4 menit baca 890 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Average Cost Method

  • Menghitung biaya rata-rata per unit aset dari seluruh transaksi pembelian.
  • Sangat cocok untuk strategi investasi jangka panjang dan dollar-cost averaging.
  • Membantu mengurangi risiko pembelian di harga tertinggi pasar.
  • Menyediakan dasar yang stabil untuk menghitung potensi pengembalian investasi.
  • Memerlukan pencatatan transaksi yang akurat dan perhitungan rutin.

📑 Daftar Isi

Apa itu Average Cost Method?

Average Cost Method adalah Metode biaya rata-rata (Average Cost Method) menghitung biaya per saham dengan merata-ratakan total biaya dari semua pembelian aset, ideal untuk investor berkala.

Penjelasan Lengkap tentang Average Cost Method

Apa itu Average Cost Method?

Average Cost Method, atau Metode Biaya Rata-rata, adalah sebuah pendekatan fundamental dalam pengelolaan portofolio investasi, khususnya pada instrumen seperti saham. Metode ini dirancang untuk menentukan biaya per unit aset secara lebih akurat ketika aset tersebut diperoleh melalui beberapa transaksi pembelian yang mungkin terjadi pada harga yang berbeda-beda. Penerapan metode ini sangat relevan bagi investor yang menganut strategi investasi jangka panjang dan secara konsisten melakukan pembelian aset secara berkala, sebuah praktik yang sering dikenal sebagai dollar-cost averaging (DCA).

Bagaimana Average Cost Method Bekerja?

Prinsip kerja Average Cost Method sangatlah sederhana namun efektif. Metode ini berfokus pada akumulasi total biaya dari seluruh pembelian aset yang telah dilakukan, kemudian membaginya dengan jumlah total unit aset yang berhasil dikumpulkan. Hal ini menghasilkan sebuah 'biaya rata-rata' per unit yang mencerminkan harga pembelian keseluruhan, bukan hanya harga pembelian terakhir.

Rumus dasar untuk menghitung biaya rata-rata per unit adalah:

Biaya Rata-rata per Unit = Total Biaya Pembelian / Jumlah Total Unit yang Dimiliki

Sebagai ilustrasi, mari kita perhatikan contoh seorang investor yang membeli saham PT ABC:

  • Pembelian Pertama: 100 lembar saham @ Rp 1.000/lembar. Total Biaya = 100 x Rp 1.000 = Rp 100.000.000.
  • Pembelian Kedua: 150 lembar saham @ Rp 1.200/lembar. Total Biaya = 150 x Rp 1.200 = Rp 180.000.000.

Dengan demikian, total unit saham yang dimiliki adalah 250 lembar (100 + 150). Total biaya akumulasi adalah Rp 280.000.000 (Rp 100.000.000 + Rp 180.000.000).

Menggunakan rumus Average Cost Method:

Biaya Rata-rata per Lembar = Rp 280.000.000 / 250 lembar = Rp 1.120 per lembar.

Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun ada pembelian di harga Rp 1.200, biaya rata-rata per lembar yang tercatat adalah Rp 1.120.

Manfaat Menggunakan Average Cost Method

Penerapan Average Cost Method menawarkan beberapa keuntungan signifikan bagi para investor:

  • Menghindari Risiko Pembelian di Harga Tertinggi: Dengan merata-ratakan biaya pembelian, investor dapat meminimalkan dampak negatif dari pembelian sebagian besar kepemilikan pada saat harga pasar sedang berada di puncaknya. Ini memberikan profil biaya yang lebih stabil.
  • Memfasilitasi Investasi Berkala: Metode ini sangat ideal bagi investor jangka panjang yang berkomitmen untuk berinvestasi secara konsisten, seperti melalui program cicilan rutin atau strategi dollar-cost averaging. Ini mendorong disiplin investasi tanpa perlu memprediksi pergerakan pasar.
  • Menghitung Potensi Pengembalian Investasi yang Akurat: Biaya rata-rata yang terhitung menjadi dasar yang lebih stabil dan realistis untuk mengevaluasi kinerja portofolio. Ini memudahkan perhitungan potensi keuntungan atau kerugian ketika aset tersebut akhirnya dijual.
  • Penyederhanaan Pelaporan Pajak: Di beberapa yurisdiksi, penggunaan Average Cost Method dapat menyederhanakan proses perhitungan keuntungan modal (capital gains) untuk keperluan pelaporan pajak, terutama ketika investor menjual sebagian dari kepemilikannya.

Pertimbangan Penting

Bagi investor yang memilih untuk menerapkan Average Cost Method, beberapa hal krusial perlu diperhatikan:

  • Melakukan Perhitungan Secara Teratur dan Akurat: Kunci keberhasilan metode ini adalah pencatatan yang cermat dan teliti atas setiap transaksi pembelian, termasuk jumlah unit dan total biaya, serta biaya transaksi yang terkait.
  • Memahami Implikasinya pada Penjualan: Saat menjual sebagian atau seluruh kepemilikan, biaya rata-rata yang dihitung akan digunakan sebagai dasar penentuan keuntungan atau kerugian.

Cara Menggunakan Average Cost Method

Average Cost Method digunakan untuk menghitung biaya rata-rata per unit aset setelah melakukan beberapa kali pembelian dengan harga yang berbeda.

  1. 1Catat semua transaksi pembelian aset, termasuk jumlah unit dan total biaya untuk setiap transaksi.
  2. 2Jumlahkan total biaya dari semua transaksi pembelian.
  3. 3Jumlahkan total unit aset yang telah dibeli dari semua transaksi.
  4. 4Bagi total biaya pembelian dengan total unit yang dimiliki untuk mendapatkan biaya rata-rata per unit.

Contoh Penggunaan Average Cost Method dalam Trading

Seorang trader forex membeli 10 lot EUR/USD pada harga 1.1000, lalu membeli lagi 15 lot pada harga 1.1200. Total biaya pembelian pertama adalah 10 lot * (1.1000 * nilai lot). Total biaya pembelian kedua adalah 15 lot * (1.1200 * nilai lot). Biaya rata-rata per lot kemudian dihitung dengan membagi total biaya gabungan dari kedua pembelian dengan total 25 lot. Ini memberikan gambaran biaya efektif per lot yang lebih akurat.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Dollar-Cost Averaging (DCA), Biaya Akuisisi, Portofolio Investasi, Capital Gain, Manajemen Risiko

Pertanyaan Umum tentang Average Cost Method

Apakah Average Cost Method cocok untuk semua jenis investor?

Metode ini paling efektif untuk investor jangka panjang yang berinvestasi secara berkala, seperti melalui strategi dollar-cost averaging. Investor jangka pendek atau yang melakukan pembelian sporadis mungkin menemukan metode lain lebih relevan.

Bagaimana Average Cost Method mempengaruhi perhitungan keuntungan?

Biaya rata-rata yang dihitung menjadi dasar penentuan harga pokok penjualan (HPP) saat aset dijual. Keuntungan atau kerugian dihitung dari selisih harga jual dengan biaya rata-rata per unit.

Apakah biaya transaksi termasuk dalam perhitungan Average Cost Method?

Ya, untuk perhitungan yang akurat, semua biaya transaksi yang terkait dengan pembelian aset (seperti komisi broker) harus dimasukkan ke dalam total biaya pembelian sebelum menghitung biaya rata-rata.