3 menit baca 659 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Accretive
- Accretive berarti meningkatkan nilai aset, pendapatan, atau laba.
- Dapat terjadi pada level perusahaan (merger/akuisisi) maupun portofolio investor.
- Peningkatan nilai bisa berasal dari pendapatan lebih tinggi, biaya lebih rendah, atau penghematan pajak.
- Mencari investasi accretive adalah strategi untuk pertumbuhan jangka panjang.
📑 Daftar Isi
Apa itu Accretive?
Accretive adalah Accretive adalah kondisi investasi yang meningkatkan nilai aset, pendapatan, atau laba portofolio atau perusahaan, seringkali melalui merger, akuisisi, atau pembelian saham undervalued.
Penjelasan Lengkap tentang Accretive
Apa Itu Accretive?
Dalam dunia finansial, khususnya trading dan investasi, istilah Accretive merujuk pada sebuah transaksi atau aksi yang memiliki dampak positif dalam meningkatkan nilai sebuah portofolio investasi, perusahaan, atau aset secara keseluruhan. Peningkatan nilai ini bisa termanifestasi dalam berbagai bentuk, seperti:
- Peningkatan Pendapatan: Perolehan pendapatan baru atau peningkatan pendapatan dari sumber yang sudah ada.
- Peningkatan Laba (Profit): Kenaikan keuntungan bersih setelah dikurangi biaya-biaya.
- Peningkatan Nilai Pasar Saham: Kenaikan harga saham perusahaan di pasar modal.
Mekanisme Accretive
Efek accretive seringkali terlihat dalam skenario korporat, terutama dalam aksi Merger dan Akuisisi (M&A). Ketika sebuah perusahaan mengakuisisi perusahaan lain, dan transaksi tersebut dinilai sebagai 'accretive', artinya nilai perusahaan yang mengakuisisi diharapkan akan bertambah pasca-transaksi. Sumber peningkatan nilai ini bisa beragam, meliputi:
- Sinergi Operasional: Penggabungan dua entitas dapat menciptakan efisiensi yang menurunkan biaya produksi atau operasional secara keseluruhan.
- Ekspansi Pasar: Akuisisi dapat membuka akses ke pasar baru atau basis pelanggan yang lebih luas.
- Penghematan Pajak: Struktur pasca-merger terkadang memungkinkan adanya keuntungan fiskal atau penghematan pajak.
- Peningkatan Pendapatan Gabungan: Kombinasi pendapatan dari kedua perusahaan bisa lebih besar daripada jumlah masing-masing sebelum merger.
Selain itu, efek accretive juga dapat terjadi pada level investor individu. Misalnya, seorang investor yang membeli saham perusahaan dengan valuasi yang dianggap rendah (undervalued) dan kemudian perusahaan tersebut mengalami pertumbuhan nilai yang signifikan, maka investasi tersebut dapat dianggap sebagai accretive bagi portofolio investor tersebut. Pertumbuhan nilai perusahaan ini biasanya didorong oleh prospek bisnis yang cerah, inovasi produk, atau peningkatan kinerja finansial.
Mengapa Accretive Penting bagi Investor?
Bagi para pelaku pasar, mengidentifikasi dan melakukan investasi yang bersifat accretive merupakan salah satu strategi fundamental untuk mencapai pertumbuhan nilai portofolio yang berkelanjutan. Dengan fokus pada aset atau transaksi yang berpotensi meningkatkan nilai, investor dapat:
- Meningkatkan Keuntungan Jangka Panjang: Investasi accretive cenderung memberikan imbal hasil yang lebih baik seiring waktu.
- Mengoptimalkan Alokasi Dana: Memastikan dana yang diinvestasikan bekerja secara efisien untuk menghasilkan nilai tambah.
- Membangun Kekayaan: Strategi ini berkontribusi pada akumulasi kekayaan secara bertahap namun pasti.
Cara Menggunakan Accretive
Investor dan analis menggunakan konsep accretive untuk mengevaluasi potensi keuntungan dari merger, akuisisi, atau pembelian saham, dengan fokus pada peningkatan nilai riil.
- 1Langkah 1: Identifikasi potensi transaksi (misalnya, merger, akuisisi, pembelian saham).
- 2Langkah 2: Analisis dampak finansial dari transaksi tersebut terhadap pendapatan, laba, dan nilai pasar.
- 3Langkah 3: Perkirakan apakah transaksi tersebut akan meningkatkan nilai portofolio atau perusahaan secara keseluruhan.
- 4Langkah 4: Gunakan analisis ini sebagai dasar pengambilan keputusan investasi atau strategis.
Contoh Penggunaan Accretive dalam Trading
Contoh:
Sebuah perusahaan teknologi besar (Perusahaan A) mengakuisisi startup inovatif (Perusahaan B) yang memiliki potensi pertumbuhan pendapatan yang tinggi. Jika setelah akuisisi, pendapatan gabungan Perusahaan A meningkat lebih dari biaya akuisisi dan operasional gabungan, serta laba per saham (EPS) Perusahaan A juga meningkat, maka akuisisi ini dianggap accretive. Investor akan melihat ini sebagai sinyal positif yang berpotensi menaikkan harga saham Perusahaan A.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Merger, Akuisisi, Portofolio Investasi, Valuasi Saham, Laba per Saham (EPS), Sinergi, Undervalued
Pertanyaan Umum tentang Accretive
Apa perbedaan antara accretive dan dilutive?
Accretive berarti meningkatkan nilai, sementara dilutive berarti menurunkan nilai, misalnya penurunan laba per saham.
Apakah semua merger bersifat accretive?
Tidak. Merger bisa bersifat accretive, dilutive, atau netral tergantung pada kondisi finansial dan strategis kedua perusahaan yang bergabung.
Bagaimana investor bisa mengidentifikasi investasi yang accretive?
Investor dapat mengidentifikasinya dengan menganalisis laporan keuangan, prospek bisnis, valuasi perusahaan, dan potensi sinergi dari sebuah transaksi atau investasi.