5 menit baca 914 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Altman Z-Score
- Altman Z-Score memprediksi risiko kebangkrutan perusahaan berdasarkan lima rasio keuangan.
- Skor di atas 2.99 menunjukkan perusahaan sehat, antara 1.81-2.99 rentan, dan di bawah 1.81 berisiko tinggi bangkrut.
- Model ini menggabungkan likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan stabilitas perusahaan.
- Digunakan oleh investor, analis, dan kreditur untuk menilai kesehatan finansial sebelum keputusan investasi atau pinjaman.
- Merupakan alat analisis fundamental yang berharga namun perlu dilengkapi analisis holistik lainnya.
📑 Daftar Isi
Apa itu Altman Z-Score?
Altman Z-Score adalah Altman Z-Score adalah model prediktif yang mengukur kesehatan keuangan perusahaan dan risiko kebangkrutannya menggunakan lima rasio keuangan utama.
Penjelasan Lengkap tentang Altman Z-Score
Apa itu Altman Z-Score?
Altman Z-Score adalah sebuah model kuantitatif yang dikembangkan oleh Edward I. Altman pada tahun 1968 untuk memprediksi kemungkinan kebangkrutan perusahaan. Model ini menjadi salah satu alat analisis fundamental yang paling terkenal dan banyak digunakan dalam dunia keuangan, terutama oleh investor, analis, dan lembaga keuangan seperti bank atau kreditur.
Inti dari Altman Z-Score adalah menggabungkan lima rasio keuangan kunci yang mencerminkan berbagai aspek kesehatan finansial suatu perusahaan. Rasio-rasio ini meliputi:
- Rasio Modal Kerja terhadap Total Aset (Working Capital to Total Assets): Mengukur likuiditas jangka pendek perusahaan.
- Rasio Laba Ditahan terhadap Total Aset (Retained Earnings to Total Assets): Mengukur profitabilitas kumulatif perusahaan dari waktu ke waktu.
- Rasio Laba Operasi terhadap Total Aset (Earnings Before Interest and Taxes to Total Assets): Mengukur efisiensi operasional dan profitabilitas perusahaan.
- Rasio Nilai Pasar Ekuitas terhadap Nilai Buku Liabilitas Total (Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities): Mengukur solvabilitas perusahaan dari perspektif pasar.
- Rasio Penjualan terhadap Total Aset (Sales to Total Assets): Mengukur efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan pendapatan.
Interpretasi Skor Altman Z-Score
Setelah kelima rasio tersebut dihitung dan dimasukkan ke dalam formula Altman Z-Score, hasilnya adalah sebuah skor tunggal yang memberikan indikasi mengenai tingkat risiko kebangkrutan perusahaan. Secara umum, interpretasi skornya adalah sebagai berikut:
- Skor di atas 2.99: Menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam zona aman atau sehat secara finansial. Kemungkinan bangkrut sangat rendah.
- Skor antara 1.81 hingga 2.99: Menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam zona rentan atau abu-abu. Perusahaan ini mungkin menghadapi tantangan finansial di masa depan, namun belum tentu akan bangkrut.
- Skor di bawah 1.81: Menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam zona bahaya atau memiliki risiko kebangkrutan yang tinggi.
Penggunaan Altman Z-Score dalam Trading dan Investasi
Dalam konteks pasar modal dan trading forex (meskipun lebih umum untuk saham dan obligasi), Altman Z-Score berfungsi sebagai alat analisis fundamental yang kuat. Investor dan trader dapat menggunakannya untuk:
- Menilai Kesehatan Finansial Perusahaan Publik: Sebelum berinvestasi pada saham perusahaan, analis dapat menghitung Z-Score untuk memastikan perusahaan tersebut stabil secara finansial.
- Memprediksi Risiko Kredit: Lembaga keuangan menggunakan Z-Score untuk menilai kelayakan kredit calon peminjam, baik individu maupun perusahaan.
- Manajemen Risiko: Trader yang berfokus pada aset yang diterbitkan oleh perusahaan dapat menggunakan Z-Score sebagai salah satu indikator untuk mengelola eksposur risiko mereka.
Namun, penting untuk diingat bahwa Altman Z-Score bukanlah satu-satunya penentu. Keputusan investasi atau pinjaman sebaiknya didasarkan pada analisis yang komprehensif, termasuk faktor makroekonomi, kondisi industri, dan strategi manajemen perusahaan.
Cara Menggunakan Altman Z-Score
Untuk menggunakan Altman Z-Score, Anda perlu mengumpulkan data laporan keuangan perusahaan, menghitung lima rasio kunci, lalu memasukkannya ke dalam formula standar Altman Z-Score untuk mendapatkan skor akhir yang diinterpretasikan.
- 1Langkah 1: Dapatkan laporan keuangan terbaru perusahaan (neraca dan laporan laba rugi).
- 2Langkah 2: Hitung lima rasio keuangan yang menjadi komponen Altman Z-Score.
- 3Langkah 3: Masukkan nilai rasio-rasio tersebut ke dalam formula Altman Z-Score yang spesifik (ada variasi untuk perusahaan publik dan privat).
- 4Langkah 4: Interpretasikan skor yang dihasilkan berdasarkan rentang standar (sehat, rentan, berisiko tinggi) untuk menilai kesehatan finansial dan risiko kebangkrutan perusahaan.
Contoh Penggunaan Altman Z-Score dalam Trading
Seorang investor ingin membeli saham perusahaan teknologi 'TechCorp'. Sebelum berinvestasi, ia melakukan analisis fundamental menggunakan Altman Z-Score. Setelah mengumpulkan data laporan keuangan TechCorp, ia menghitung lima rasio utama dan mendapatkan skor Altman Z-Score sebesar 3.50. Berdasarkan interpretasi, skor ini berada di atas 2.99, menandakan bahwa TechCorp memiliki kesehatan keuangan yang baik dan risiko kebangkrutannya rendah. Investor ini kemudian merasa lebih percaya diri untuk melanjutkan keputusannya berinvestasi pada saham TechCorp, meskipun tetap mempertimbangkan faktor lain.
Di sisi lain, seorang bankir sedang mengevaluasi permohonan kredit dari perusahaan manufaktur 'ManuFact'. Setelah menghitung Altman Z-Score ManuFact, didapatkan skor sebesar 1.20. Skor ini berada di bawah 1.81, yang mengindikasikan risiko kebangkrutan yang tinggi. Bankir tersebut kemungkinan akan menolak permohonan kredit atau menawarkan persyaratan yang sangat ketat karena tingginya risiko yang terdeteksi oleh Z-Score.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Analisis Fundamental, Rasio Keuangan, Risiko Kebangkrutan, Likuiditas, Profitabilitas, Solvabilitas, Manajemen Risiko
Pertanyaan Umum tentang Altman Z-Score
Apakah Altman Z-Score hanya berlaku untuk perusahaan publik?
Ada variasi formula Altman Z-Score untuk perusahaan publik dan perusahaan privat. Formula asli yang dikembangkan Altman pada tahun 1968 lebih ditujukan untuk perusahaan manufaktur publik, namun model ini telah diadaptasi untuk berbagai jenis perusahaan.
Seberapa akurat Altman Z-Score dalam memprediksi kebangkrutan?
Altman Z-Score terbukti cukup akurat dalam memprediksi kebangkrutan, terutama dalam jangka pendek hingga menengah. Studi awal menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi, namun akurasi dapat bervariasi tergantung pada industri, kondisi ekonomi, dan karakteristik perusahaan.
Apakah Altman Z-Score bisa digunakan dalam trading forex?
Altman Z-Score secara langsung digunakan untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan, bukan untuk pasangan mata uang forex. Namun, dalam trading forex, investor dapat memantau kesehatan perusahaan-perusahaan besar yang merupakan 'penggerak' ekonomi suatu negara, karena kesehatan perusahaan-perusahaan ini dapat memengaruhi nilai tukar mata uang negara tersebut.