4 menit baca 713 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Anchoring

  • Anchoring adalah kecenderungan mengacu pada titik referensi (anchor) tertentu saat membuat keputusan investasi.
  • Anchor umum berupa harga historis, harga tertinggi/terendah, atau angka psikologis.
  • Bias ini dapat mengarah pada keputusan yang tidak rasional karena mengabaikan kondisi pasar terkini.
  • Penting untuk menyadari anchoring agar tidak mempengaruhi penentuan target profit, stop loss, atau valuasi aset.

📑 Daftar Isi

Apa itu Anchoring?

Anchoring adalah Anchoring adalah bias kognitif dalam trading di mana trader terlalu bergantung pada informasi atau harga tertentu sebagai patokan, seringkali mengabaikan data relevan terkini.

Penjelasan Lengkap tentang Anchoring

Apa itu Anchoring dalam Trading Forex?

Dalam dunia trading dan investasi, Anchoring merujuk pada sebuah bias kognitif di mana seorang trader atau investor cenderung sangat bergantung pada informasi awal atau titik referensi tertentu (yang disebut 'anchor') saat membuat keputusan. Anchor ini bisa berupa harga historis suatu aset, level psikologis (misalnya angka bulat seperti $1.2000 untuk EUR/USD), harga tertinggi atau terendah yang pernah dicapai, atau bahkan berita atau analisis pertama yang mereka terima.

Sebagai contoh, seorang trader mungkin melihat bahwa pasangan mata uang EUR/USD pernah mencapai level 1.1500 di masa lalu. Jika saat ini EUR/USD diperdagangkan di 1.1000, trader tersebut mungkin menganggap level 1.1000 'murah' atau 'menarik' karena 'jauh' dari harga tertingginya di 1.1500. Padahal, relevansi harga historis tersebut dengan kondisi fundamental dan teknikal pasar saat ini mungkin sudah sangat minim.

Bagaimana Anchoring Mempengaruhi Keputusan Trading?

Anchoring dapat secara signifikan mengaburkan penilaian objektif seorang trader. Beberapa dampaknya antara lain:

  • Penentuan Target Profit yang Tidak Realistis: Trader mungkin menetapkan target profit yang terlalu ambisius berdasarkan level harga 'ideal' di masa lalu, bukan berdasarkan potensi pergerakan pasar saat ini.
  • Penempatan Stop Loss yang Salah: Sebaliknya, trader bisa menempatkan stop loss terlalu ketat karena terpengaruh oleh harga terdekat yang mereka jadikan anchor, sehingga mudah tersingkir dari posisi meskipun tren masih berlanjut.
  • Kesulitan dalam Mengevaluasi Aset: Trader mungkin menilai suatu aset terlalu mahal atau terlalu murah berdasarkan perbandingan dengan harga anchor, tanpa mempertimbangkan faktor-faktor fundamental dan makroekonomi yang relevan.
  • Pengambilan Keputusan Emosional: Anchoring seringkali berakar pada emosi, seperti rasa takut kehilangan kesempatan (FOMO) atau harapan berlebihan, yang didorong oleh angka referensi yang dipilih secara subyektif.

Penting bagi setiap pelaku pasar untuk menyadari keberadaan bias anchoring dan secara aktif berusaha untuk tidak membiarkannya mendikte keputusan trading. Keputusan harus didasarkan pada analisis data yang komprehensif dan terkini, bukan pada angka-angka yang mungkin sudah tidak relevan lagi.

Cara Menggunakan Anchoring

Untuk menghindari dampak negatif anchoring, trader perlu menerapkan strategi analisis yang objektif dan berbasis data terkini.

  1. 1Langkah 1: Identifikasi potensi anchor yang Anda gunakan (misalnya, harga tertinggi/terendah sebelumnya, level psikologis).
  2. 2Langkah 2: Evaluasi secara kritis relevansi anchor tersebut dengan kondisi pasar saat ini (fundamental, teknikal, sentimen).
  3. 3Langkah 3: Fokus pada analisis data terkini seperti indikator teknikal, berita ekonomi, dan tren pasar.
  4. 4Langkah 4: Tetapkan target profit dan stop loss berdasarkan analisis objektif dan manajemen risiko, bukan berdasarkan angka referensi semata.

Contoh Penggunaan Anchoring dalam Trading

Seorang trader forex melihat grafik EUR/USD dan melihat bahwa pasangan mata uang ini pernah mencapai 1.1500 setahun yang lalu. Saat ini, EUR/USD diperdagangkan di 1.1000. Trader tersebut merasa bahwa 1.1000 adalah 'titik beli yang bagus' karena 'jauh' dari 1.1500. Namun, tanpa memeriksa data ekonomi terbaru dari zona Euro dan AS, serta analisis teknikal saat ini, keputusan untuk membeli di 1.1000 hanya berdasarkan 'anchor' 1.1500 bisa berisiko. Jika ternyata ada berita buruk tentang ekonomi Eropa, EUR/USD bisa terus turun di bawah 1.1000, membuat posisi trader tersebut merugi.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: bias kognitif, manajemen risiko, analisis teknikal, analisis fundamental, stop loss, target profit, level psikologis

Pertanyaan Umum tentang Anchoring

Apa contoh anchor yang paling umum dalam trading?

Contoh anchor yang paling umum meliputi harga tertinggi atau terendah historis suatu aset, level harga psikologis (misalnya, angka bulat seperti 1.1000 atau 100), atau titik pivot.

Bagaimana cara trader profesional menghindari bias anchoring?

Trader profesional biasanya memiliki sistem trading yang terstruktur, fokus pada analisis data terkini, menggunakan alat manajemen risiko yang objektif, dan secara sadar menyadari serta menguji bias kognitif mereka sendiri.

Apakah anchoring hanya terjadi pada trader pemula?

Tidak, anchoring bisa mempengaruhi trader dari semua tingkatan pengalaman. Kesadaran diri dan disiplin adalah kunci untuk mengatasinya, baik bagi pemula maupun profesional.