4 menit baca 705 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Accrued Expense
- Accrued expense adalah biaya yang sudah terjadi tapi belum dibayar.
- Contohnya meliputi bunga, gaji, dan pajak yang tertunda.
- Dicatat sebagai kewajiban jangka pendek di laporan keuangan perusahaan.
- Investor perlu memahami accrued expense untuk analisis fundamental.
- Jumlah accrued expense yang besar dapat berdampak negatif pada keuangan dan nilai saham perusahaan.
📑 Daftar Isi
Apa itu Accrued Expense?
Accrued Expense adalah Biaya yang timbul namun belum dibayar perusahaan, muncul sebagai kewajiban di laporan keuangan dan memengaruhi analisis investasi.
Penjelasan Lengkap tentang Accrued Expense
Dalam dunia akuntansi dan keuangan, Accrued Expense merujuk pada biaya-biaya yang telah dikeluarkan atau terjadi dalam periode akuntansi tertentu, namun pembayarannya belum dilakukan. Ini berarti perusahaan telah menggunakan sumber daya atau menerima jasa, tetapi belum mentransfer uang sebagai imbalannya. Konsep ini sangat krusial dalam penyusunan laporan keuangan yang akurat, karena mencerminkan kewajiban riil perusahaan pada suatu titik waktu.
Mengapa Accrued Expense Penting dalam Trading dan Investasi?
Bagi para trader dan investor, memahami accrued expense adalah bagian integral dari analisis fundamental. Perusahaan yang sehat secara finansial akan mencatat semua kewajibannya, termasuk accrued expense, sebagai bagian dari laporan neraca mereka. Kewajiban ini biasanya dikategorikan sebagai kewajiban jangka pendek, yang berarti diharapkan akan dilunasi dalam waktu satu tahun.
Beberapa contoh umum dari accrued expense meliputi:
- Bunga atas Hutang: Bunga yang terakumulasi atas pinjaman atau obligasi yang belum dibayarkan pada tanggal pelaporan.
- Gaji Karyawan: Gaji yang telah diperoleh karyawan untuk periode kerja tertentu tetapi belum dibayarkan pada akhir periode akuntansi.
- Pajak yang Belum Dibayarkan: Pajak penghasilan atau pajak lainnya yang terutang kepada pemerintah tetapi belum dilunasi.
- Utilitas: Biaya listrik, air, atau layanan lainnya yang telah digunakan tetapi tagihannya belum diterima atau dibayar.
Dampak pada Kinerja Perusahaan:
Besarnya accrued expense dapat memberikan gambaran mengenai kesehatan finansial perusahaan. Jika sebuah perusahaan memiliki accrued expense yang sangat besar dan terus meningkat tanpa diimbangi oleh pendapatan yang memadai, hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah likuiditas atau efisiensi operasional yang buruk. Kondisi ini berpotensi memberikan tekanan negatif pada arus kas perusahaan dan pada akhirnya dapat memengaruhi nilai sahamnya di pasar.
Oleh karena itu, investor yang cermat akan selalu memasukkan analisis accrued expense sebagai salah satu faktor penting dalam evaluasi mereka, sejajar dengan metrik keuangan lainnya seperti laba kotor, laba bersih, dan arus kas. Analisis komprehensif terhadap semua elemen ini akan membantu dalam memprediksi kinerja dan nilai intrinsik perusahaan.
Cara Menggunakan Accrued Expense
Investor menggunakan informasi accrued expense untuk menilai kewajiban perusahaan dan potensi dampaknya terhadap profitabilitas serta nilai saham.
- 1Identifikasi laporan keuangan perusahaan, khususnya neraca dan laporan laba rugi.
- 2Cari bagian 'Kewajiban Jangka Pendek' di neraca untuk menemukan pos-pos accrued expense.
- 3Bandingkan jumlah accrued expense dari periode ke periode untuk melihat trennya.
- 4Analisis rasio keuangan yang relevan, seperti rasio lancar, untuk memahami kemampuan perusahaan melunasi kewajibannya.
- 5Evaluasi apakah peningkatan accrued expense sejalan dengan pertumbuhan pendapatan atau ekspansi bisnis yang sehat.
Contoh Penggunaan Accrued Expense dalam Trading
Seorang investor sedang menganalisis saham PT Maju Terus. Dalam laporan keuangan kuartal terakhir, ia melihat bahwa Accrued Expense untuk gaji karyawan dan bunga pinjaman meningkat signifikan. Jika pendapatan perusahaan juga meningkat sebanding, ini bisa jadi normal sebagai bagian dari ekspansi. Namun, jika pendapatan stagnan atau menurun sementara accrued expense membengkak, investor akan menganggap ini sebagai red flag. Hal ini menunjukkan potensi beban kas di masa depan yang dapat menekan profitabilitas dan mungkin menurunkan harga saham jika pasar bereaksi negatif terhadap kewajiban yang belum terbayar ini.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Kewajiban Jangka Pendek, Analisis Fundamental, Laporan Keuangan, Arus Kas, Neraca, Laba Bersih
Pertanyaan Umum tentang Accrued Expense
Apa perbedaan utama antara accrued expense dan accounts payable?
Accrued expense adalah biaya yang sudah terjadi namun faktur/tagihannya belum diterima, sedangkan accounts payable adalah kewajiban atas barang atau jasa yang sudah diterima dan faktur/tagihannya sudah ada.
Bagaimana accrued expense memengaruhi laba bersih perusahaan?
Accrued expense diakui sebagai beban dalam periode terjadinya, sehingga mengurangi laba bersih perusahaan pada periode tersebut, meskipun pembayarannya belum dilakukan.
Apakah accrued expense selalu negatif bagi perusahaan?
Tidak selalu. Accrued expense adalah bagian normal dari operasi bisnis. Namun, jika jumlahnya sangat besar dan tidak terkendali, itu bisa menjadi indikator masalah keuangan.