4 menit baca 783 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Add-On Interest
- Bunga dihitung berdasarkan pokok investasi awal saja.
- Pembayaran bunga dilakukan di akhir periode investasi.
- Umum ditemukan pada produk simpanan berjangka seperti deposito.
- Potensi keuntungan cenderung lebih rendah dibanding instrumen lain yang fleksibel.
- Perlu memperhatikan biaya tambahan dan penalti jika ditarik lebih awal.
📑 Daftar Isi
Apa itu Add-On Interest?
Add-On Interest adalah Add-On Interest adalah bunga yang dihitung dari pokok awal investasi dan dibayarkan di akhir periode, umum pada produk simpanan seperti deposito.
Penjelasan Lengkap tentang Add-On Interest
Add-On Interest adalah sebuah konsep perhitungan bunga yang kerap ditemui dalam instrumen investasi atau keuangan, terutama yang berkaitan dengan produk simpanan berjangka. Dalam konteks trading dan investasi, istilah ini merujuk pada bunga yang dihitung murni berdasarkan jumlah pokok investasi awal (principal amount) pada saat pembukaan periode investasi. Bunga tersebut kemudian akan dibayarkan seluruhnya pada saat periode investasi berakhir.
Bagaimana Add-On Interest Bekerja?
Mekanisme Add-On Interest sangat sederhana. Bunga tidak dihitung secara bertahap atau diperhitungkan terhadap bunga yang sudah terakumulasi (seperti pada bunga majemuk). Sebaliknya, bunga dihitung hanya dari modal awal selama satu periode penuh. Ini berarti, jika Anda menginvestasikan sejumlah dana, bunga yang akan Anda dapatkan adalah persentase tetap dari dana awal tersebut, terlepas dari berapa lama dana tersebut mengendap di akhir periode (selama masih dalam periode yang ditentukan).
Perbandingan dengan Bunga Majemuk
Penting untuk membedakan Add-On Interest dengan bunga majemuk (compound interest). Pada bunga majemuk, bunga yang diperoleh pada periode tertentu akan ditambahkan ke pokok investasi, dan pada periode berikutnya, perhitungan bunga akan didasarkan pada jumlah pokok yang baru (pokok awal + bunga terakumulasi). Hal ini membuat bunga majemuk berpotensi memberikan keuntungan yang lebih besar dalam jangka panjang.
Sebaliknya, Add-On Interest memberikan kepastian imbal hasil yang tetap berdasarkan pokok awal, namun potensi pertumbuhannya lebih terbatas dibandingkan bunga majemuk.
Contoh Penggunaan dalam Produk Keuangan
Produk keuangan yang paling umum menggunakan skema Add-On Interest adalah:
- Deposito Berjangka: Ini adalah contoh klasik. Nasabah menempatkan dana untuk jangka waktu tertentu (misalnya 1 tahun) dengan tingkat bunga yang disepakati. Bunga dihitung dari total dana awal dan dibayarkan di akhir masa deposito.
- Beberapa Jenis Tabungan Berjangka: Meskipun tidak seumum deposito, beberapa produk tabungan berjangka juga bisa menggunakan skema ini untuk memberikan kepastian imbal hasil.
Keuntungan dan Keterbatasan Add-On Interest
Keuntungan:
- Kepastian Imbal Hasil: Investor dapat dengan mudah menghitung total keuntungan yang akan diterima di akhir periode.
- Kesederhanaan: Mekanisme perhitungannya mudah dipahami.
Keterbatasan:
- Potensi Keuntungan Lebih Rendah: Dibandingkan dengan bunga majemuk atau instrumen investasi lain yang lebih dinamis, imbal hasil Add-On Interest cenderung lebih moderat.
- Kurang Fleksibel: Penarikan dana sebelum jatuh tempo biasanya dikenakan penalti, mengurangi keuntungan yang diharapkan.
- Biaya Tersembunyi: Investor perlu mewaspadai biaya administrasi, biaya transfer, atau biaya lain yang mungkin mengurangi imbal hasil bersih.
Cara Menggunakan Add-On Interest
Memahami Add-On Interest penting saat memilih produk simpanan berjangka untuk memastikan Anda mendapatkan imbal hasil yang sesuai dengan ekspektasi dan memahami potensi keuntungan serta risikonya.
- 1Identifikasi produk keuangan yang menawarkan Add-On Interest, seperti deposito berjangka.
- 2Periksa dan pahami tingkat bunga yang ditawarkan dan periode investasinya.
- 3Hitung potensi keuntungan dengan mengalikan tingkat bunga dengan jumlah pokok investasi awal.
- 4Perhatikan syarat dan ketentuan terkait biaya tambahan, penalti penarikan dini, dan tanggal pembayaran bunga.
- 5Bandingkan dengan produk keuangan lain yang menawarkan bunga majemuk atau instrumen investasi lain untuk mendapatkan pilihan terbaik sesuai tujuan finansial Anda.
Contoh Penggunaan Add-On Interest dalam Trading
Seorang trader forex yang juga berinvestasi pada produk simpanan memilih deposito berjangka dengan Add-On Interest. Ia menempatkan Rp 50.000.000 selama 1 tahun dengan bunga 6% per tahun. Dengan skema Add-On Interest, bunga yang akan ia terima di akhir tahun adalah 6% x Rp 50.000.000 = Rp 3.000.000. Total dana yang akan ia terima kembali adalah Rp 50.000.000 + Rp 3.000.000 = Rp 53.000.000. Ia yakin dengan kepastian imbal hasil ini, meskipun ia tahu bunga majemuk bisa memberikan hasil lebih besar jika ia tidak menarik dana tersebut.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Bunga Majemuk, Deposito, Pokok Investasi, Periode Investasi, Imbal Hasil Tetap
Pertanyaan Umum tentang Add-On Interest
Apakah Add-On Interest sama dengan bunga tunggal?
Ya, Add-On Interest pada dasarnya adalah bunga tunggal karena bunga dihitung hanya dari pokok awal investasi dan tidak diperhitungkan kembali untuk periode berikutnya.
Kapan sebaiknya memilih produk dengan Add-On Interest?
Produk dengan Add-On Interest cocok bagi investor yang mengutamakan kepastian imbal hasil, tidak membutuhkan fleksibilitas penarikan dana, dan mencari instrumen yang mudah dipahami untuk tujuan jangka pendek hingga menengah.
Bagaimana cara memaksimalkan keuntungan jika menggunakan Add-On Interest?
Untuk memaksimalkan keuntungan, pastikan Anda tidak melakukan penarikan dana sebelum jatuh tempo untuk menghindari penalti. Selain itu, bandingkan tingkat bunga Add-On Interest dari berbagai lembaga keuangan untuk mendapatkan penawaran terbaik.