4 menit baca 856 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang After-Hours Trading
- Memungkinkan investor untuk bertransaksi di luar jam perdagangan reguler bursa.
- Memberikan kesempatan untuk bereaksi cepat terhadap berita atau peristiwa yang terjadi setelah jam pasar normal.
- Potensi keuntungan dari membeli aset yang turun atau menjual aset yang naik setelah jam perdagangan.
- Memiliki risiko lebih tinggi karena volume perdagangan yang lebih rendah dan volatilitas harga yang meningkat.
- Memerlukan kewaspadaan ekstra dan pemahaman risiko yang lebih mendalam.
📑 Daftar Isi
Apa itu After-Hours Trading?
After-Hours Trading adalah After-Hours Trading adalah aktivitas jual beli instrumen keuangan setelah jam perdagangan reguler bursa, memungkinkan reaksi cepat terhadap berita pasca-jam.
Penjelasan Lengkap tentang After-Hours Trading
Apa Itu After-Hours Trading?
After-Hours Trading, atau perdagangan setelah jam bursa, merujuk pada aktivitas jual beli instrumen keuangan yang dilakukan di luar jam perdagangan reguler suatu bursa saham. Pasar saham memiliki jam operasional yang telah ditentukan, biasanya dimulai dari pagi hingga sore hari (misalnya, pukul 09:00 hingga 16:00 waktu setempat). Namun, dengan adanya fasilitas after-hours trading, investor memiliki fleksibilitas untuk tetap aktif di pasar bahkan setelah jam perdagangan resmi berakhir. Hal ini memungkinkan partisipasi pasar yang lebih dinamis dan responsif terhadap perkembangan terkini.
Manfaat After-Hours Trading
Salah satu keuntungan utama dari after-hours trading adalah kemampuannya untuk bereaksi secara instan terhadap berita atau pengumuman penting yang dirilis setelah jam perdagangan reguler ditutup. Investor dapat segera menyesuaikan portofolio mereka:
- Membeli Saham dengan Harga Menarik: Jika ada berita positif yang muncul setelah pasar tutup, investor dapat membeli saham yang harganya berpotensi naik di sesi berikutnya dengan harga yang masih relatif rendah.
- Menjual Saham dengan Harga Lebih Tinggi: Sebaliknya, jika ada berita negatif, investor dapat segera menjual saham yang mereka miliki untuk meminimalkan kerugian atau mengunci keuntungan sebelum pasar dibuka kembali.
- Memperbarui Posisi: Memberikan kesempatan untuk menyesuaikan eksposur pasar sebelum sesi perdagangan berikutnya dimulai, sehingga mengurangi potensi kejutan di pagi hari.
Risiko After-Hours Trading
Meskipun menawarkan fleksibilitas, after-hours trading juga datang dengan serangkaian risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan perdagangan selama jam reguler. Investor harus sangat berhati-hati:
- Volume Perdagangan Lebih Rendah: Karena lebih sedikit partisipan pasar yang aktif, likuiditas (kemudahan untuk membeli atau menjual tanpa memengaruhi harga secara signifikan) menjadi lebih rendah. Ini berarti pesanan mungkin tidak segera terpenuhi atau harus dieksekusi pada harga yang kurang menguntungkan.
- Volatilitas Harga Tinggi: Dengan likuiditas yang rendah, pergerakan harga bisa menjadi sangat tajam dan fluktuatif akibat transaksi dalam volume kecil. Hal ini dapat menyebabkan kerugian yang signifikan bagi investor yang tidak siap atau tidak waspada.
- Perbedaan Harga (Gap): Perbedaan harga yang besar antara penutupan sesi reguler dan pembukaan sesi after-hours atau sesi reguler berikutnya bisa terjadi, yang mungkin tidak menguntungkan bagi posisi yang diambil.
Secara keseluruhan, after-hours trading adalah alat yang berharga bagi investor yang ingin tetap terhubung dengan pasar dan merespons informasi baru dengan cepat. Namun, ia menuntut kewaspadaan lebih, pemahaman mendalam tentang dinamika pasar di luar jam reguler, dan manajemen risiko yang cermat untuk menghindari potensi kerugian yang lebih besar.
Cara Menggunakan After-Hours Trading
Investor menggunakan after-hours trading untuk bereaksi cepat terhadap berita penting atau menyesuaikan posisi mereka sebelum pasar dibuka kembali, namun harus memperhatikan risiko likuiditas dan volatilitas yang lebih tinggi.
- 1Pantau berita ekonomi dan perusahaan yang dirilis setelah jam perdagangan reguler.
- 2Evaluasi dampak berita tersebut terhadap harga instrumen keuangan yang relevan.
- 3Buka platform trading Anda dan pilih opsi untuk melakukan perdagangan setelah jam bursa (jika tersedia dan diizinkan oleh broker).
- 4Perhatikan spread (perbedaan antara harga beli dan jual) yang mungkin lebih lebar dan potensi slippage (perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga eksekusi) yang lebih besar.
- 5Pertimbangkan untuk menggunakan jenis order tertentu seperti limit order untuk mengontrol harga eksekusi, meskipun eksekusi mungkin tidak terjamin.
- 6Tentukan ukuran posisi yang sesuai dengan toleransi risiko Anda, mengingat volatilitas yang lebih tinggi.
Contoh Penggunaan After-Hours Trading dalam Trading
Misalnya, sebuah perusahaan teknologi merilis laporan laba yang jauh melebihi ekspektasi pasar pada pukul 18:00, setelah jam perdagangan reguler bursa saham ditutup. Investor yang memantau berita ini dapat segera melakukan After-Hours Trading untuk membeli saham perusahaan tersebut. Mereka berharap harga saham akan meroket saat bursa dibuka kembali pada sesi berikutnya. Sebaliknya, jika berita tersebut buruk, investor dapat segera menjual sahamnya di sesi after-hours untuk mencegah kerugian yang lebih besar saat pasar dibuka.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Jam Perdagangan Bursa, Volatilitas Pasar, Likuiditas, Order Tipe (Limit Order, Market Order), Spread, Slippage, Berita Ekonomi, Laporan Laba Rugi
Pertanyaan Umum tentang After-Hours Trading
Apakah semua broker menawarkan After-Hours Trading?
Tidak semua broker menyediakan fasilitas after-hours trading. Ketersediaannya bergantung pada kebijakan masing-masing broker dan bursa yang menjadi tempat mereka beroperasi.
Bagaimana cara kerja order di After-Hours Trading?
Order yang ditempatkan selama after-hours trading biasanya akan dieksekusi dengan harga pasar yang tersedia saat itu. Karena likuiditas yang lebih rendah, order Anda mungkin tidak segera terisi atau terisi pada harga yang berbeda dari yang Anda harapkan (slippage).
Apakah After-Hours Trading cocok untuk pemula?
Umumnya, after-hours trading tidak disarankan untuk trader pemula karena memerlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika pasar, toleransi risiko yang lebih tinggi, dan kemampuan untuk bereaksi cepat terhadap informasi yang berubah-ubah.