5 menit baca 915 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Average True Range (ATR)

  • ATR mengukur volatilitas pasar dalam periode waktu tertentu.
  • Nilai ATR tinggi menandakan volatilitas tinggi, sementara nilai rendah menunjukkan pasar stabil.
  • ATR esensial untuk menentukan level stop loss dan exit point yang dinamis.
  • Indikator ini membantu trader mengelola risiko dan ukuran posisi.
  • ATR dapat dikombinasikan dengan indikator lain untuk analisis yang lebih komprehensif.

📑 Daftar Isi

Apa itu Average True Range (ATR)?

Average True Range (ATR) adalah Average True Range (ATR) adalah indikator teknikal yang mengukur volatilitas pasar, membantu trader menentukan stop loss dan exit point sesuai toleransi risiko.

Penjelasan Lengkap tentang Average True Range (ATR)

Apa itu Average True Range (ATR)?

Average True Range (ATR) adalah sebuah indikator teknikal yang sangat populer di kalangan trader dan investor forex. Fungsi utamanya adalah untuk mengukur tingkat volatilitas pasar dalam periode waktu tertentu. Volatilitas sendiri mengacu pada seberapa besar dan cepat harga suatu aset bergerak. Dengan memahami volatilitas, trader dapat membuat keputusan yang lebih cerdas mengenai kapan harus masuk atau keluar dari pasar, serta bagaimana mengelola risiko yang melekat pada setiap transaksi.

Bagaimana Cara Kerja ATR?

ATR bekerja dengan menghitung rata-rata dari 'True Range' selama sejumlah periode waktu yang ditentukan. True Range untuk suatu periode adalah nilai terbesar dari salah satu dari tiga perhitungan berikut:

  • Selisih antara harga tertinggi (High) periode ini dan harga terendah (Low) periode ini.
  • Selisih absolut antara harga tertinggi (High) periode ini dan harga penutupan (Close) periode sebelumnya.
  • Selisih absolut antara harga terendah (Low) periode ini dan harga penutupan (Close) periode sebelumnya.

Setelah True Range dihitung untuk setiap periode, ATR kemudian menghitung rata-rata dari nilai-nilai True Range tersebut selama periode waktu yang dipilih (misalnya, 14 hari). Semakin tinggi nilai ATR, semakin besar rentang pergerakan harga yang diamati, yang mengindikasikan volatilitas pasar yang tinggi. Sebaliknya, nilai ATR yang rendah menunjukkan bahwa harga cenderung bergerak dalam rentang yang lebih sempit, menandakan pasar yang relatif stabil atau bergerak sideways.

Manfaat dan Penggunaan ATR dalam Trading

ATR menawarkan fleksibilitas yang signifikan bagi para trader forex dan instrumen finansial lainnya:

  • Manajemen Risiko: Salah satu penggunaan paling umum dari ATR adalah untuk menentukan level stop loss yang dinamis. Trader dapat menetapkan stop loss pada jarak tertentu dari harga masuk, yang ditentukan oleh nilai ATR. Misalnya, seorang trader mungkin menempatkan stop loss dua kali nilai ATR di bawah harga beli untuk pasangan mata uang yang sangat fluktuatif. Ini membantu memastikan bahwa stop loss disesuaikan dengan kondisi pasar saat ini, memberikan ruang bagi pergerakan harga yang normal tanpa terdepak terlalu dini.
  • Menentukan Ukuran Posisi: Dengan mengetahui volatilitas pasar melalui ATR, trader dapat menghitung ukuran posisi yang sesuai. Posisi yang lebih besar dapat diambil pada pasar yang kurang volatil, sementara posisi yang lebih kecil disarankan pada pasar yang sangat volatil untuk menjaga risiko per posisi tetap konsisten.
  • Menentukan Target Profit (Take Profit): ATR juga dapat digunakan sebagai panduan untuk menetapkan target profit. Trader bisa menetapkan target profit pada jarak tertentu dari harga masuk, yang juga dipengaruhi oleh nilai ATR, sesuai dengan potensi pergerakan harga yang diindikasikan.
  • Mengidentifikasi Potensi Breakout: Periode dengan nilai ATR yang sangat rendah seringkali mendahului pergerakan harga yang signifikan (breakout). Trader dapat memantau kondisi ini sebagai sinyal potensi dimulainya tren baru.
  • Konfirmasi Tren: Meskipun ATR bukan indikator tren, peningkatan nilai ATR yang berkelanjutan selama tren dapat mengkonfirmasi kekuatan dan volatilitas tren tersebut.

Cara Menggunakan Average True Range (ATR)

ATR digunakan untuk mengukur volatilitas dan membantu trader dalam menentukan level stop loss, ukuran posisi, dan target profit yang dinamis sesuai kondisi pasar.

  1. 1Identifikasi periode waktu yang diinginkan untuk perhitungan ATR (misalnya, 14 periode).
  2. 2Hitung True Range untuk setiap periode berdasarkan pergerakan harga (High, Low, Close).
  3. 3Hitung rata-rata dari True Range selama periode yang ditentukan untuk mendapatkan nilai ATR.
  4. 4Gunakan nilai ATR untuk menetapkan jarak stop loss, misalnya 1.5x atau 2x nilai ATR dari harga masuk.
  5. 5Sesuaikan ukuran posisi trading berdasarkan volatilitas yang ditunjukkan oleh ATR untuk menjaga rasio risiko yang konsisten.

Contoh Penggunaan Average True Range (ATR) dalam Trading

Seorang trader forex membeli pasangan mata uang EUR/USD pada harga 1.1050. Indikator ATR pada grafik menunjukkan nilai 50 pips untuk periode 14 hari. Trader memutuskan untuk menetapkan stop loss pada jarak 1.5 kali nilai ATR di bawah harga beli. Maka, level stop loss akan ditempatkan di 1.1050 - (1.5 * 50 pips) = 1.0975. Ini memberikan ruang bagi pergerakan harga normal tanpa menghentikan posisi terlalu dini, sambil tetap membatasi kerugian jika pasar bergerak melawan posisi trader.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Volatilitas Pasar, Stop Loss, Take Profit, Indikator Teknikal, True Range, Manajemen Risiko, Ukuran Posisi

Pertanyaan Umum tentang Average True Range (ATR)

Apakah ATR hanya digunakan untuk Forex?

Tidak, ATR adalah indikator teknikal yang dapat digunakan di berbagai pasar finansial, termasuk saham, komoditas, dan kripto, di mana volatilitas harga menjadi faktor penting.

Bagaimana cara memilih periode waktu yang tepat untuk ATR?

Periode waktu yang umum digunakan adalah 14. Namun, trader dapat bereksperimen dengan periode yang lebih pendek (misalnya, 7) untuk mengukur volatilitas jangka pendek yang lebih sensitif, atau periode yang lebih panjang (misalnya, 21 atau 28) untuk volatilitas jangka panjang yang lebih halus.

Apakah ATR bisa memberikan sinyal beli atau jual secara langsung?

ATR bukanlah indikator yang memberikan sinyal beli atau jual secara langsung. Fungsinya lebih kepada mengukur volatilitas dan membantu trader dalam manajemen risiko serta penentuan level strategis lainnya. ATR seringkali dikombinasikan dengan indikator lain seperti Moving Average atau RSI untuk konfirmasi sinyal.