3 menit baca 670 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Assumable Mortgage
- Memungkinkan pembeli mengambil alih hipotek pemilik lama tanpa refinancing.
- Menghemat biaya pengajuan hipotek baru yang signifikan.
- Berpotensi mendapatkan suku bunga yang lebih rendah dari hipotek yang ada.
- Tidak semua hipotek bersifat assumable; persetujuan lender sangat penting.
- Memerlukan konsultasi mendalam dengan lender sebelum transaksi.
📑 Daftar Isi
Apa itu Assumable Mortgage?
Assumable Mortgage adalah Assumable Mortgage adalah hipotek properti yang dapat dialihkan kepada pembeli baru tanpa perlu refinancing, menghemat biaya dan berpotensi mendapatkan suku bunga lebih rendah.
Penjelasan Lengkap tentang Assumable Mortgage
Apa itu Assumable Mortgage?
Dalam dunia investasi properti, Assumable Mortgage merujuk pada sebuah jenis fasilitas pembiayaan hipotek (KPR) yang memiliki karakteristik unik: kemampuannya untuk ditransfer atau dialihkan kepada pihak pembeli properti baru. Berbeda dengan hipotek konvensional yang biasanya mengharuskan pembeli baru mengajukan fasilitas pembiayaan sendiri, assumable mortgage memungkinkan pembeli untuk 'mengambil alih' hipotek yang sudah ada dari pemilik sebelumnya.
Keunggulan utama dari assumable mortgage terletak pada efisiensi biaya. Pembeli tidak perlu melalui proses refinancing atau pengajuan hipotek baru yang seringkali melibatkan biaya-biaya signifikan seperti biaya administrasi, provisi, appraisal, dan lain sebagainya. Dengan mengambil alih hipotek yang sudah ada, biaya-biaya ini dapat dihindari, sehingga memberikan keuntungan finansial langsung bagi pembeli.
Selain penghematan biaya, assumable mortgage juga bisa menjadi strategi cerdas untuk mendapatkan suku bunga yang lebih menguntungkan. Jika hipotek yang ada memiliki tingkat suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan suku bunga pasar saat ini, pembeli dapat memanfaatkan kondisi ini untuk mengurangi beban pembayaran bunga mereka.
Pentingnya Persetujuan Lender
Meskipun terdengar sangat menarik, penting untuk dipahami bahwa tidak semua hipotek bersifat assumable. Kebijakan ini sangat bergantung pada ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga pemberi pinjaman (lender) saat hipotek pertama kali diterbitkan. Beberapa lender mungkin secara eksplisit melarang pengalihan hipotek, sementara yang lain mungkin mengizinkannya tetapi dengan syarat dan ketentuan tertentu.
Persyaratan tersebut bisa meliputi:
- Persetujuan penuh dari lender terhadap profil kredit dan kemampuan finansial pembeli baru.
- Pembeli baru harus memenuhi kriteria kelayakan yang sama atau lebih baik dari peminjam awal.
- Mungkin ada biaya administrasi tambahan yang dikenakan oleh lender untuk proses transfer.
Oleh karena itu, langkah krusial sebelum melakukan pembelian properti dengan asumsi assumable mortgage adalah melakukan konsultasi mendalam dan mendapatkan konfirmasi tertulis dari lender mengenai kelayakan dan prosedur pengalihan hipotek tersebut.
Cara Menggunakan Assumable Mortgage
Assumable Mortgage digunakan oleh pembeli properti yang ingin menghemat biaya dan berpotensi mendapatkan suku bunga lebih rendah dengan mengambil alih hipotek penjual yang sudah ada.
- 1Identifikasi properti yang dijual dengan assumable mortgage.
- 2Konsultasikan dengan lender yang memberikan hipotek asli untuk memahami syarat dan persetujuan yang diperlukan.
- 3Ajukan permohonan pengalihan hipotek kepada lender, sertakan dokumen keuangan Anda.
- 4Jika disetujui, selesaikan proses transfer kepemilikan hipotek dan properti.
Contoh Penggunaan Assumable Mortgage dalam Trading
Seorang investor properti, Budi, menemukan sebuah rumah yang dijual dengan Assumable Mortgage. Hipotek yang ada memiliki sisa pokok pinjaman Rp 1.000.000.000 dengan suku bunga tetap 5% per tahun. Jika Budi harus mengajukan hipotek baru di pasar saat ini, suku bunga yang ditawarkan adalah 7% per tahun. Dengan mengambil alih assumable mortgage, Budi dapat menghemat selisih bunga yang signifikan selama sisa tenor pinjaman, selain menghindari biaya pengajuan hipotek baru yang bisa mencapai puluhan juta rupiah. Namun, Budi harus terlebih dahulu memastikan bahwa lender menyetujui pengalihan hipotek tersebut berdasarkan profil kreditnya.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Hipotek, Refinancing, Lender, Suku Bunga Tetap, KPR, Investasi Properti
Pertanyaan Umum tentang Assumable Mortgage
Apakah semua hipotek bersifat assumable?
Tidak, tidak semua hipotek bersifat assumable. Kebijakan ini sangat bergantung pada ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga pemberi pinjaman (lender) saat hipotek pertama kali diterbitkan.
Apa keuntungan utama dari assumable mortgage?
Keuntungan utamanya adalah penghematan biaya pengajuan hipotek baru dan potensi mendapatkan suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan mengajukan hipotek baru.
Apa yang harus dilakukan jika lender menolak pengalihan assumable mortgage?
Jika lender menolak, pembeli harus mencari opsi pembiayaan lain, seperti mengajukan hipotek baru atau mencari properti lain yang menawarkan assumable mortgage dengan syarat yang lebih mudah.