4 menit baca 722 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Acquisition Accounting

  • Acquisition Accounting digunakan saat satu perusahaan mengakuisisi perusahaan lain.
  • Penilaian aset dan kewajiban didasarkan pada nilai yang diakui oleh pembeli.
  • Goodwill, atau nilai lebih dari akuisisi, dicatat sebagai aset.
  • Metode ini membantu memberikan gambaran akurat tentang nilai perusahaan yang diakuisisi.
  • Prosesnya bisa kompleks, melibatkan evaluasi aset, kewajiban, dan nilai pasar yang adil.

📑 Daftar Isi

Apa itu Acquisition Accounting?

Acquisition Accounting adalah Metode akuntansi untuk mencatat akuisisi perusahaan lain, fokus pada penilaian aset dan kewajiban berdasarkan nilai pembeli, termasuk pencatatan goodwill.

Penjelasan Lengkap tentang Acquisition Accounting

Apa itu Acquisition Accounting?

Acquisition Accounting adalah sebuah metode akuntansi fundamental yang diterapkan ketika sebuah perusahaan melakukan akuisisi terhadap entitas bisnis lain. Tujuan utama dari akuisisi ini adalah untuk memperoleh kendali atas saham atau aset perusahaan target. Dalam konteks akuntansi investasi, akuisisi dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk pembelian saham perusahaan lain, akuisisi aset-aset spesifik, atau pengambilalihan (takeover) seluruh operasional perusahaan.

Prinsip inti dari Acquisition Accounting adalah bahwa nilai aset dan kewajiban dari perusahaan yang diakuisisi akan ditentukan dan dicatat ulang berdasarkan nilai yang diakui oleh pihak pembeli pada tanggal akuisisi. Ini berarti aset dan kewajiban tersebut tidak lagi dicatat berdasarkan nilai buku historis perusahaan yang diakuisisi, melainkan dinilai kembali sesuai dengan nilai pasar yang berlaku atau nilai wajar pada saat transaksi terjadi.

Pencatatan Goodwill

Salah satu elemen krusial dalam Acquisition Accounting adalah pencatatan Goodwill. Goodwill muncul ketika harga pembelian yang dibayarkan oleh perusahaan pembeli lebih tinggi daripada nilai wajar aset bersih yang teridentifikasi dari perusahaan yang diakuisisi. Goodwill ini dicatat sebagai aset tidak berwujud dalam laporan keuangan perusahaan pembeli. Keberadaan goodwill menunjukkan adanya nilai tambah yang melekat pada perusahaan yang diakuisisi, seperti reputasi merek, basis pelanggan yang loyal, atau sinergi operasional yang diharapkan.

Implikasi dan Kompleksitas

Penerapan Acquisition Accounting memiliki implikasi signifikan terhadap laporan keuangan perusahaan di masa depan, termasuk potensi peningkatan nilai perusahaan dan pengaruhnya terhadap profitabilitas. Namun, proses ini seringkali kompleks karena melibatkan beberapa tahapan penting:

  • Evaluasi Aset dan Kewajiban: Melakukan penilaian menyeluruh terhadap semua aset (baik berwujud maupun tidak berwujud) dan kewajiban perusahaan yang diakuisisi.
  • Penentuan Nilai Pasar yang Adil (Fair Value): Menetapkan nilai wajar untuk setiap aset dan kewajiban yang teridentifikasi pada tanggal akuisisi.
  • Perhitungan Goodwill: Menghitung selisih antara total harga pembelian dengan nilai wajar aset bersih yang teridentifikasi.

Meskipun kompleks, Acquisition Accounting memberikan keuntungan yang berarti bagi investor dan perusahaan. Metode ini menyajikan gambaran yang lebih jelas dan akurat mengenai nilai sesungguhnya dari perusahaan yang diakuisisi, sehingga sangat membantu dalam pengambilan keputusan investasi yang strategis dan tepat.

Cara Menggunakan Acquisition Accounting

Dalam konteks investasi atau analisis keuangan, memahami Acquisition Accounting membantu investor menilai dampak akuisisi terhadap nilai perusahaan dan potensi keuntungannya.

  1. 1Identifikasi apakah ada transaksi akuisisi yang melibatkan perusahaan yang Anda analisis.
  2. 2Periksa laporan keuangan perusahaan pembeli untuk melihat bagaimana aset dan kewajiban perusahaan yang diakuisisi dicatat.
  3. 3Perhatikan adanya pencatatan Goodwill dan analisis dampaknya terhadap neraca.
  4. 4Evaluasi apakah nilai akuisisi mencerminkan nilai wajar aset bersih perusahaan target dan potensi sinergi.

Contoh Penggunaan Acquisition Accounting dalam Trading

Misalkan Perusahaan A mengakuisisi Perusahaan B senilai Rp 100 miliar. Setelah penilaian, nilai wajar aset bersih Perusahaan B (aset dikurangi kewajiban) adalah Rp 80 miliar. Berdasarkan metode Acquisition Accounting, Perusahaan A akan mencatat aset Perusahaan B pada nilai wajarnya (Rp 80 miliar) dan selisih Rp 20 miliar akan dicatat sebagai Goodwill dalam neraca Perusahaan A.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Akuisisi, Merger, Goodwill, Nilai Wajar (Fair Value), Laporan Keuangan, Aset Tidak Berwujud, Akuntansi Investasi

Pertanyaan Umum tentang Acquisition Accounting

Apa perbedaan utama antara Acquisition Accounting dan Purchase Accounting?

Secara historis, 'Purchase Accounting' adalah istilah yang lebih tua dan seringkali digunakan secara bergantian dengan 'Acquisition Accounting'. Namun, standar akuntansi modern (seperti IFRS 3 dan ASC 805) lebih menekankan pada 'Acquisition Accounting' yang mencakup penilaian aset dan kewajiban pada nilai wajar dan pengakuan goodwill.

Bagaimana Goodwill mempengaruhi laporan keuangan?

Goodwill dicatat sebagai aset tidak berwujud. Jika nilai goodwill menurun dari waktu ke waktu (impairment), perusahaan harus mencatat kerugian penurunan nilai, yang akan mengurangi laba bersih.

Siapa yang paling diuntungkan dari pemahaman Acquisition Accounting?

Investor, analis keuangan, manajer perusahaan yang terlibat dalam M&A (Mergers and Acquisitions), dan akuntan publik sangat diuntungkan dari pemahaman mendalam mengenai Acquisition Accounting untuk membuat keputusan yang terinformasi.