4 menit baca 770 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Alternative Trading System (ATS)

  • ATS adalah platform perdagangan yang beroperasi di luar bursa saham tradisional.
  • Platform ini menawarkan fleksibilitas lebih besar dalam menetapkan aturan perdagangan.
  • Umumnya digunakan oleh investor institusional dan trader untuk transaksi besar.
  • ATS populer untuk trading aset digital seperti mata uang kripto, namun juga bisa untuk saham, opsi, dan obligasi.
  • Risiko penggunaan ATS meliputi potensi penipuan, likuiditas rendah, dan ketidakpastian harga pasar.

📑 Daftar Isi

Apa itu Alternative Trading System (ATS)?

Alternative Trading System (ATS) adalah ATS adalah platform trading alternatif yang memfasilitasi jual beli aset tanpa melalui bursa saham konvensional, menawarkan fleksibilitas namun juga risiko tersendiri.

Penjelasan Lengkap tentang Alternative Trading System (ATS)

Alternative Trading System (ATS), atau Sistem Perdagangan Alternatif, merujuk pada platform atau ekosistem perdagangan yang dirancang untuk memfasilitasi transaksi jual beli instrumen keuangan, seperti saham, obligasi, dan yang semakin populer, mata uang kripto, tanpa harus melalui jalur bursa saham konvensional yang diatur secara ketat.

Bagaimana ATS Beroperasi?

ATS dioperasikan oleh entitas independen, baik organisasi maupun perusahaan, yang berdiri sendiri dari bursa saham resmi. Perbedaan fundamental ini memberikan ATS keleluasaan yang lebih besar dalam merancang dan menerapkan aturan perdagangannya. Fleksibilitas ini seringkali menjadi daya tarik utama bagi para pelaku pasar yang mencari metode perdagangan yang berbeda atau lebih efisien.

Siapa Pengguna Utama ATS?

Secara historis, ATS lebih banyak diadopsi oleh investor institusional dan pedagang profesional yang terbiasa menangani volume perdagangan yang sangat besar (block trades) di pasar modal. Kebutuhan mereka akan eksekusi yang cepat dan terkadang lebih privat membuat ATS menjadi pilihan yang menarik.

Perkembangan ATS dan Aset yang Diperdagangkan

Meskipun awalnya lebih dikenal untuk instrumen tradisional, ATS telah mengalami pertumbuhan pesat, terutama dalam ranah mata uang kripto. Banyak platform ATS modern yang secara khusus melayani pasar aset digital. Namun, tidak menutup kemungkinan platform ATS juga menawarkan fasilitas untuk memperdagangkan instrumen lain seperti:

  • Saham
  • Opsi
  • Obligasi

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Seperti halnya instrumen atau platform investasi lainnya, penggunaan ATS tidak luput dari risiko. Para investor dan trader perlu memahami dan mewaspadai potensi risiko berikut:

  • Kemungkinan Penipuan: Karena regulasi yang mungkin lebih longgar dibandingkan bursa tradisional, potensi praktik penipuan bisa lebih tinggi jika tidak berhati-hati.
  • Likuiditas yang Rendah: Terutama pada aset atau platform yang kurang populer, likuiditas bisa menjadi masalah, yang berarti kesulitan dalam menemukan pembeli atau penjual pada harga yang diinginkan.
  • Ketidakpastian Harga Pasar yang Adil: Tanpa mekanisme penetapan harga yang transparan seperti di bursa utama, ada risiko harga yang dieksekusi tidak selalu mencerminkan nilai pasar yang sebenarnya.

Oleh karena itu, riset mendalam dan kehati-hatian mutlak diperlukan sebelum memutuskan untuk bertransaksi menggunakan ATS.

Cara Menggunakan Alternative Trading System (ATS)

Menggunakan ATS melibatkan pemilihan platform yang tepat, memahami aturan mainnya, dan melakukan riset mendalam mengenai aset yang akan diperdagangkan untuk meminimalkan risiko.

  1. 1Lakukan penelitian mendalam untuk menemukan ATS yang memiliki reputasi baik dan sesuai dengan jenis aset yang ingin Anda perdagangkan.
  2. 2Pahami secara menyeluruh struktur biaya, aturan perdagangan, dan kebijakan privasi dari ATS yang Anda pilih.
  3. 3Evaluasi likuiditas aset yang tersedia di platform ATS tersebut untuk memastikan Anda dapat mengeksekusi transaksi dengan mudah.
  4. 4Selalu terapkan manajemen risiko yang ketat, diversifikasi aset, dan jangan pernah menginvestasikan dana lebih dari yang Anda siap untuk kehilangan.

Contoh Penggunaan Alternative Trading System (ATS) dalam Trading

Seorang investor institusional ingin menjual 1 juta lembar saham perusahaan X dalam jumlah besar. Daripada mengeksekusi pesanan di bursa saham utama yang dapat menyebabkan volatilitas harga yang signifikan, investor tersebut memilih untuk menggunakan Alternative Trading System (ATS) yang memungkinkan transaksi blok besar ini dieksekusi secara lebih tersembunyi dan dengan dampak harga yang minimal. Platform ATS tersebut mungkin memiliki aturan khusus tentang bagaimana pesanan dicocokkan dan dieksekusi, yang berbeda dari bursa reguler.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Bursa Efek Indonesia (BEI), Dark Pool, Over-the-Counter (OTC), Investor Institusional, Trader Profesional, Aset Kripto

Pertanyaan Umum tentang Alternative Trading System (ATS)

Legalitas ATS bervariasi tergantung pada yurisdiksi dan jenis aset yang diperdagangkan. Banyak ATS beroperasi di bawah kerangka regulasi tertentu, meskipun mungkin tidak seketat bursa saham konvensional.

Apa perbedaan utama antara ATS dan bursa saham biasa?

Perbedaan utama terletak pada struktur regulasi dan operasional. Bursa saham biasa diatur secara ketat oleh otoritas pasar modal, sementara ATS memiliki fleksibilitas lebih besar dalam aturan dan seringkali tidak terikat pada regulasi yang sama persis.

Apakah ATS cocok untuk investor ritel?

ATS umumnya lebih ditujukan untuk investor institusional dan trader profesional karena volume perdagangan yang besar dan potensi kompleksitasnya. Investor ritel mungkin lebih nyaman menggunakan platform trading yang lebih umum dan teregulasi ketat.