4 menit baca 885 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Advance/Decline Line (A/D)

  • A/D Line mengukur perbandingan saham yang naik (advance) terhadap saham yang turun (decline).
  • Garis A/D yang naik mengindikasikan kekuatan pasar (bullish).
  • Garis A/D yang turun mengindikasikan kelemahan pasar (bearish).
  • Dapat mengkonfirmasi atau menyangkal tren harga, mendeteksi divergensi.
  • Lebih efektif bila dikombinasikan dengan indikator lain dan analisis fundamental.

📑 Daftar Isi

Apa itu Advance/Decline Line (A/D)?

Advance/Decline Line (A/D) adalah Advance/Decline Line (A/D Line) adalah indikator teknikal yang mengukur selisih saham naik vs turun, menunjukkan kesehatan pasar secara luas.

Penjelasan Lengkap tentang Advance/Decline Line (A/D)

Advance/Decline Line (A/D Line) adalah salah satu indikator teknikal yang krusial dalam dunia trading dan investasi, khususnya dalam analisis pasar saham. Indikator ini dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih luas mengenai kekuatan atau kelemahan pasar secara keseluruhan, tidak hanya terpaku pada pergerakan harga indeks utama.

Apa itu Advance/Decline Line?

A/D Line pada dasarnya adalah sebuah indikator kumulatif yang melacak perbedaan antara jumlah saham yang mengalami kenaikan harga (disebut advances atau advancing stocks) dan jumlah saham yang mengalami penurunan harga (disebut declines atau declining stocks) dalam periode waktu tertentu. Indikator ini dapat diterapkan pada berbagai skala, mulai dari indeks pasar saham secara keseluruhan (seperti S&P 500 atau IHSG) hingga saham individual yang diperdagangkan di bursa.

Bagaimana A/D Line Dihitung?

Perhitungan A/D Line umumnya bersifat kumulatif. Rumus dasarnya adalah:

A/D Line = (Jumlah Saham Naik - Jumlah Saham Turun) + Nilai A/D Line Periode Sebelumnya

Pada hari pertama perhitungan, nilai A/D Line biasanya dimulai dari nol atau nilai awal yang ditentukan. Setiap hari, selisih antara jumlah saham yang naik dan turun ditambahkan (jika positif) atau dikurangi (jika negatif) dari nilai A/D Line sebelumnya. Hal ini menciptakan sebuah garis yang terus bergerak naik atau turun seiring waktu.

Interpretasi A/D Line

  • Tren Naik A/D Line: Ketika Advance/Decline Line sedang dalam tren naik, ini menunjukkan bahwa jumlah saham yang mengalami kenaikan harga lebih banyak daripada saham yang mengalami penurunan. Kondisi ini seringkali diinterpretasikan sebagai tanda kekuatan pasar yang sehat dan potensi momentum bullish (penguatan harga).
  • Tren Turun A/D Line: Sebaliknya, jika A/D Line menunjukkan tren menurun, berarti lebih banyak saham yang mengalami penurunan harga dibandingkan kenaikan. Hal ini bisa menjadi indikasi awal dari ketidakstabilan pasar, pelemahan momentum, dan potensi sentimen bearish (penurunan harga).
  • Divergensi: Salah satu penggunaan A/D Line yang paling kuat adalah untuk mendeteksi divergensi. Jika harga sebuah indeks atau saham bergerak naik, namun A/D Line justru bergerak turun, ini disebut divergensi bearish. Sinyal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga mungkin tidak didukung oleh partisipasi pasar yang luas, sehingga berpotensi terjadi pembalikan arah tren. Sebaliknya, jika harga turun namun A/D Line naik, ini adalah divergensi bullish yang mengindikasikan potensi pembalikan ke atas.

Keterbatasan dan Penggunaan Efektif

Meskipun A/D Line adalah alat analisis yang berharga, penting untuk diingat bahwa indikator ini tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya dasar pengambilan keputusan trading atau investasi. A/D Line seringkali dikombinasikan dengan indikator teknikal lainnya, seperti:

  • Volume Perdagangan: Untuk mengkonfirmasi kekuatan pergerakan harga.
  • Moving Average: Untuk mengidentifikasi tren jangka panjang.
  • Indikator Momentum: Seperti RSI atau MACD, untuk mengukur kecepatan dan kekuatan perubahan harga.

Penggunaan A/D Line akan jauh lebih efektif apabila digabungkan dengan analisis fundamental, berita ekonomi, dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar saham secara keseluruhan.

Cara Menggunakan Advance/Decline Line (A/D)

Gunakan Advance/Decline Line untuk mengukur kesehatan pasar secara luas dan mendeteksi potensi pembalikan tren melalui divergensi.

  1. 1Identifikasi sumber data saham naik dan turun yang relevan dengan aset yang Anda tradingkan (indeks atau saham individual).
  2. 2Hitung atau gunakan platform charting yang menyediakan A/D Line secara otomatis.
  3. 3Amati tren A/D Line: Tren naik mengindikasikan kekuatan pasar, tren turun mengindikasikan kelemahan.
  4. 4Cari divergensi antara pergerakan harga aset Anda dengan pergerakan A/D Line sebagai sinyal potensi pembalikan tren.

Contoh Penggunaan Advance/Decline Line (A/D) dalam Trading

Misalkan Anda menganalisis indeks saham IDX Composite (IHSG). Anda mengamati bahwa dalam beberapa minggu terakhir, IHSG terus mencatatkan kenaikan harga. Namun, saat Anda melihat Advance/Decline Line untuk saham-saham yang terdaftar di bursa, Anda menemukan bahwa garis A/D justru bergerak datar atau sedikit menurun. Ini adalah contoh divergensi bearish. Situasi ini mengindikasikan bahwa kenaikan IHSG mungkin hanya didorong oleh segelintir saham unggulan, sementara mayoritas saham lainnya tidak ikut menguat. Sebagai trader, sinyal divergensi ini bisa menjadi peringatan untuk berhati-hati terhadap potensi koreksi atau pembalikan tren turun pada IHSG di masa mendatang, dan Anda mungkin mempertimbangkan untuk mengurangi posisi beli atau mencari peluang jual.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Indikator Teknikal, Pasar Bullish, Pasar Bearish, Divergensi, Volume Perdagangan, Moving Average, Analisis Fundamental, IDX Composite

Pertanyaan Umum tentang Advance/Decline Line (A/D)

Apakah Advance/Decline Line hanya bisa digunakan untuk saham?

Meskipun paling umum digunakan untuk pasar saham, konsep serupa yang mengukur jumlah aset yang naik versus turun bisa diadaptasi untuk pasar lain jika data yang relevan tersedia.

Bagaimana cara mendapatkan data saham naik dan turun?

Data ini biasanya disediakan oleh penyedia data pasar keuangan, platform charting trading, atau situs web berita finansial yang melacak pergerakan saham di bursa.

Seberapa jauh ke belakang A/D Line harus dianalisis?

Jangka waktu analisis A/D Line tergantung pada strategi trading Anda. Trader jangka pendek mungkin melihat beberapa minggu, sementara investor jangka panjang bisa menganalisis beberapa bulan atau tahun untuk mendapatkan gambaran tren pasar yang lebih luas.