4 menit baca 764 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Available-for-Sale Security
- Merupakan investasi jangka panjang untuk mengelola kelebihan kas perusahaan.
- Memiliki nilai pasar yang berfluktuasi dipengaruhi faktor ekonomi dan kinerja penerbit.
- Dapat dijual sewaktu-waktu untuk memenuhi kebutuhan likuiditas atau strategi portofolio.
- Pencatatan nilai pasar yang belum terealisasi (unrealized gains/losses) dilaporkan di ekuitas, bukan laba rugi bersih.
- Fleksibel untuk optimalisasi portofolio dengan mempertimbangkan risiko dan potensi keuntungan.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Available-for-Sale Security
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Available-for-Sale Security?
Available-for-Sale Security adalah Available-for-Sale Security adalah aset investasi jangka panjang perusahaan yang nilainya fluktuatif dan dapat dijual kapan saja untuk likuiditas atau optimalisasi portofolio.
Penjelasan Lengkap tentang Available-for-Sale Security
Apa itu Available-for-Sale Security?
Available-for-Sale Security (Keamanan yang Tersedia untuk Dijual) adalah jenis instrumen investasi yang lazim digunakan oleh perusahaan sebagai strategi pengelolaan dana tunai yang berlebih. Instrumen ini dikategorikan sebagai aset investasi jangka panjang dan memiliki karakteristik nilai pasar yang cenderung berfluktuasi. Pembeliannya bukan untuk diperdagangkan secara aktif dalam aktivitas bisnis sehari-hari, melainkan untuk disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama, seringkali hingga jatuh tempo.
Karakteristik Utama Available-for-Sale Security
- Tujuan Investasi Jangka Panjang: Aset ini dibeli bukan untuk diperdagangkan secara aktif dalam aktivitas bisnis sehari-hari, melainkan untuk disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama, seringkali hingga jatuh tempo.
- Fleksibilitas Likuiditas: Meskipun ditujukan untuk jangka panjang, perusahaan memiliki opsi untuk menjual aset ini kapan saja. Keputusan penjualan dapat didasarkan pada kondisi pasar yang memburuk, kebutuhan mendesak akan likuiditas, atau strategi pengelolaan portofolio.
- Nilai Pasar Fluktuatif: Nilai dari Available-for-Sale Security dapat berubah-ubah seiring waktu. Perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal, seperti kondisi makroekonomi, kinerja keuangan perusahaan penerbit aset, perubahan suku bunga, dan kebijakan moneter pemerintah.
- Jenis Instrumen: Aset yang termasuk dalam kategori ini sangat beragam, meliputi saham, obligasi, sertifikat deposito (CDs), dan berbagai instrumen keuangan lain yang memenuhi kriteria sebagai investasi yang tersedia untuk dijual.
Pencatatan dalam Laporan Keuangan
Perusahaan yang memiliki Available-for-Sale Security wajib mencatatnya dalam laporan keuangan. Pencatatan ini dapat dilakukan pada neraca perusahaan, baik dalam bagian aset lancar (jika diperkirakan akan dijual dalam satu tahun) maupun aset tidak lancar (untuk jangka waktu lebih dari satu tahun). Perubahan nilai pasar yang belum terealisasi (unrealized gains or losses) dari aset ini biasanya dilaporkan dalam bagian ekuitas pada laporan posisi keuangan, terpisah dari laba rugi bersih, kecuali ketika aset tersebut dijual, di mana keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi tersebut kemudian direalisasikan dan dimasukkan ke dalam laporan laba rugi.
Perbedaan dengan Instrumen Investasi Lain
Berbeda dengan Held-to-Maturity Securities yang diniatkan untuk disimpan hingga jatuh tempo tanpa dijual, atau Trading Securities yang dibeli dengan tujuan untuk aktif diperdagangkan demi keuntungan jangka pendek, Available-for-Sale Security menawarkan keseimbangan antara tujuan investasi jangka panjang dan kebutuhan likuiditas.
Cara Menggunakan Available-for-Sale Security
Perusahaan menggunakan Available-for-Sale Security untuk mengoptimalkan pengelolaan kelebihan kas, memberikan fleksibilitas likuiditas, dan potensi keuntungan dari fluktuasi nilai pasar.
- 1Identifikasi kelebihan kas perusahaan yang tidak dibutuhkan dalam operasional jangka pendek.
- 2Pilih instrumen investasi (saham, obligasi, dll.) yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan perusahaan.
- 3Beli instrumen tersebut dengan niat untuk disimpan dalam jangka waktu tertentu namun tetap memiliki opsi untuk dijual.
- 4Pantau pergerakan nilai pasar aset secara berkala dan lakukan penyesuaian strategi jika diperlukan.
Contoh Penggunaan Available-for-Sale Security dalam Trading
Sebuah perusahaan teknologi memiliki kelebihan kas sebesar Rp 50 miliar setelah peluncuran produk baru. Perusahaan memutuskan untuk menginvestasikan dana tersebut ke dalam obligasi korporasi dengan jatuh tempo 5 tahun yang dikategorikan sebagai Available-for-Sale Security. Selama 2 tahun pertama, nilai obligasi naik menjadi Rp 53 miliar karena penurunan suku bunga. Perusahaan mencatat keuntungan yang belum terealisasi sebesar Rp 3 miliar di bagian ekuitas. Jika perusahaan sewaktu-waktu membutuhkan dana tunai untuk ekspansi mendadak, mereka dapat menjual obligasi tersebut dan merealisasikan keuntungan Rp 3 miliar tersebut.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Held-to-Maturity Security, Trading Security, Neraca Perusahaan, Ekuitas, Aset Lancar, Aset Tidak Lancar, Unrealized Gains/Losses, Likuiditas
Pertanyaan Umum tentang Available-for-Sale Security
Apa perbedaan utama antara Available-for-Sale Security dan Trading Security?
Perbedaan utamanya terletak pada niat. Trading Security dibeli dengan niat untuk aktif diperdagangkan demi keuntungan jangka pendek, sedangkan Available-for-Sale Security dibeli untuk jangka panjang namun tetap memiliki fleksibilitas untuk dijual jika diperlukan.
Bagaimana keuntungan atau kerugian dari Available-for-Sale Security dicatat?
Keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi (unrealized gains or losses) dari Available-for-Sale Security dicatat dalam bagian ekuitas pada laporan posisi keuangan, terpisah dari laba rugi bersih, hingga aset tersebut dijual.
Apakah Available-for-Sale Security selalu aset jangka panjang?
Ya, secara umum Available-for-Sale Security dikategorikan sebagai investasi jangka panjang. Namun, perusahaan memiliki opsi untuk menjualnya kapan saja jika dibutuhkan likuiditas atau karena perubahan strategi.