4 menit baca 774 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Accrued Revenue

  • Accrued revenue adalah pendapatan yang sudah diakui secara akuntansi meskipun pembayarannya belum diterima.
  • Ini mencerminkan pendapatan yang telah dihasilkan dari penjualan produk atau jasa.
  • Jumlah accrued revenue yang tinggi bisa menandakan penjualan kuat, namun juga potensi masalah arus kas atau kredit.
  • Penting bagi investor untuk menganalisis accrued revenue guna menilai kesehatan finansial perusahaan.

📑 Daftar Isi

Apa itu Accrued Revenue?

Accrued Revenue adalah Pendapatan yang telah dihasilkan namun belum diterima pembayarannya, sering ditemui dalam transaksi cicilan atau pembayaran tertunda.

Penjelasan Lengkap tentang Accrued Revenue

Apa itu Accrued Revenue?

Dalam dunia trading dan investasi, Accrued Revenue merujuk pada pendapatan yang telah dihasilkan oleh sebuah perusahaan atau entitas, namun pembayarannya belum diterima sepenuhnya atau bahkan belum diterima sama sekali. Konsep ini sangat krusial dalam akuntansi, di mana pendapatan diakui pada saat dihasilkan (basis akrual), bukan pada saat kas diterima (basis kas).

Artinya, meskipun uang tunai belum masuk ke rekening perusahaan, pendapatan tersebut sudah dianggap ada karena perusahaan telah memenuhi kewajibannya, misalnya dengan menyerahkan barang atau memberikan jasa kepada pelanggan. Fenomena ini umum terjadi pada bisnis yang menawarkan skema pembayaran bertahap, langganan, atau memiliki periode pembayaran yang lebih panjang.

Mengapa Accrued Revenue Penting?

Accrued revenue memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kinerja operasional dan potensi pendapatan masa depan sebuah perusahaan. Bagi investor, memahami accrued revenue sangat penting:

  • Menilai Pertumbuhan Penjualan: Tingginya accrued revenue dapat mengindikasikan adanya volume penjualan yang kuat dan permintaan pasar yang baik terhadap produk atau jasa perusahaan.
  • Analisis Arus Kas: Meskipun pendapatan sudah diakui, perusahaan belum memiliki likuiditas dari pendapatan tersebut. Analisis accrued revenue membantu investor memahami tantangan arus kas yang mungkin dihadapi perusahaan.
  • Identifikasi Risiko Kredit: Jika accrued revenue terus menumpuk tanpa adanya pembayaran, ini bisa menjadi sinyal adanya masalah dalam penagihan piutang atau risiko kredit dari pelanggan yang belum terbayar.
  • Evaluasi Valuasi Perusahaan: Accrued revenue adalah komponen penting dalam laporan keuangan yang digunakan untuk menghitung metrik valuasi.

Contoh Accrued Revenue

Bayangkan sebuah perusahaan perangkat lunak yang menawarkan langganan tahunan. Pelanggan membayar di muka untuk satu tahun penuh. Perusahaan tersebut harus mengakui pendapatan tersebut secara akrual selama 12 bulan, bukan sekaligus di awal pembayaran. Jadi, setiap bulan, sebagian dari pembayaran tersebut akan dicatat sebagai accrued revenue hingga seluruh periode langganan berakhir.

Contoh lain yang lebih sederhana adalah ketika Anda membeli tiket konser secara online. Anda sudah membayar, namun tiket fisik belum Anda terima. Penjual tiket, secara akuntansi, dapat mencatat ini sebagai accrued revenue karena mereka telah menghasilkan pendapatan dari penjualan Anda, meskipun layanan (penyerahan tiket) belum sepenuhnya selesai diberikan. Namun, dalam konteks yang lebih ketat, ini bisa juga dikategorikan sebagai deferred revenue jika layanan belum diberikan sama sekali.

Cara Menggunakan Accrued Revenue

Accrued revenue digunakan dalam analisis laporan keuangan untuk memahami kinerja pendapatan perusahaan dan potensi arus kas.

  1. 1Langkah 1: Periksa Laporan Laba Rugi perusahaan, cari bagian yang berkaitan dengan pendapatan.
  2. 2Langkah 2: Analisis Laporan Neraca, perhatikan akun 'Piutang Usaha' (Accounts Receivable) yang seringkali mencakup accrued revenue.
  3. 3Langkah 3: Bandingkan tren accrued revenue dari periode ke periode untuk mengidentifikasi pertumbuhan atau penurunan.
  4. 4Langkah 4: Evaluasi rasio accrued revenue terhadap total pendapatan untuk menilai efisiensi penagihan dan potensi risiko.

Contoh Penggunaan Accrued Revenue dalam Trading

Seorang trader saham sedang menganalisis laporan keuangan perusahaan teknologi. Ia melihat bahwa Accrued Revenue perusahaan tersebut meningkat 20% dari kuartal sebelumnya, sementara pendapatan total hanya naik 5%. Ini bisa menjadi indikasi positif bahwa perusahaan berhasil menjual lebih banyak produk atau layanan dengan pembayaran tertunda, yang berpotensi menghasilkan pendapatan lebih besar di masa depan. Namun, trader tersebut juga mencatat bahwa piutang usaha juga meningkat signifikan, sehingga ia perlu memantau lebih lanjut efektivitas penagihan perusahaan agar accrued revenue ini benar-benar terealisasi menjadi kas.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Pendapatan Akrual, Basis Akrual, Piutang Usaha, Laporan Laba Rugi, Laporan Neraca, Arus Kas, Pendapatan Ditangguhkan

Pertanyaan Umum tentang Accrued Revenue

Apa perbedaan utama antara Accrued Revenue dan Deferred Revenue?

Accrued Revenue adalah pendapatan yang sudah dihasilkan namun belum dibayar, sedangkan Deferred Revenue adalah pembayaran yang sudah diterima namun barang/jasanya belum diberikan sepenuhnya.

Apakah Accrued Revenue selalu positif bagi perusahaan?

Tidak selalu. Jumlah Accrued Revenue yang sangat tinggi tanpa adanya peningkatan kas yang sepadan bisa menandakan masalah dalam penagihan piutang atau risiko kredit pelanggan.

Bagaimana investor menggunakan Accrued Revenue dalam analisis?

Investor menggunakannya untuk menilai kesehatan finansial, potensi pertumbuhan pendapatan, dan risiko arus kas perusahaan dengan melihat tren dan rasio terkait.

Apakah Accrued Revenue tercatat dalam laporan keuangan?

Ya, Accrued Revenue biasanya tercatat sebagai bagian dari Piutang Usaha (Accounts Receivable) di Laporan Neraca dan diakui sebagai pendapatan di Laporan Laba Rugi.