan laba perusahaan atau akuisisi.
  • Investasi properti juga mengalami accretion karena apresiasi nilai pasar dan perbaikan.
  • Memahami accretion membantu investor membangun nilai portofolio jangka panjang.

📑 Daftar Isi

Apa itu Accretion?

Accretion adalah Accretion adalah peningkatan nilai aset investasi dari waktu ke waktu, baik melalui akumulasi bunga, pertumbuhan organik, akuisisi, maupun apresiasi nilai properti.

Penjelasan Lengkap tentang Accretion

Apa Itu Accretion dalam Dunia Investasi dan Trading?

Dalam konteks trading dan investasi, Accretion adalah sebuah konsep yang menggambarkan peningkatan nilai suatu aset atau portofolio secara bertahap seiring berjalannya waktu. Istilah ini mencakup berbagai cara di mana nilai sebuah investasi dapat bertambah, menjadikannya salah satu strategi kunci bagi investor yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

Accretion pada Berbagai Jenis Aset

Konsep accretion dapat diterapkan pada berbagai jenis instrumen investasi:

  • Obligasi dan Pinjaman: Untuk obligasi atau instrumen utang lainnya, accretion paling sering dikaitkan dengan akumulasi bunga. Bunga yang terus menerus terakumulasi selama masa jatuh tempo obligasi akan menambah nilai pokok investasi secara bertahap.
  • Saham dan Perusahaan: Dalam pasar saham, accretion dapat merujuk pada peningkatan nilai sebuah perusahaan. Pertumbuhan ini bisa berasal dari dua sumber utama:
  • Pertumbuhan Organik: Peningkatan laba, pendapatan, atau pangsa pasar perusahaan melalui operasional bisnisnya sendiri.
  • Akuisisi: Ketika sebuah perusahaan mengakuisisi perusahaan lain, nilai gabungannya seringkali meningkat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan harga saham perusahaan induk.
  • Real Estate (Properti): Investasi di sektor properti juga dapat mengalami accretion. Nilai sebuah properti bisa meningkat dari waktu ke waktu karena berbagai faktor, seperti:
  • Peningkatan permintaan di pasar properti.
  • Perkembangan positif di lingkungan sekitar properti (misalnya, pembangunan infrastruktur baru).
  • Perbaikan dan pemeliharaan yang dilakukan oleh pemilik properti, yang meningkatkan daya tarik dan fungsionalitasnya.

Manfaat dan Risiko Accretion

Investor yang memahami konsep accretion dapat memanfaatkannya untuk membangun dan menambah nilai portofolio mereka seiring waktu. Namun, penting untuk diingat bahwa seperti semua bentuk investasi, accretion juga memiliki risiko. Peningkatan nilai tidak selalu terjamin, dan kondisi pasar atau operasional perusahaan dapat berubah, yang berpotensi mengurangi nilai investasi. Oleh karena itu, riset dan evaluasi yang cermat sangat krusial sebelum mengambil keputusan investasi.

Cara Menggunakan Accretion

Memanfaatkan konsep accretion berarti berinvestasi pada aset yang memiliki potensi pertumbuhan nilai dari waktu ke waktu, baik melalui pendapatan pasif maupun apresiasi modal.

  1. 1Identifikasi aset dengan potensi pertumbuhan nilai jangka panjang (misalnya, saham perusahaan yang stabil, obligasi dengan kupon menarik, atau properti di lokasi strategis).
  2. 2Analisis faktor-faktor yang mendorong accretion pada aset tersebut (misalnya, fundamental perusahaan, prospek ekonomi, atau tren pasar properti).
  3. 3Pertimbangkan diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko.
  4. 4Pantau kinerja investasi secara berkala dan sesuaikan strategi jika diperlukan.

Contoh Penggunaan Accretion dalam Trading

Seorang investor membeli obligasi korporasi senilai Rp100.000.000 dengan kupon bunga tahunan 8%. Selama 5 tahun, bunga tersebut akan terakumulasi dan menambah nilai investasi. Setelah 5 tahun, nilai pokok investasi ditambah total bunga yang diterima (accrued interest) akan lebih besar dari nilai awal, menunjukkan adanya accretion. Di sisi lain, investor yang membeli saham perusahaan teknologi yang terus berinovasi dan meningkatkan pendapatannya juga akan melihat nilai sahamnya bertambah (accrue) seiring waktu, memberikan keuntungan modal.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: akumulasi bunga, apresiasi modal, pertumbuhan organik, obligasi, saham, portofolio, diversifikasi

Pertanyaan Umum tentang Accretion

Apakah accretion hanya terjadi pada instrumen keuangan?

Tidak, accretion dapat terjadi pada berbagai jenis aset, termasuk properti dan bisnis, di mana nilainya meningkat seiring waktu karena berbagai faktor.

Bagaimana accretion berbeda dengan capital gain?

Capital gain adalah keuntungan yang direalisasikan saat menjual aset yang nilainya telah meningkat. Accretion lebih merujuk pada proses peningkatan nilai aset itu sendiri dari waktu ke waktu, terlepas dari apakah aset tersebut dijual atau belum.

Apakah semua investasi mengalami accretion?

Tidak semua investasi mengalami accretion. Beberapa investasi mungkin nilainya tetap stagnan atau bahkan menurun. Accretion terjadi pada aset yang memiliki potensi pertumbuhan nilai intrinsik atau pasar.