4 menit baca 835 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Agency by Necessity

  • Agency by Necessity adalah hubungan agen-klien yang timbul secara implisit, bukan karena kontrak tertulis.
  • Terjadi ketika klien tidak dapat melakukan trading sendiri karena kurangnya pengetahuan, waktu, atau kondisi darurat.
  • Agen bertindak atas nama klien, membuat keputusan trading untuk keuntungan maksimal.
  • Memilih agen yang terpercaya dan kompeten sangat krusial untuk keamanan dan keuntungan investasi.
  • Menawarkan solusi bagi investor yang membutuhkan bantuan dalam mengelola portofolio mereka.

📑 Daftar Isi

Apa itu Agency by Necessity?

Agency by Necessity adalah Agency by Necessity terjadi saat seseorang bertindak sebagai agen trading tanpa perjanjian resmi, seringkali karena ketidakmampuan klien untuk bertransaksi sendiri.

Penjelasan Lengkap tentang Agency by Necessity

Dalam dunia forex dan investasi, Agency by Necessity merujuk pada sebuah situasi di mana seseorang secara de facto menjadi agen bagi pihak lain dalam menjalankan aktivitas trading atau investasi, meskipun tidak ada perjanjian tertulis atau kesepakatan formal yang mengikat. Konsep ini muncul ketika seorang individu (klien) tidak dapat secara langsung melakukan transaksi di pasar keuangan karena berbagai kendala.

Penyebab Munculnya Agency by Necessity

  • Kurangnya Pengetahuan dan Keahlian: Klien mungkin tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang cara kerja pasar forex, analisis teknikal, analisis fundamental, atau strategi trading yang efektif.
  • Keterbatasan Waktu: Kesibukan profesional atau pribadi dapat menghalangi klien untuk memantau pasar dan mengeksekusi trading secara aktif.
  • Kondisi Darurat: Situasi tak terduga seperti penahanan, kecelakaan, sakit parah, atau ketidakmampuan fisik lainnya dapat membuat klien tidak berdaya untuk mengurus aset investasinya.

Peran Agen dalam Agency by Necessity

Dalam skenario ini, agen (yang bisa berupa broker, manajer aset, atau bahkan rekan trading tepercaya) mengambil alih tanggung jawab untuk:

  • Membuat keputusan trading yang strategis dan berpotensi menguntungkan atas nama klien.
  • Melakukan eksekusi order beli dan jual sesuai dengan tujuan investasi klien.
  • Memastikan bahwa semua tindakan yang diambil selaras dengan kepentingan dan preferensi klien, sejauh yang dapat dipahami atau diinstruksikan oleh klien.
  • Menjaga kelangsungan aktivitas trading dan investasi agar portofolio tetap berjalan optimal meskipun klien tidak dapat berpartisipasi langsung.

Pentingnya Kepercayaan dan Kompetensi

Meskipun Agency by Necessity dapat menjadi solusi yang sangat membantu, terutama dalam situasi darurat atau bagi investor pemula, aspek krusial yang harus diperhatikan adalah pemilihan agen yang tepat. Klien harus memastikan bahwa agen yang mereka percayai memiliki rekam jejak yang baik, kompetensi yang terbukti di pasar keuangan, dan integritas yang tinggi. Kepercayaan menjadi fondasi utama dalam hubungan ini, karena klien menyerahkan kendali atas aset finansialnya kepada pihak lain. Kegagalan dalam memilih agen yang terpercaya dapat berujung pada kerugian finansial yang signifikan.

Secara keseluruhan, Agency by Necessity menawarkan perlindungan dan keberlanjutan bagi individu yang menghadapi hambatan dalam mengelola investasi mereka, namun tetap menuntut kehati-hatian ekstra dalam memilih mitra pelaksana.

Cara Menggunakan Agency by Necessity

Agency by Necessity biasanya muncul secara alami ketika ada kebutuhan mendesak dan kepercayaan, bukan melalui proses rekrutmen agen formal. Namun, jika Anda berada dalam posisi yang membutuhkan agen semacam ini, penting untuk mengkomunikasikan kebutuhan Anda secara jelas.

  1. 1Identifikasi kebutuhan Anda: Tentukan mengapa Anda tidak dapat bertransaksi sendiri (misalnya, kurangnya waktu, pengetahuan, atau situasi darurat).
  2. 2Cari individu yang Anda percayai: Pilih seseorang yang memiliki pengalaman di pasar keuangan dan memiliki reputasi baik.
  3. 3Komunikasikan tujuan dan batasan Anda: Jelaskan secara rinci apa yang Anda harapkan dari agen, termasuk tujuan investasi, toleransi risiko, dan preferensi Anda.
  4. 4Tetapkan mekanisme komunikasi: Pastikan ada cara yang efektif untuk berkomunikasi dan mendapatkan pembaruan mengenai aktivitas trading.

Contoh Penggunaan Agency by Necessity dalam Trading

Seorang trader berpengalaman, sebut saja Budi, sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri dan tidak memiliki akses internet yang stabil selama seminggu. Ia memiliki posisi trading penting di pasar forex yang perlu dipantau dan dikelola. Karena tidak dapat melakukannya sendiri, Budi meminta tolong kepada rekan tradingnya yang sangat ia percayai, Ani, untuk mengelola akunnya selama ia pergi. Tidak ada perjanjian tertulis yang dibuat, namun Ani setuju untuk memantau akun Budi, melakukan penyesuaian stop-loss jika diperlukan, dan menutup posisi jika kondisi pasar menjadi sangat berisiko, semuanya demi melindungi modal Budi. Dalam kasus ini, Ani bertindak sebagai agen by necessity bagi Budi.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Agen Trading, Broker Forex, Manajer Aset, Perjanjian Implisit, Mandat, Fiduciary Duty, Forex Trading, Investasi

Pertanyaan Umum tentang Agency by Necessity

Apakah Agency by Necessity sama dengan menunjuk broker secara resmi?

Tidak. Agency by Necessity bersifat implisit dan muncul karena kebutuhan, tanpa perjanjian tertulis, sedangkan menunjuk broker secara resmi melibatkan kontrak dan regulasi yang jelas.

Bagaimana jika agen yang ditunjuk melakukan kesalahan fatal?

Tanggung jawab agen dalam Agency by Necessity bisa kompleks dan bergantung pada hukum setempat serta tingkat kepercayaan yang diberikan. Namun, jika agen bertindak dengan itikad baik dan berdasarkan informasi yang tersedia, kelalaian mungkin tidak selalu berujung pada tanggung jawab penuh.

Apakah Agency by Necessity bisa digunakan untuk menutupi tindakan ilegal?

Tentu saja tidak. Agency by Necessity hanya berlaku untuk situasi yang sah di mana pihak pertama benar-benar tidak dapat bertindak dan pihak kedua bertindak atas dasar kepercayaan dan itikad baik untuk kepentingan pihak pertama.