5 menit baca 999 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang At Par
- At Par berarti harga pasar instrumen keuangan setara dengan nilai nominalnya.
- Dalam obligasi, At Par terjadi ketika harga jual sama dengan nilai par (misal $1,000).
- Dalam saham, At Par bisa diartikan sebagai harga jual sama dengan harga beli, tanpa untung/rugi langsung.
- Kondisi At Par jarang bertahan lama karena fluktuasi pasar yang dinamis.
- Memahami At Par krusial untuk analisis valuasi dan titik impas investasi.
📑 Daftar Isi
Apa itu At Par?
At Par adalah At Par adalah kondisi harga instrumen keuangan yang sama persis dengan nilai nominalnya, menandakan tidak ada keuntungan atau kerugian langsung saat transaksi.
Penjelasan Lengkap tentang At Par
Apa Itu At Par?
Dalam dunia keuangan, khususnya dalam konteks trading dan investasi, istilah At Par merujuk pada kondisi ketika harga pasar suatu instrumen keuangan sama persis dengan nilai nominalnya (nilai par). Nilai nominal ini adalah nilai dasar yang tertera pada sertifikat atau catatan instrumen tersebut, seperti pada obligasi atau saham. Kondisi ini menandakan bahwa pada titik tersebut, tidak ada keuntungan atau kerugian yang timbul secara langsung dari selisih antara harga beli dan harga jual, atau antara harga pasar dan nilai intrinsiknya.
At Par dalam Obligasi
Obligasi merupakan instrumen yang paling sering dikaitkan dengan konsep At Par. Obligasi biasanya diterbitkan dengan nilai nominal tertentu, misalnya Rp1.000.000 per lembar. Ketika obligasi tersebut diperdagangkan di pasar sekunder, harganya dapat berfluktuasi karena berbagai faktor seperti perubahan suku bunga, peringkat kredit penerbit, dan kondisi pasar secara umum.
Jika sebuah obligasi dengan nilai nominal Rp1.000.000 dijual pada harga Rp1.000.000 (atau 100% dari nilai nominalnya), maka obligasi tersebut dikatakan diperdagangkan At Par.
- At Par: Harga jual = Nilai Nominal (100% dari nilai par).
- Below Par: Harga jual < Nilai Nominal (misalnya, dijual seharga Rp950.000 atau 95% dari nilai par). Ini berarti obligasi tersebut diperdagangkan dengan diskon.
- Above Par: Harga jual > Nilai Nominal (misalnya, dijual seharga Rp1.050.000 atau 105% dari nilai par). Ini berarti obligasi tersebut diperdagangkan dengan premi.
Kondisi At Par pada obligasi sering menjadi patokan penting untuk menilai bagaimana pasar memandang risiko dan imbal hasil obligasi tersebut dibandingkan dengan suku bunga pasar saat ini. Jika imbal hasil obligasi yang ditawarkan sama dengan imbal hasil obligasi lain dengan risiko serupa di pasar, maka obligasi tersebut cenderung diperdagangkan At Par.
At Par dalam Saham
Konsep At Par juga dapat berlaku dalam trading saham, meskipun definisinya seringkali sedikit berbeda dalam konteks transaksi harian. Dalam konteks ini, At Par terkadang diartikan sebagai kondisi ketika harga jual saham sama dengan harga belinya. Investor yang menjual sahamnya pada kondisi ini tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian dari pergerakan harga saham itu sendiri pada saat transaksi tersebut.
Namun, penting untuk dicatat bahwa harga saham di pasar sangat dinamis dan jarang bertahan stabil pada satu titik dalam jangka waktu lama. Fluktuasi harga adalah hal yang lumrah, sehingga kondisi At Par dalam saham lebih merupakan gambaran teoritis atau titik acuan daripada kondisi yang sering ditemui dalam praktik trading aktif. Dalam konteks pasar modal, istilah 'at par' lebih sering merujuk pada penerbitan saham biasa dengan nilai nominal yang sangat kecil (seringkali nol atau sangat rendah) yang tidak mencerminkan nilai pasar sebenarnya.
Signifikansi Memahami At Par
Memahami konsep At Par sangat penting bagi para trader dan investor karena beberapa alasan:
- Analisis Valuasi: Membantu dalam menganalisis valuasi instrumen keuangan, terutama obligasi, untuk membandingkannya dengan nilai intrinsiknya.
- Perbandingan Imbal Hasil: Memungkinkan perbandingan imbal hasil obligasi dengan instrumen investasi lain yang memiliki profil risiko serupa.
- Penentuan Titik Impas: Menentukan titik impas (break-even point) dalam investasi, di mana tidak ada keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dari pergerakan harga pokok.
- Pemahaman Pasar: Memberikan wawasan tentang persepsi pasar terhadap suatu instrumen keuangan, apakah dinilai sesuai nilai nominalnya, lebih tinggi (premium), atau lebih rendah (diskon).
Meskipun kondisi At Par menunjukkan keseimbangan antara harga dan nilai nominal, pasar keuangan terus bergerak. Oleh karena itu, trader perlu selalu memantau pergerakan harga dan faktor-faktor yang memengaruhinya untuk membuat keputusan investasi yang tepat.
Cara Menggunakan At Par
Memahami At Par membantu dalam mengevaluasi apakah suatu instrumen diperdagangkan pada nilai wajarnya, di atasnya, atau di bawahnya, serta mengidentifikasi potensi titik impas.
- 1Identifikasi nilai nominal instrumen keuangan yang diperdagangkan (misalnya, nilai par obligasi).
- 2Pantau harga pasar instrumen tersebut secara real-time.
- 3Bandingkan harga pasar dengan nilai nominalnya.
- 4Jika harga pasar sama dengan nilai nominal, instrumen tersebut diperdagangkan At Par. Jika tidak, analisis apakah ia Above Par (premium) atau Below Par (diskon) untuk memahami sentimen pasar dan potensi keuntungan/kerugian.
Contoh Penggunaan At Par dalam Trading
Seorang trader obligasi melihat sebuah obligasi korporasi dengan nilai nominal $1.000 diperdagangkan di pasar sekunder pada harga $1.000. Ini berarti obligasi tersebut diperdagangkan At Par. Trader tersebut menyimpulkan bahwa saat ini, pasar menilai obligasi tersebut sesuai dengan nilai dasarnya, tanpa premi maupun diskon. Jika suku bunga pasar naik, trader tersebut memperkirakan harga obligasi akan turun below par, dan sebaliknya jika suku bunga turun, harga akan naik above par.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Nilai Nominal, Obligasi, Saham, Pasar Sekunder, Premium, Diskon, Break-Even Point
Pertanyaan Umum tentang At Par
Apakah At Par hanya berlaku untuk obligasi?
Konsep At Par paling sering diterapkan pada obligasi, namun prinsip perbandingan harga pasar dengan nilai dasar juga bisa relevan untuk instrumen keuangan lain, meskipun definisinya mungkin sedikit berbeda dalam konteks saham.
Mengapa kondisi At Par jarang terjadi dalam jangka panjang?
Kondisi At Par jarang bertahan lama karena pasar keuangan sangat dinamis. Perubahan suku bunga, sentimen pasar, kinerja emiten, dan faktor ekonomi makro lainnya terus-menerus memengaruhi harga instrumen keuangan, menyebabkannya berfluktuasi di atas atau di bawah nilai nominalnya.
Apa implikasi jika obligasi diperdagangkan Above Par atau Below Par?
Jika obligasi diperdagangkan Above Par (dengan premi), ini bisa berarti imbal hasilnya lebih rendah dari suku bunga pasar saat ini atau pasar menilai obligasi tersebut sangat aman. Sebaliknya, jika Below Par (dengan diskon), ini bisa mengindikasikan imbal hasil yang lebih tinggi dari suku bunga pasar atau adanya persepsi risiko yang lebih besar pada penerbit obligasi tersebut.