3 menit baca 678 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Accrued Interest
- Accrued interest adalah bunga yang sudah 'menghasilkan' namun belum dibayarkan pada obligasi.
- Pembeli obligasi di antara tanggal pembayaran bunga akan membayar accrued interest kepada penjual.
- Penjual obligasi di antara tanggal pembayaran bunga akan menerima accrued interest dari pembeli.
- Penting untuk diperhitungkan dalam transaksi obligasi untuk memastikan keadilan pembayaran bunga.
- Accrued interest mempengaruhi harga bersih (net price) dari obligasi yang diperdagangkan.
📑 Daftar Isi
Apa itu Accrued Interest?
Accrued Interest adalah Bunga yang terakumulasi pada instrumen finansial seperti obligasi sejak pembayaran bunga terakhir hingga tanggal transaksi.
Penjelasan Lengkap tentang Accrued Interest
Accrued Interest, atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai Bunga Akrual, merujuk pada jumlah bunga yang telah terakumulasi pada suatu instrumen finansial, seperti obligasi, sejak tanggal pembayaran bunga terakhir hingga tanggal transaksi (pembelian atau penjualan) dilakukan. Dalam konteks obligasi, investor pada dasarnya memberikan pinjaman kepada penerbit obligasi. Penerbit ini berkewajiban untuk mengembalikan pokok pinjaman beserta pembayaran bunga secara periodik (misalnya, setiap enam bulan atau setahun sekali).
Ketika sebuah obligasi diperdagangkan di pasar sekunder, yaitu dijual oleh satu investor ke investor lain sebelum tanggal pembayaran bunga berikutnya tiba, timbul situasi di mana bunga telah 'berjalan' namun belum dibayarkan oleh penerbit.
Bagaimana Accrued Interest Bekerja?
Misalkan sebuah obligasi membayar kupon (bunga) sebesar Rp1.000.000 setiap enam bulan, dengan tanggal pembayaran jatuh pada 1 Januari dan 1 Juli setiap tahun. Jika seorang investor menjual obligasi tersebut pada tanggal 1 April, maka sudah terakumulasi bunga selama tiga bulan (Januari, Februari, Maret). Jumlah bunga yang terakumulasi ini adalah accrued interest.
Dalam transaksi ini:
- Pembeli obligasi akan membayar harga pasar obligasi tersebut ditambah dengan jumlah accrued interest yang telah terakumulasi.
- Penjual obligasi akan menerima harga pasar obligasi ditambah dengan accrued interest tersebut.
- Ketika tanggal pembayaran bunga berikutnya (1 Juli) tiba, pembeli obligasi yang baru akan menerima pembayaran bunga penuh dari penerbit, meskipun ia hanya memegang obligasi tersebut selama tiga bulan (April, Mei, Juni). Pembayaran bunga penuh ini mencakup bunga yang seharusnya menjadi hak penjual (untuk periode Januari-Maret).
Mekanisme ini memastikan bahwa baik penjual maupun pembeli mendapatkan bagian bunga yang proporsional sesuai dengan periode kepemilikan mereka. Accrued interest adalah komponen penting yang harus dipertimbangkan oleh trader dan investor obligasi untuk menghitung nilai sebenarnya dari transaksi dan memastikan keadilan dalam pembagian pendapatan bunga.
Cara Menggunakan Accrued Interest
Memahami dan menghitung accrued interest sangat penting saat membeli atau menjual obligasi di luar tanggal pembayaran kupon terjadwal untuk menentukan harga transaksi yang adil.
- 1Identifikasi tanggal pembayaran kupon terakhir dan tanggal kupon berikutnya.
- 2Hitung jumlah hari antara tanggal pembayaran kupon terakhir dan tanggal transaksi.
- 3Hitung jumlah kupon periodik yang seharusnya dibayarkan.
- 4Hitung accrued interest dengan mengalikan proporsi hari yang terakumulasi dengan jumlah kupon periodik.
Contoh Penggunaan Accrued Interest dalam Trading
Seorang trader membeli obligasi dengan nilai nominal Rp100.000.000 yang membayar kupon tahunan 5% setiap tanggal 1 Januari. Jika trader tersebut membeli obligasi pada tanggal 1 Juli 2023, maka ia tidak perlu membayar accrued interest karena ia membeli tepat pada tanggal pembayaran kupon. Namun, jika ia membeli pada tanggal 1 Oktober 2023, maka ia harus membayar accrued interest untuk periode 1 Juli 2023 hingga 1 Oktober 2023 (sekitar 3 bulan). Bunga tahunan adalah Rp5.000.000, sehingga bunga per kuartal adalah Rp1.250.000. Trader tersebut akan membayar harga obligasi ditambah sekitar Rp1.250.000 sebagai accrued interest kepada penjual.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Obligasi, Kupon, Pasar Sekunder, Trader, Investor, Nilai Nominal, Harga Pasar
Pertanyaan Umum tentang Accrued Interest
Apakah accrued interest berlaku untuk semua jenis instrumen keuangan?
Accrued interest paling umum dihitung dan diperdagangkan pada instrumen yang membayar bunga secara periodik, seperti obligasi. Instrumen lain mungkin memiliki konsep serupa namun dengan mekanisme yang berbeda.
Siapa yang menerima accrued interest saat obligasi dijual?
Penjual obligasi akan menerima accrued interest dari pembeli ketika obligasi dijual di antara tanggal pembayaran kupon.
Bagaimana cara menghitung accrued interest secara akurat?
Perhitungan accrued interest melibatkan penentuan jumlah hari bunga yang terakumulasi sejak pembayaran terakhir dan proporsinya terhadap total hari dalam periode kupon, dikalikan dengan jumlah kupon periodik.