5 menit baca 1008 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Accrue: Definition, How It Works, and 2 Main Types of Accruals

  • Accrue mencatat pendapatan/biaya investasi yang belum terealisasi secara kas.
  • Proses ini dilakukan secara periodik (bulanan/kuartalan) untuk akurasi laporan keuangan.
  • Dua jenis utama adalah accrued revenue (pendapatan dihasilkan tapi belum diterima) dan accrued expenses (biaya dikeluarkan tapi belum dibayar).
  • Accrual yang akurat membantu investor membuat keputusan yang lebih baik dan mendapatkan transparansi finansial.

📑 Daftar Isi

Apa itu Accrue: Definition, How It Works, and 2 Main Types of Accruals?

Accrue: Definition, How It Works, and 2 Main Types of Accruals adalah Accrue adalah proses pencatatan pendapatan atau biaya investasi yang belum dibayar atau diterima, dihitung secara berkala untuk laporan keuangan yang akurat.

Penjelasan Lengkap tentang Accrue: Definition, How It Works, and 2 Main Types of Accruals

Apa Itu Accrue dalam Trading dan Investasi?

Dalam dunia trading dan investasi, istilah Accrue merujuk pada sebuah proses akuntansi penting yang berkaitan dengan pengakuan pendapatan atau biaya yang timbul dari suatu investasi. Proses ini tidak mengacu pada penerimaan atau pengeluaran kas secara langsung, melainkan pada pengakuan hak atas pendapatan yang telah dihasilkan atau kewajiban atas biaya yang telah dikeluarkan dalam suatu periode akuntansi tertentu, meskipun pembayaran aktualnya belum terjadi.

Tujuan utama dari proses accrue adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan, seperti laporan laba rugi dan neraca, mencerminkan kinerja finansial dan posisi aset/liabilitas yang sebenarnya pada periode tersebut. Tanpa accrue, laporan keuangan bisa jadi menyesatkan karena tidak mencatat seluruh pendapatan yang seharusnya diakui atau seluruh biaya yang seharusnya dibebankan.

Bagaimana Cara Kerja Accrue?

Mekanisme kerja accrue melibatkan pencatatan pendapatan atau biaya yang telah terjadi namun belum dibayar atau diterima pada akhir periode akuntansi. Proses ini biasanya dilakukan secara berkala, seperti bulanan atau kuartalan, sesuai dengan siklus pelaporan keuangan perusahaan atau investor.

Secara sederhana, cara kerja accrue adalah sebagai berikut:

  • Identifikasi Transaksi: Mengidentifikasi adanya pendapatan yang telah dihasilkan (misalnya, bunga obligasi yang sudah berjalan) atau biaya yang telah dikeluarkan (misalnya, gaji karyawan yang sudah bekerja tapi belum gajian).
  • Penghitungan: Menghitung jumlah pendapatan atau biaya yang terakumulasi selama periode tersebut.
  • Pencatatan: Mencatat jumlah tersebut dalam pembukuan akuntansi sebagai 'accrued revenue' atau 'accrued expenses'.
  • Akumulasi: Pendapatan yang dicatat sebagai accrued revenue akan menambah nilai aset (piutang) dan laba periode tersebut. Sementara itu, accrued expenses akan menambah nilai liabilitas (utang) dan mengurangi laba periode tersebut.

Dua Jenis Utama Accrual dalam Trading/Investasi

Terdapat dua jenis accrual yang paling umum ditemui dalam konteks trading dan investasi:

1. Accrued Revenue (Pendapatan yang Terakrual)

Ini adalah pendapatan yang telah dihasilkan oleh suatu entitas atau investasi, namun pembayarannya belum diterima dari pihak yang berhutang. Contoh umum meliputi:

  • Bunga obligasi yang telah berjalan tetapi belum dibayarkan oleh penerbit obligasi.
  • Pendapatan dividen saham yang telah diumumkan tetapi belum dibagikan oleh perusahaan.
  • Pendapatan bunga dari simpanan di bank yang telah terakumulasi namun belum dicairkan.

Accrued revenue diakui sebagai aset (piutang pendapatan) dan meningkatkan laba pada periode di mana pendapatan tersebut dihasilkan.

2. Accrued Expenses (Biaya yang Terakrual)

Ini adalah biaya yang telah dikeluarkan atau timbul oleh suatu entitas atau investasi, namun pembayarannya belum dilakukan. Contoh umum meliputi:

  • Gaji karyawan yang sudah bekerja pada akhir periode tetapi belum dibayarkan.
  • Biaya bunga pinjaman yang telah terakumulasi pada akhir periode tetapi belum dibayarkan.
  • Biaya utilitas (listrik, air) yang telah digunakan pada akhir periode namun tagihannya belum diterima atau dibayar.

Accrued expenses diakui sebagai liabilitas (utang) dan mengurangi laba pada periode di mana biaya tersebut timbul.

Pentingnya Accrue bagi Investor

Accrue memegang peranan krusial dalam aktivitas trading dan investasi karena memberikan gambaran finansial yang lebih akurat dan transparan. Dengan melakukan pencatatan accrue secara tepat, investor dapat:

  • Membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi berdasarkan data kinerja yang sesungguhnya.
  • Menganalisis profitabilitas investasi secara lebih mendalam.
  • Menghindari kesalahpahaman mengenai arus kas dan laba aktual.
  • Memastikan kepatuhan terhadap standar akuntansi yang berlaku.

Pada akhirnya, pemahaman yang baik tentang konsep accrue memungkinkan investor untuk mengelola portofolio mereka dengan lebih efektif dan meraih hasil investasi yang optimal.

Cara Menggunakan Accrue: Definition, How It Works, and 2 Main Types of Accruals

Dalam konteks trading, memahami accrue membantu investor mengestimasi pendapatan atau biaya yang akan diterima/dibayarkan di masa depan, yang krusial untuk valuasi dan manajemen risiko.

  1. 1Identifikasi instrumen investasi Anda (misalnya, obligasi, saham yang membayar dividen, deposito).
  2. 2Perhatikan jadwal pembayaran kupon (bunga) obligasi atau jadwal pembayaran dividen saham.
  3. 3Hitung proporsi bunga atau dividen yang telah terakumulasi sejak pembayaran terakhir hingga tanggal pelaporan Anda.
  4. 4Catat sebagai 'accrued revenue' jika Anda adalah penerima, atau pertimbangkan sebagai potensi pengeluaran jika Anda adalah pihak yang berkewajiban membayar.

Contoh Penggunaan Accrue: Definition, How It Works, and 2 Main Types of Accruals dalam Trading

Seorang investor membeli obligasi korporasi senilai Rp 100.000.000 dengan kupon 5% per tahun, dibayarkan setiap 6 bulan. Jika investor membeli obligasi ini tepat di tengah periode pembayaran kupon, maka pada akhir periode akuntansi (misalnya, 3 bulan kemudian), investor tersebut berhak atas setengah dari pembayaran kupon 6 bulanan. Jumlah kupon 6 bulanan adalah (5% / 2) * Rp 100.000.000 = Rp 2.500.000. Maka, accrued revenue yang diakui investor pada akhir periode tersebut adalah Rp 1.250.000 (setengah dari Rp 2.500.000), meskipun pembayaran kasnya baru akan diterima 3 bulan lagi.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Accrued Revenue, Accrued Expenses, Laporan Laba Rugi, Neraca, Akuntansi Akrual, Pendapatan Bunga, Dividen Saham

Pertanyaan Umum tentang Accrue: Definition, How It Works, and 2 Main Types of Accruals

Apakah accrue sama dengan arus kas?

Tidak. Accrue adalah pengakuan pendapatan atau biaya berdasarkan terjadinya, bukan berdasarkan penerimaan atau pembayaran kas. Arus kas mencatat pergerakan uang tunai yang sebenarnya.

Mengapa accrue penting dalam investasi obligasi?

Accrue penting untuk obligasi karena memungkinkan investor untuk menghitung pendapatan bunga yang telah diperoleh sejak pembelian atau pembayaran kupon terakhir, yang relevan saat obligasi dijual sebelum jatuh tempo.

Bagaimana cara menghitung accrued revenue untuk dividen saham?

Dividen saham biasanya diakui sebagai accrued revenue pada tanggal ex-dividend jika investor memegang saham sebelum tanggal tersebut. Besarnya adalah jumlah dividen per saham dikalikan jumlah saham yang dimiliki.