4 menit baca 755 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Acid-Test Ratio

  • Acid-Test Ratio (Quick Ratio) mengukur likuiditas jangka pendek perusahaan.
  • Rasio ini membandingkan aset lancar yang mudah dicairkan dengan kewajiban jangka pendek.
  • Nilai ideal umumnya dianggap 1:1 atau lebih tinggi, menunjukkan kemampuan membayar utang.
  • Penting bagi investor dan trader untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan.
  • Membantu mengurangi risiko investasi dengan mengidentifikasi potensi masalah likuiditas.

📑 Daftar Isi

Apa itu Acid-Test Ratio?

Acid-Test Ratio adalah Rasio keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan membayar utang jangka pendek dengan aset paling likuid, tanpa menghitung persediaan.

Penjelasan Lengkap tentang Acid-Test Ratio

Apa itu Acid-Test Ratio?

Acid-Test Ratio, yang juga populer disebut sebagai Quick Ratio, adalah sebuah indikator keuangan krusial yang dirancang untuk mengevaluasi seberapa efektif sebuah perusahaan dapat memenuhi kewajiban finansialnya yang jatuh tempo dalam jangka pendek. Rasio ini merupakan alat ukur likuiditas yang lebih konservatif dibandingkan rasio lancar (current ratio) karena tidak memasukkan nilai persediaan (inventory) dalam perhitungannya. Fokus utamanya adalah pada aset-aset yang paling mudah dan cepat diubah menjadi kas tanpa mengalami penurunan nilai yang signifikan.

Perhitungan Acid-Test Ratio

Perhitungan Acid-Test Ratio dilakukan dengan membandingkan total aset lancar yang sangat likuid dengan total kewajiban jangka pendek perusahaan. Rumus umumnya adalah:

Acid-Test Ratio = (Kas + Setara Kas + Efek yang Diperdagangkan + Piutang Usaha) / Kewajiban Lancar

  • Kas dan Setara Kas: Uang tunai yang tersedia di tangan dan di bank, serta investasi jangka pendek yang sangat likuid.
  • Efek yang Diperdagangkan (Marketable Securities): Sekuritas yang dapat dijual dengan cepat di pasar.
  • Piutang Usaha (Accounts Receivable): Jumlah uang yang terutang kepada perusahaan oleh pelanggannya.
  • Kewajiban Lancar (Current Liabilities): Semua utang yang harus dibayar perusahaan dalam kurun waktu satu tahun.

Mengapa Acid-Test Ratio Penting?

Para investor, analis, dan trader menggunakan Acid-Test Ratio untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai tingkat likuiditas perusahaan. Rasio ini sangat berguna dalam situasi di mana perusahaan mungkin menghadapi tantangan keuangan mendadak atau ketika pasar mengalami volatilitas. Kemampuan perusahaan untuk melunasi utangnya dengan cepat tanpa harus menjual persediaan (yang mungkin sulit dijual atau nilainya terdepresiasi) adalah indikator kesehatan finansial yang kuat.

Interpretasi Nilai Acid-Test Ratio

Meskipun tidak ada angka pasti yang universal, secara umum:

  • Rasio 1:1 atau Lebih Tinggi: Dianggap sebagai tanda yang baik. Ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki aset lancar yang cukup untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya tanpa perlu mengandalkan penjualan persediaan.
  • Rasio di Bawah 1:1: Dapat mengindikasikan potensi kesulitan likuiditas. Perusahaan mungkin akan kesulitan memenuhi kewajiban jangka pendeknya jika tidak dapat menjual persediaannya dengan cepat.

Dalam konteks investasi dan trading, pemahaman mendalam tentang Acid-Test Ratio dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih terinformasi, meminimalkan risiko investasi yang tidak diinginkan, dan mengidentifikasi perusahaan yang memiliki fondasi keuangan yang kokoh.

Cara Menggunakan Acid-Test Ratio

Gunakan Acid-Test Ratio untuk menilai kemampuan perusahaan membayar utang jangka pendeknya dengan aset yang paling likuid.

  1. 1Identifikasi data keuangan perusahaan, khususnya Kas, Setara Kas, Efek yang Diperdagangkan, Piutang Usaha, dan Kewajiban Lancar dari laporan keuangan.
  2. 2Hitung Acid-Test Ratio menggunakan rumus yang tersedia.
  3. 3Bandingkan hasil rasio dengan standar industri atau tren historis perusahaan.
  4. 4Analisis rasio dalam konteks kondisi ekonomi makro dan spesifik industri untuk pengambilan keputusan investasi atau trading.

Contoh Penggunaan Acid-Test Ratio dalam Trading

Misalkan sebuah perusahaan teknologi memiliki data keuangan sebagai berikut:

  • Kas: Rp 50 Miliar
  • Setara Kas: Rp 20 Miliar
  • Piutang Usaha: Rp 80 Miliar
  • Kewajiban Lancar: Rp 100 Miliar

Perhitungan Acid-Test Ratio: Acid-Test Ratio = (50 + 20 + 80) Miliar / 100 Miliar Acid-Test Ratio = 150 Miliar / 100 Miliar Acid-Test Ratio = 1.5 Dengan rasio 1.5, perusahaan ini memiliki kemampuan yang baik untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan aset yang sangat likuid, menunjukkan kesehatan finansial yang positif bagi investor.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Rasio Lancar, Likuiditas, Aset Lancar, Kewajiban Lancar, Analisis Keuangan, Analisis Fundamental, Trading Saham

Pertanyaan Umum tentang Acid-Test Ratio

Apa perbedaan utama antara Acid-Test Ratio dan Rasio Lancar?

Perbedaan utamanya adalah Acid-Test Ratio tidak memasukkan persediaan dalam perhitungannya, menjadikannya ukuran likuiditas yang lebih konservatif dibandingkan Rasio Lancar.

Apakah nilai Acid-Test Ratio yang selalu tinggi itu baik?

Nilai yang sangat tinggi bisa jadi baik, namun nilai yang terlalu tinggi juga bisa mengindikasikan perusahaan tidak efisien dalam mengelola asetnya, misalnya terlalu banyak kas menganggur.

Bagaimana Acid-Test Ratio dapat membantu trader forex?

Meskipun lebih umum untuk saham, trader forex dapat menggunakannya untuk menilai kesehatan perusahaan yang menjadi mitra dagang atau perusahaan yang mengeluarkan instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar forex, atau sebagai indikator sentimen pasar terhadap kesehatan korporat secara umum.